Dengan BerkahMu...Sekarang dan Di Sini...Sadarilah Jatidirimu sebagai Atma yang tak terpisahkan dengan Paramatma, Sang Hyang Tunggal. Sebagaimana sinar matahari yang tak terpisahkan dari sumbernya, Matahari.
Rabu, 20 Maret 2024
Tidur Sejati
Senin, 04 Desember 2023
Senin, 27 November 2023
Buddha-jaya-maṅgala Gāthā, The Verses of the Buddha’s Victory Blessings
Bahum sahassam-abhinimmita sayudham tam
Girimekhalam uditaghora sasenamaram
Danadidhammavidhina jitava munindo
Tam tejasa bhavatu te jayamangalani.
With a thousand arms and
created weapons that
(Elephant) Girimekhala with Mara, risen with fierceness
together with his army,
Through righteous means, such as generosity, the Lord of
Sages won.
Through that power may there be victorious auspices to
you.
Muncul dengan seribu lengan yang masing-masing
mengayunkan senjata
Bertunggangkan gajah girimekhala, Mara bersama
pasukannya meraung menakutkan
Raja para bijaksana mengalahkannya dengan menghimpun
kesempurnaan dhammadana
Berkat kekuatan ini, semoga engkau terberkahi dan
Berjaya.
Maratirekam-abhiyujjhita sabbarattim
Ghorampanalavakamakkha-m-athaddhayakkham
Khantisudantavidhina jitava munindo
Tam tejasa bhavatu te jayamangalani.
More than (even) Mara contending all night through,
Indeed, the fierce and obdurate yakkha alavaka,
Through forbearance, the well trained method, the Lord of
Sages won.
Through that power may there be victorious auspices to
you.
Lebih bengis dari Mara adalah alavaka
Yakkha pemberang dan congkak yang melancarkan perang
sepanjang malam
Raja para bijaksana menaklukkannya, menundukkannya
dengan penuh kesabaran
Berkat kekuatan ini, semoga engkau terberkahi dan
Berjaya.
Nalagirim gajavaram atimattabhutam
Davaggicakkam-asaniva, sudarunam tam
Mettambusekavidhina jitava munindo
Tam tejasa bhavatu te jayamangalani.
Nalagiri the great elephant fully drunk,
Like a circle of jungle-fire, that one, terrible like a
thunderbolt,
Through means of sprinkling the water of loving kindness,
the Lord of Sages won.
Through that power may there be victorious auspices to
you.
Menjadi murka nalagiri sang gajah istana
Berkobar bagai api hutan, menebar ngeri bagai cakram
halilintar
Raja para bijaksana menjinakkannya dengan luapan cinta
kasih
Berkat kekuatan ini, semoga engkau terberkahi dan
Berjaya.
Ukkhittakhaggam-atihatthasudarunam tam
Dhavam tiyojanapathan’gulimalavantam
Iddhibhi sankhatamano jitava munindo
Tam tejasa bhavatu te jayamangalani.
Holding up (his) sword with lifted hand that very fierce,
That Angulimala running the distance of three leagues,
Through psychic power with conditioned mind, the Lord of
Sages won.
Through that power may there be victorious auspices to
you.
Dengan pedang terangkat ke tangannya
Si kejam Angulimala mengejar sepanjang 3 yojana
Raja para bijaksana menundukkannya dengan kepiawaian
kekuatan pikiran
Berkat kekuatan ini, semoga engkau terberkahi dan
Berjaya.
Katvana kattham-udaram iva gabbhiniya
Cincaya dutthavacanam janakayamajjhe
Santena somavidhina jitava munindo
Tam tejasa bhavatu te jayamangalani.
Forming (i.e. enlarging) her belly with firewood like
unto a pregnant woman
The corrupt words of Cinca in the midst of people,
Through quiet means with calmness, the Lord of Sages won.
Through that power may there be victorious auspices to
you.
Setelah mengikat keratan kayu di perutnya agar tampak
seperti hamil
Cinca mengucap fitnah di tengah banyak orang
Raja para bijaksana mengalahkannya dengan tenang-damai
Berkat kekuatan ini, semoga engkau terberkahi dan
Berjaya.
Saccam vihaya matisaccakavadaketum
Vadabhiropitamanam atiandhabhutam
Pannapadipajalito jitava munindo
Tam tejasa bhavatu te jayamangalani.
Giving up truth, that Saccaka, hankering after
arguments as though like a banner
Fixing his mind on arguments fully blinded (to truth)
Shining with the lamp of wisdom, the Lord of Sages won.
Through that power may there be victorious auspices to
you.
Sekalipun menyimpang dari kebenaran namun merasa
dirinya sebagai acuan pengetahuan
Saccaka membumbungkan pandangan sesatnya dengan
membuta
Raja para bijaksana mengalahkannya dengan terang
pelita kebijaksanaan
Berkat kekuatan ini, semoga engkau terberkahi dan
Berjaya.
Nandopanandabhujagam vibudham mahiddhim
puttena therabhujagena damapayanto
iddh’upadesavidhina jitava munindo
Tam tejasa bhavatu te jayamangalani.
The naga Nandopananda very wise and of great psychic
power
Causing to be tamed by His son the elder who is like a
naga,
Through the method of psychic power and advice, the Lord
of Sages won.
Through that power may there be victorious auspices to
you.
Berkekuatan gaib luar biasa, naga Nandopananda
bersikap memusuhi
Diutuslah putra sang Moggalana Thera, yang berubah
menjadi naga untuk menjinakkannya
Raja para bijaksana menundukkannya dengan pengarahan
kekuatan dan nasehat
Berkat kekuatan ini, semoga engkau terberkahi dan
Berjaya.
Duggahaditthibhujagena sudatthahattham
Brahmam viduddhijuti middhibakabhidhanam
Nanagadena vidhina jitava munindo
Tam tejasa bhavatu te jayamangalani.
With his hand much bitten by the naga namely wrong views,
The brahma named Baka of clear sheen and psychic power,
Through the method of the medicine of knowledge, the Lord
of Sages won.
Through that power may there be victorious auspices to
you.
Bagaikan lengan yang dililit kuat oleh seekor ular,
demikian pandangan salah (yang dimiliki)
Brahma baka yang dikenal dengan cahaya kemurniannya
dan kekuatan yang hebat
Raja para bijaksana mengatasinya dengan peningkatan
pengetahuan
Berkat kekuatan ini, semoga engkau terberkahi dan
Berjaya.
Etapi buddhajayamangala atthagatha
Yo vacako dinadine sarate matandi
Hitvana neka vividhani c’upaddavani
Mokkham sukham adigameyya naro sapanno.
And these eight Buddha stanzas of victorious auspices,
He who recites daily and remembers without sloth,
Giving up various (troubles) and dangers,
That wise man would attain the happiness of release
Inilah 8 syair
berkah kejayaan sang Buddha
Barangsiapa yang mengucapkan dan merenungkannya dari
hari ke hari
Dan setelah mengatasi beraneka ragam halangan
Orang bijaksana ini akan mencapai kebebasan dan kebahagiaan.
Rabu, 09 Februari 2022
THE DIVINE MATRIX - Menyingkap Rahasia Alam Semesta
“Sains
tidak sanggup memecahkan misteri alam terbesar.
Dan
itu karena diakhir penelusuran kita adalah…bagian dari misteri yang hendak
dipecahkan.”
Max Planck (1858-1947), Fisikawan.
THE DIVINE MATRIX
“Ketika
kita memahami diri kita, kesadaran kita, kita turut
Memahami
semesta hingga keterpisahan pun sirna.”
Amit Goswami, Fisikawan.
Sebagaimana semua kehidupan dibentuk dari empat bahan dasar yang menciptakan DNA kita, alam semesta pun terdiri dari empat karakteristik Matriks Ilahi yang membuat segala sesuatu bisa bekerja sebagaimana mestinya. Kunci untuk memahami kekuatan Matriks berada pada kemampuan kita untuk merengkuh empat penemuan penting yang terkoneksi dengan kehidupan kita melalui cara yang belum pernah terjadi sebelumnya:
Penemuan
1:
Ada medan energi yang menghubungkan semua ciptaan.
Penemuan
2:
Medan energi tersebut berperan sebagai wadah, jembatan, dan cermin dari
keyakinan-keyakinan di dalam diri kita.
Penemuan
3:
Medan energi tersebut non-lokal dan holografis. Setiap bagian darinya
terkoneksi dengan setiap bagian lainnya, dan setiap bagian mencerminkan
keseluruhan dalam skala yang lebih kecil.
Penemuan
4:
Kita berkomunikasi dengan medan energi tersebut melalui bahasa emosi.
Kekuatan kitalah yang mengenali dan mengaplikasikan realitas-realitas itu, yang menentukan segala sesuatu mulai dari penyembuhan sampai kesuksesan hubungan dan karier kita. Pada akhirnya, ketahanan hidup kita sebagai spesies mungkin terkait secara langsung dengan kemampuan dan kemauan kita untuk menerapkan beberapa praktik yang lahir dari pandangan-dunia quantum ini.
Untuk menguraikan konsep-konsep besar dalam The Divine Matrix, saya menuliskannya ke dalam tiga bagian, masing-masing mengulas satu implikasi kunci dari setiap bidang. Alih-alih membuat kesimpulan di setiap akhir bab, saya memilih menggarisbawahi konsep-konsep penting sebagai rangkuman, menamai konsep tersebut sebagai “kunci” dengan nomor berurutan.
Selanjutnya, penjelasan singkat mengenai setiap bagian akan bisa sangat menbantu untuk menavigasi materi dan menemukan informasi yang berguna untuk segala hal, mulai dari referensi-referensi yang penting hingga inspirasi yang mendalam.
BAGIAN I
“Menyingkap Matriks Ilahi: Misteri yang Menghubungkan Segala Sesuatu”, mengeksplorasi pemahaman bahwa kita disatukan oleh satu medan energi yang menghubungkan segalanya. Pada Bab 1, saya mendeskripsikan sebuah eksperimen yang membawa para ilmuwan kembali ke masa 100 tahun silam dalam upaya menemukan medan energi tunggal. Di bagian ini pun saya mengulas riset abad ke-20 dalam fisika quantum, yang memaksa para ilmuwan untuk mengoreksi kembali eksperimen awal yang menyatakan bahwa segala sesuatu saling terpisah. Termasuk juga tiga eksperimen representatif yang mengajukan dokumentasi sains mutakhir terkait medan energi yang sebelumnya tidak terdeteksi. Secara singkat, penemuan ini membuktikan:
- DNA manusia memiliki efek langsung terhadap substansi yang membentuk dunia.
- Emosi manusia memiliki efek langsung terhadap DNA yang mempengaruhi substansi yang membentuk dunia.
- Koneksi antara emosi dan DNA melampaui batasan ruang-waktu. Efeknya akan tetap sama berapapun jaraknya.
Pada akhir Bagian I, barangkali akan timbul sedikit keraguan akan eksistensi Matriks Ilahi. Entah kita mendeskripsikannya dari perspektif spiritual ataupun sains, cukup jelas bahwa ada sesuatu di luar sana, sebuah medan energi yang menghubungkan semua yang kita lakukan serta semua yang kita miliki dan alami. Maka, pertanyaan logisnya adalah: “Apa yang harus kita lakukan dengan informasi ini?” dan “Bagaimana kita menggunakan Matriks Ilahi dalam kehidupan kita?”
BAGIAN II
“Jembatan antara Imajinasi dan Realitas: Cara Kerja Matriks Ilahi”, membahas makna hidup di dalam semesta yang bukan sekadar terkoneksi secara terbatas, melainkan segalanya terkoneksi secara holografis. Barangkali kekuatan subtil prinsip ini merupakan salah satu penemuan terhebat ilmu fisika abad ke-20, sekaligus penemuan yang paling sering tidak dimengerti dan diabaikan. Bagian ini sengaja dibuat non-teknis dan dirancang sebagai panduan tepat-guna untuk memahami misteri dari pengalaman-pengalaman yang kita alami bersama namun jarang kita sadari sepenuhnya.
Ketika kita melihat hidup kita dengan cara pandang bahwa segala sesuatu berada di semua tempat pada saat yang bersamaan, implikasinya sangat besar. Ini disebabkan oleh koneksi universal kita yang memampukan kita untuk mendukung, berbagi, dan berpartisipasi dalam kebahagiaan dan tragedi kehidupan di mana saja dan kapan saja. Lalu, bagaimana seharusnya kita memanfaatkan kemampuan ini? Jawabannya bermula dengan pemahaman bahwa sejatinya tidak ada “di sini” dan “di sana”, atau “nanti” dan “sekarang”. Berdasarkan perspektif bahwa kehidupan sebagai hologram yang terkoneksi secara universal, di sini telah ada di sana, dan nanti selalu berarti sekarang.
Tradisi-tradisi spiritual kuno mengingatkan kita bahwa dalam setiap momen kita membuat pilihan-pilihan, baik mengafirmasi atau menyangkal kehidupan kita. Setiap detik kita menempatkan diri kita dalam suatu cara yang mengisi atau mengosongkan hidup kita, menarik napas dalam-dalam dan meneguhkan kehidupan atau berpikir dan berbicara tentang orang lain dengan cara yang menghormati atau melecehkan.
Melalui kekuatan kesadaran non-lokal dan holografis, keputusan-keputusan yang tampak tidak signifikan memiliki konsekuensi yang melampaui tempat dan momen dari kehidupan kita. Akumulasi keputusan individual kita menjadi realitas kolektif kita. Inilah yang membuat penemuan ini menarik sekaligus menakutkan. Melalui pemahaman ini, kita bisa mengetahui:
- Mengapa harapan, pikiran, dan doa kita sesungguhnya telah tercapai.
- Bahwa kita tidak dibatasi tubuh kita atau “hukum-hukum” fisika.
- Bagaimana kita mendukung orang-orang tercinta di mana pun, mulai dari medan perang sampai ruang rapat, tanpa harus ke mana-mana.
- Bahwa kita benar-benar memiliki potensi untuk menyembuhkan secara instan.
- Bahwa sangat mungkin bagi kita untuk melihat melampaui ruang-waktu tanpa harus membuka mata.
BAGIAN III
“Pesan dari Matriks Ilahi: Hidup, Cinta, dan Penyembuhan dalam Kesadaran Quantum”, menggali secara langsung aspek-aspek praktis dari makna hidup dalam medan energi tunggal, seiring dengan bagaimana hal tersebut mempengaruhi berbagai kejadian dalam hidup kita. Dengan beberapa contoh tentang sinkronisasi dan kebetulan, tindakan penyembuhan yang intens, dan dampak dari koneksi kita yang paling intim, bagian ini berperan sebagai pola dasar untuk mengenali makna pengalaman-pengalaman serupa yang terjadi dalam hidup kita.
Melalui serangkaian kasus nyata, saya berbagi kekuatan, ironi, dan pemahaman yang jernih terkait bagaimana kejadian-kejadian yang sering dianggap tidak penting dalam hidup kita sesungguhnya adalah cerminan dari keyakinan-keyakinan terdalam diri kita sendiri. Dari beberapa contoh untuk menjelaskan koneksi ini, saya menyisipkan kisah nyata tentang bagaimana binatang peliharaan kita bisa memperlihatkan melalui tubuh mereka kondisi-kondisi fisik yang tidak kita sadari atau masih berkembang di dalam diri kita sendiri.
The Divine Matrix adalah hasil penelitian selama lebih dari dua puluh tahun, sekaligus perjalanan pribadi saya untuk memaknai rahasia besar yang terdapat dalam tradisi-tradisi yang paling kuno, mistis, dan kaya. Jika Anda selalu dirundung pertanyaan “Apakah kita benar-benar terkoneksi, dan jika iya, seberapa dalam koneksi tersebut?” dan “Seberapa besar kekuatan yang sebenarnya kita punya untuk mengubah dunia?”, maka Anda berjodoh dengan buku ini.
The Divine Matrix ditulis untuk Anda yang ingin menjembatani realitas masa lalu kita dengan harapan masa depan. Andalah yang mesti memaafkan dan menemukan welas asih di dunia yang menderita karena luka, prasangka, dan ketakutan. Kunci untuk bertahan hidup di masa sekarang adalah dengan menciptakan pola pikir baru pada saat kita masih hidup dalam kondisi yang mengancam eksistensi kita.
Pada akhirnya, kemampuan untuk memahami dan menerapkan “hukum-hukum” Matriks Ilahi merupakan kunci penyembuhan, kebahagiaan, dan keberlangsungan kita sebagai makhluk hidup.
20 KUNCI PENCIPTAAN REALITAS
Berikut adalah kunci-kunci yang merangkum inti buku ini. Secara terpisah, masing-masing menarik. Secara kolektif, poin-poin itu menceritakan sebuah kisah pengingat tentang kemampuan kita untuk mencipta. Kunci-kunci tersebut bisa dianggap sebagai perangkat-lunak yang digunakan komputer kesadaran untuk menciptakan realitas, alias kode perubahan kita. Dan seperti kode lainnya, urut-urutan kunci-kunci ini disusun dengan alasan tertentu. Sederhananya, sebagaimana kita harus punya semua bahan sebelum mulai memanggang kue, kunci-kunci penciptaan realitas ini hanya bekerja bila setiap langkah dipahami dan tersedia bagi kita saat dibutuhkan.
Saat berpikir tentang kunci-kunci ini, saya teringat pada urutan pengetahuan yang dijabarkan dalam buku misterius ketiga Kabbalah, Sepher Yetzirah. Dalam uraian tentang bagaimana semesta tercipta, penulis buku yang misterius itu mengajak pembaca mempertimbangkan setiap langkah penciptaan satu demi satu. Dengan demikian, pembaca bisa menempatkan masing-masing langkah sesuai kedudukannya. “Periksa setiap langkah, selidiki setiap langkah”, kata teks kuno itu. “Buatlah masing-masing langkah berdiri di atas esensinya”
Dengan cara yang sama, saya mengajak Anda untuk mempertimbangkan kunci-kunci berikut ini secara terpisah. Biarkan masing-masing darinya bermanfaat sebagai agen perubahan yang kuat. Terus berjalan hingga langkahnya tampak masuk akal bagi Anda. Secara serentak, langkah ini bisa menjadi kode Anda untuk mengubah diri Anda sendiri dan dunia.
20 Kunci Penciptaan Berkesadaran:
Kunci
1
: Matriks Ilahi adalah wadah yang
menampung alam semesta, jembatan di antara
segala sesuatu, dan cermin yang
memperlihatkan apa yang telah kita ciptakan.
Kunci
2
: Semua yang ada di dunia terkoneksi dengan segala sesuatu lainnya.
Kunci
3
: Untuk menarik kekuatan semesta, kita harus melihat diri kita sebagai bagian dari dunia dan bukan terpisah darinya.
Kunci
4
: Sekali sesuatu pernah menyatu, ia akan
selalu terkoneksi dengan kesatuannya, baiksecara fisik ataupun tidak.
Kunci
5
: Seni memfokuskan kesadaran adalah tindakan penciptaan. Kesadaran mampu
mencipta!
Kunci
6
: Kita memiliki semua kekuatan yang dibutuhkan untuk menciptakan seluruh
perubahan yang kita kehendaki!
Kunci
7
: Fokus dari kesadaran menjadi realitas dunia kita.
Kunci
8
: Sekadar berkata bahwa kita memilih
realitas baru tidaklah cukup!
Kunci
9
: Rasa adalah bahasa yang “berbicara” kepada Matriks Ilahi. Rasakan seolah tujuan Anda telah
tercapai dan doa Anda telah terkabul.
Kunci
10
: Tidak sembarang rasa bisa mencipta. Rasa yang bisa mencipta hanyalah yang
tanpa ego dan penilaian.
Kunci
11
: Dalam hidup, kita harus menjadi
hal-hal yang kita pilih untuk dialami
sebagai dunia kita.
Kunci
12
: Kita tidak terikat hukum-hukum fisika sebagaimana yang kita ketahui saat ini.
Kunci
13
: Di dalam “sesuatu” yang holografis, setiap bagian mencerminkan
keseluruhannya.
Kunci
14
: Hologram kesadaran yang terkoneksi secara universal memungkinkan harapan dan
doa kita seketika sampai di tujuan
begitu kita menghendakinya.
Kunci
15
: Melalui hologram kesadaran, perubahan kecil dalam hidup kita terpantul di
mana-mana di seluruh penjuru dunia.
Kunci
16
: Jumlah minimal orang yang dibutuhkan untuk menginisiasi perubahan kesadaran
adalah √1% dari populasi.
Kunci
17
: Matriks Ilahi berfungsi sebagai cermin atas hubungan-hubungan yang kita
ciptakan melalui keyakinan kita.
Kunci
18
: Akar dari perasaan “negatif” kita bisa direduksi menjadi satu sampai tiga
ketakutan universal (atau gabungannya): pengabaian, rendah diri, atau kurangnya
kepercayaan.
Kunci
19
: Keyakinan-keyakinan kita tercermin dalam hubungan-hubungan kita yang paling
intim.
Kunci 20 : Dalam hidup, kita mesti menjadi hal-hal utama yang kita pilih untuk dialami di dunia kita.
Para mistikus kuno telah mengingatkan kita, dan eksperimen-eksperimen modern telah membuktikan kepada nalar kita, bahwa kekuatan tunggal mahabesar di dalam semesta bersemayam dalam diri kita. Dan inilah rahasia penciptaan itu sendiri: kekuatan untuk mencipta pada dunia yang diimajinasikan dalam keyakinan-keyakinan kita. Meskipun terdengar terlalu sederhana untuk menjadi nyata, saya percaya alam semesta bekerja dengan cara demikian.
Saat pujangga sufi Jalaluddin Rumi bertutur betapa kita takut pada keabadian kita sendiri, barangkali maksud sesungguhnya adalah, kemampuan untuk memilh keabadian itulah yang membuat kita takut.
Sebagaimana murid-murid dalam puisi Cristopher Logue pada bagian pendahuluan yang hanya butuh perubahan kecil untuk bisa terbang, kita pun mungkin perlu sedikit perubahan saja untuk melihat bahwa kitalah arsitek dunia dan takdir kita sendiri, pelukis kosmik yang mengekspresikan keyakinan di dalam diri pada kanvas semesta. Jika kita mampu mengingat bahwa kita adalah karya seni sekaligus sang seniman, lukisan sekaligus sang pelukis, maka kita juga bisa mengingat bahwa kita adalah benih keajaiban sekaligus keajaiban itu sendiri. Jika kita sanggup menciptakan perubahan kecil tersebut, kita telah pulih dalam Matriks Ilahi dan menjalani kehidupan sebagai pribadi yang mandiri.
TENTANG PENULIS
Gregg Braden adalah penulis terlaris New York Time yang banyak meneliti peran
spiritualitas dalam teknologi. Ia dianggap sebagai pelopor utama dalam menjembatani
sains dan spiritualitas. Selama lebih dari dua puluh tahun ia meneliti
desa-desa di pegunungan tinggi, biara-biara terpencil, kuil-kuil kuno dan
naskah-naskah yang terlupakan untuk menemukan rahasia-rahasia abadi di
dalamnya. Antara 1998 dan 2005, ia berkelana ke berbagai kuil di Tibet pusat dan
mengungkapkan bentuk doa yang terlupakan, yang hilang saat penyuntingan Alkitab
pada masa awal gereja Kristen. Melalui buku-buku yang penuh terobosan, Gregg
membangkitkan yang terbaik dari dalam diri kita, menginspirasi gairah terdalam
kita dengan sejumlah wahana untuk membangun dunia yang lebih indah. The Divine Matrix adalah karya
termasyurnya yang memenangkan Nautilus Book Award Gold & Silver Medal untuk
kategori sains dan kosmologi.
Kamis, 27 Januari 2022
112 Teknik Meditasi - TEKNIK KESEMBILANBELAS
19.
(WITHOUT SUPPORT FOR FEET OR HANDS, SIT
ONLY ON THE BUTTOCKS. SUDDENLY, THE CENTERING) TANPA DUKUNGAN DARI KAKI ATAU TANGAN, DUDUKLAH HANYA DI ATAS BOKONG.
TIBA-TIBA, (TERJADI) PEMUSATAN.
Teknik ini telah digunakan oleh pemeluk Tao di Cina
selama berabad-abad, dan ini adalah teknik yang indah - salah satu yang paling
mudah. Coba ini: TANPA DUKUNGAN DARI KAKI ATAU TANGAN, DUDUKLAH HANYA DI ATAS BOKONG.
TIBA-TIBA, (TERJADI) PEMUSATAN.
Apa yang harus dilakukan? Engkau akan membutuhkan
dua hal. Pertama, tubuh yang sangat sensitif, yang tidak engkau miliki. Engkau
memiliki tubuh yang mati; itu hanya beban yang harus dibawa - tidak sensitif.
Pertama engkau harus membuat tubuhmu sensitif; jika tidak, teknik ini tidak
akan bekerja. Jadi pertama aku akan memberitahumu sesuatu tentang bagaimana
untuk membuat tubuhmu sensitif, dan terutama bokong, karena biasanya bokong
adalah bagian paling sensitif di tubuhmu. Mereka harus demikian. Mereka harus
demikian karena engkau duduk sepanjang hari di atas bokongmu. Jika mereka
terlalu sensitif, itu akan sulit.
Jadi bokongmu tidak sensitif - mereka harus
demikian. Sama seperti telapak kaki, mereka tidak sensitif. Terus menerus duduk
di atas mereka, engkau tidak pernah merasa engkau sedang duduk di atas
bokongmu. Pernahkah engkau merasakannya sebelum ini? Sekarang engkau dapat
merasa engkau sedang duduk di atas bokongmu, tetapi engkau tidak pernah
merasakan itu sebelumnya - dan engkau telah duduk di atas bokongmu seumur
hidupmu, tanpa pernah menyadarinya. Fungsi mereka adalah sedemikian rupa sehingga
mereka tidak bisa menjadi sangat sensitif.
Jadi pertama-tama engkau harus membuat mereka
sensitif. Cobalah salah satu metode yang sangat mudah. Dan metode ini dapat
dilakukan untuk bagian manapun dari tubuh; maka tubuh akan menjadi sensitif.
Duduk saja di kursi, santai, dan tutuplah matamu. Rasakan tangan kiri atau
tangan kananmu – yang mana saja. Rasakan tangan kirimu. Lupakan keseluruhan
tubuh dan rasakan saja tangan kiri. Semakin engkau merasakan itu, semakin
tangan kirimu akan menjadi berat.
Teruskan merasakan tangan kiri. Lupakan seluruh
tubuh, hanya terus merasakan tangan kirimu seolah-olah engkau hanya terdiri
dari tangan kiri. Tangan itu akan terus menjadi lebih dan lebih dan lebih
berat. Begitu itu terus menjadi berat, teruslah merasakan itu menjadi lebih
berat. Kemudian cobalah untuk merasakan apa yang terjadi di tangan. Sensasi apa
pun, catatlah: sensasi apa pun, sentakan apa pun, gerakan kecil apa pun – catatlah
di dalam pikiran bahwa hal ini terjadi. Dan terus lakukan itu setiap hari
selama setidaknya tiga minggu. Di saat mana pun sepanjang hari, lakukan itu
selama sepuluh menit, lima belas menit. Rasakan saja tangan kiri dan lupakan
seluruh tubuhmu.
Dalam waktu tiga minggu, engkau akan merasa engkau
memiliki tangan kiri baru, atau tangan kanan baru. Ini akan menjadi sangat
sensitif. Dan engkau akan menyadari sensasi yang sangat kecil dan halus di
tangan.
Ketika engkau berhasil dengan tangan, kemudian
cobalah dengan bokong. Lalu cobalah: tutuplah matamu dan rasakan bahwa hanya dua
bokong yang ada; engkau tidak lagi ada. Biarkan seluruh kesadaranmu pergi ke
bokong. Ini tidak sulit. Jika engkau mencobanya, itu indah. Dan perasaan gairah
yang datang ke dalam tubuh itu sendiri sangat bahagia. Kemudian, ketika engkau
bisa merasakan bokong dan mereka dapat menjadi sangat sensitif, ketika engkau
bisa merasakan apa pun yang terjadi di dalam - gerakan kecil, sedikit rasa
sakit atau apa pun - maka engkau dapat mengamati dan engkau bisa mengetahuinya.
Maka kesadaranmu tergabung ke bokong.
Pertama kali cobalah dengan tangan. Karena tangan
itu sangat sensitif, mudah. Setelah engkau mendapatkan kepercayaan diri bahwa
engkau bisa menjadi peka akan tanganmu, kepercayaan diri ini akan membantumu
untuk menjadi peka akan bokongmu. Kemudian lakukan teknik ini. Jadi engkau akan
membutuhkan setidaknya enam minggu sebelum engkau dapat memasuki teknik ini -
tiga minggu dengan tanganmu dan kemudian tiga minggu dengan bokongmu, hanya
membuat mereka lebih dan lebih sensitif.
Berbaring di tempat tidur, lupakanlah seluruh tubuh.
Ingatlah saja bahwa hanya dua bokong yang tersisa. Rasakan sentuhan - seprai,
rasa dingin atau kehangatan yang datang perlahan. Rasakanlah itu. Berbaringlah
di bak mandimu, lupakan tubuh. Ingat hanya bokong - rasakan. Berdiri menyandar ke
satu tembok dengan bokongmu menyentuh dinding - rasakan dinginnya dinding.
Berdiri dengan kekasihmu, dengan istri atau suami, bokong ke bokong – rasakan
yang lain melalui bokong. Ini hanya untuk "menciptakan" bokongmu,
untuk membawa mereka ke situasi di mana mereka mulai merasa.
Kemudian lakukan teknik ini: TANPA DUKUNGAN DARI KAKI
ATAU TANGAN ... Duduk di tanah. TANPA DUKUNGAN DARI KAKI ATAU TANGAN, DUDUKLAH
HANYA DI ATAS BOKONG. Postur duduk Sang Buddha bisa dilakukan; PADMASANA (sikap
duduk teratai) bisa dilakukan. Atau SIDDHASANA (sikap duduk para siddha) bisa
dilakukan, atau asana biasa, tetapi itu baik untuk tidak menggunakan tanganmu.
Teruslah saja di atas bokong; duduk hanya di atas bokong. Lalu apa yang harus
dilakukan? Tutuplah saja matamu. Rasakan bokong menyentuh tanah. Dan karena
bokong telah menjadi sensitif, engkau akan merasa bahwa satu bokong menyentuh
lebih (dari yang lain). Engkau bersandar pada satu bokong, dan yang lainnya
menyentuh lebih sedikit. Kemudian pindahkan tumpuan ke yang lain. Segera pindah
ke yang lain; kemudian pindah ke yang pertama. Teruslah bergerak dari satu ke
yang lain, dan kemudian belakangan, keseimbangan terjadi.
Menyeimbangkan berarti bahwa kedua bokongmu
merasakan yang sama. Berat badanmu pada kedua bokong adalah persis sama. Dan
ketika bokongmu sensitif, ini tidak akan sulit, engkau akan merasakannya.
Setelah kedua bokong seimbang, TIBA-TIBA, (TERJADI) PEMUSATAN. Dengan keseimbangan
itu, tiba-tiba engkau akan terlempar ke pusat pusarmu, dan engkau akan terpusat
di dalam. Engkau akan melupakan bokong, engkau akan melupakan tubuh. Engkau
akan terlempar ke pusat batin.
Itulah sebabnya aku katakan pusat itu tidak
bermakna, tetapi pemusatan itu bermakna - apakah itu terjadi di jantung atau di
kepala atau di bokong, atau di mana saja. Engkau telah melihat Buddha duduk.
Engkau mungkin tidak pernah membayangkan bahwa mereka telah menyeimbangkan
bokong mereka. Engkau pergi ke sebuah kuil dan melihat Mahavira duduk, Buddha
duduk; engkau mungkin tidak pernah membayangkan bahwa duduk ini hanya
meyeimbangkan pada bagian bokong. Hal ini – dan ketika tidak ada ketidak-seimbangan,
tiba-tiba keseimbangan itu memberikanmu pemusatan.
Berkah Dalem Gusti.