Tampilkan postingan dengan label Vigyana Bhairava Tantra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vigyana Bhairava Tantra. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Februari 2025

TEKNIK KEDUA PULUH DUA


Sumber: Pinterest

MENUJU KESEJATIAN DI DALAM DIRI YANG TAK TERSENTUH….

 

22. (LET ATTENTION BE AT A PLACE WHERE YOU ARE SEEING SOME PAST HAPPENING, AND EVEN YOUR FORM, HAVING LOST ITS PRESENT CHARACTERISTICS, IS TRANSFORMED)

BIARKAN PERHATIAN TERTUJU PADA SUATU TEMPAT DI MANA ENGKAU MELIHAT KEJADIAN MASA LALU, DAN BAHKAN WUJUDMU, SETELAH KEHILANGAN KARAKTERISTIKNYA SAAT INI, TERJADILAH TRASFORMASI.

 

Engkau sedang mengingat masa lalumu – kejadian manapun. Masa kecilmu, hubungan cintamu, kematian ayah atau ibumu ... apa pun. Lihatlah itu, tapi jangan terlibat di dalamnya. Ingatlah itu seolah-olah engkau sedang mengingat kehidupan orang lain. Dan ketika kejadian ini sedang difilmkan lagi, di layar lagi, jadilah penuh perhatian, sadar, menjadi saksi, tetaplah menjauh. Sosokmu yang lampau akan berada di dalam film, dalam cerita.

Jika engkau mengingat hubungan cintamu, cinta pertamamu, engkau akan berada di sana dengan kekasihmu; sosokmu yang lampau akan berada di sana dengan kekasihmu. Engkau tidak dapat mengingat sebaliknya. Lepaskanlah dari sosokmu yang lampau. Lihatlah seluruh fenomena seperti jika orang lain yang sedang mencintai orang lain, seolah-olah semuanya bukan milikmu. Engkau hanya saksi, seorang pengamat.

Ini adalah teknik yang sangat, sangat mendasar. Ini telah banyak digunakan, terutama oleh Buddha. Ada banyak bentuk teknik ini; engkau dapat menemukan caramu sendiri untuk melakukannya. Misalnya, ketika engkau hampir tertidur di malam hari, hampir siap untuk jatuh ke dalam tidur, putarlah kembali memorimu sepanjang hari. Jangan mulai dari pagi hari. Mulailah tepat dari tempat engkau berada, hanya di tempat tidur – benda terakhir - dan mundurlah. Kemudian mundur lagi, langkah demi langkah, sampai ke pengalaman pertama di pagi hari ketika engkau pertama kali terjaga. Kembalilah, dan ingatlah terus bahwa engkau tidak terlibat.

Misalnya, pada sore harinya seseorang menghinamu. Lihatlah dirimu sendiri, sosokmu sendiri, dihina oleh seseorang, tetapi engkau tetap hanya sebagai pengamat. Jangan terlibat; jangan marah lagi. Jika engkau marah lagi, maka engkau teridentifikasi. Maka engkau telah melewatkan tujuan meditasi ini. Janganlah marah. Dia tidak menghinamu, ia menghina sosokmu yang di sore hari. Sosok yang telah pergi sekarang.

Engkau hanyalah seperti suatu sungai yang mengalir: bentuk yang sedang mengalir. Di masa kecilmu, engkau memiliki satu bentuk, dan sekarang engkau tidak memiliki bentuk itu lagi; bentuk itu telah pergi. Seperti sungai, engkau berubah terus menerus. Jadi ketika di malam hari engkau bermeditasi mundur tentang kejadian seharian, ingatlah bahwa engkau saksi – janganlah menjadi marah. Seseorang memuji engkau – janganlah menjadi gembira.

Lihatlah keseluruhannya seperti jika engkau menonton suatu film biasa saja, tanpa peduli. Dan mundur itu sangat membantu, terutama untuk mereka yang memiliki masalah dengan tidur.

Jika engkau memiliki masalah dengan tidur, insomnia, tidak tidur, jika engkau merasa sulit untuk tidur, ini akan sangat membantu. Mengapa? Karena ini adalah mengistirahatkan pikiran. Ketika engkau berpikir mundur engkau menguraikan pikiran. Di pagi hari engkau mulai memutar pikiran, dan pikiran menjadi kusut di banyak hal, di banyak tempat. Belum selesai dan tak lengkap, banyak hal akan tertinggal di pikiran, dan tak ada waktu untuk menyelesaikan mereka di saat mereka terjadi.

Jadi di malam hari kembalilah (berpikir mundur). Ini adalah proses penguraian. Dan ketika engkau sampai ke pagi harinya saat engkau terbaring di tempat tidur, hal pertama di pagi hari, engkau akan kembali memiliki pikiran yang segar, sesegar yang engkau miliki di pagi hari. Dan kemudian engkau bisa tertidur seperti anak kecil.

Engkau dapat menggunakan teknik berpikir mundur ini untuk seluruh hidupmu juga. Mahavira sangat sering menggunakan teknik ini. Dan sekarang ada gerakan di Amerika yang disebut Dianetics. Mereka menggunakan metode ini dan mendapatinya sangat, sangat berguna. Gerakan ini, Dianetics, mengatakan bahwa semua penyakitmu hanyalah mabuk dari masa lalu. Dan mereka benar. Jika engkau bisa mundur dan menguraikan seluruh hidupmu, dengan penguraian itu banyak penyakit akan hilang sepenuhnya. Dan ini telah dibuktikan oleh begitu banyak kejadian yang berhasil; ada begitu banyak kasus yang berhasil sekarang.

Begitu banyak orang menderita penyakit tertentu, dan tidak ada yang membantu baik secara fisiologis, maupun medis; penyakit ini terus berlanjut. Penyakitnya tampaknya psikologis. Apa yang harus dilakukan dengannya? Mengatakan kepada seseorang bahwa penyakitnya itu adalah psikologis tidak akan membantu. Sebaliknya, mungkin malah berbahaya, karena tidak ada orang yang merasa nyaman ketika engkau memberitahunya bahwa penyakitnya adalah psikologis. Apa yang bisa dia lakukan? Dia merasa tak berdaya.

Pikiran mundur adalah metode ajaib. Jika engkau kembali perlahan-lahan – perlahan-lahan mengurai pikiran sampai saat pertama kali ketika penyakit ini terjadi - jika pelan-pelan engkau kembali ke saat engkau pertama kalinya diserang oleh penyakit ini, jika engkau dapat mengurai sampai saat itu, engkau akan tahu bahwa penyakit ini pada dasarnya adalah sekelompok hal-hal tertentu lainnya, hal-hal psikologis tertentu. Dengan berpikir mundur hal-hal itu akan muncul ke permukaan.

Jika engkau melewati saat itu ketika penyakit pertama kali menyerangmu, tiba-tiba engkau akan menjadi sadar apa faktor psikologis yang berkontribusi untuk itu. Dan engkau tidak melakukan apa-apa, engkau hanya menyadari faktor-faktor psikologis ini dan berpikir mundur. Banyak penyakit menghilang begitu saja darimu karena kelompok hal psikologis itu rusak. Bila engkau telah menjadi sadar tentang itu, maka dia tidak diperlukan lagi, engkau dibersihkan darinya, dihapuskan.

Ini adalah katarsis (memurnikan emosi) mendalam. Dan jika engkau dapat melakukannya setiap hari, engkau akan merasakan kesehatan yang baru, kesegaran baru datang padamu. Dan jika kita bisa mengajarkan anak-anak untuk melakukannya setiap hari, mereka tidak akan pernah terbebani oleh masa lalu mereka. Mereka tidak pernah perlu pergi ke masa lalu, mereka akan selalu di sini dan sekarang. Tidak akan ada yang menggantung; tidak akan ada yang membayangi mereka dari masa lalu.

Engkau dapat melakukannya setiap hari. Ini akan memberimu wawasan baru untuk berpikir mundur melalui sepanjang hari. Pikiran ingin memulai dari pagi hari, tapi ingatlah, dengan itu malah tidak ada penguraian. Sebaliknya, seluruh hal ini akan ditekankan kembali. Jika engkau mulai dari pagi hari, engkau melakukan hal yang sangat salah.

Ada banyak yang disebut “guru” di India yang menyarankan untuk melakukannya – untuk merenungkan kejadian sepanjang hari - dan mereka selalu mengatakan untuk melakukannya lagi dari pagi. Itu salah dan berbahaya, karena engkau menekankan kembali semuanya dan perangkap itu akan diperdalam. Jangan pernah memulai dari pagi sampai malam hari, selalu mundur. Hanya begitulah maka engkau dapat membersihkan semuanya, menyingkirkan semuanya. Pikiran ingin memulai dari pagi hari karena mudah:  pikiran tahu itu dan tidak ada masalah. Jika engkau mulai berpikir mundur, tiba-tiba engkau akan merasa engkau telah melompat ke pagi hari dan engkau sudah mulai berpikir maju lagi. Jangan lakukan itu – sadarilah, dan mundur.

Engkau dapat melatih pikiranmu untuk mundur melalui hal-hal lain juga. Mundurlah dari 100 - 99, 98, 97 ... mundur. Mulai dari seratus sampai satu, mundur. Engkau akan merasa kesulitan karena pikiran memiliki kebiasaan untuk bergerak dari 1 ke 100, tidak pernah dari 100 ke 1.

Dengan cara yang sama engkau harus pergi mundur dengan teknik ini. Apa yang akan terjadi? Mundurlah, uraikan pikiran, engkau adalah saksi. Engkau melihat hal-hal yang terjadi padamu, tapi sekarang mereka tidak sedang terjadi padamu. Sekarang engkau hanya pengamat dan mereka sedang terjadi di layar pikiran.

Saat melakukan ini setiap hari, tiba-tiba suatu hari engkau akan menyadari pada siang hari, saat bekerja di pasar, di kantor atau di mana saja, bahwa engkau dapat menjadi saksi atas peristiwa yang terjadi sekarang. Jika engkau dapat menjadi saksi nantinya, dan melihat kembali seseorang yang telah menghinamu tanpa menjadi marah tentang hal itu, mengapa tidak sekarang, apa yang saat ini terjadi?

Seseorang menghinamu: apa susahnya? Engkau dapat menarik dirimu ke samping saat ini juga dan engkau dapat melihat bahwa seseorang sedang menghinamu, dan engkau berbeda dari tubuhmu, dari pikiranmu, dari apapun yang sedang dihina. Engkau dapat menyaksikannya. Jika engkau dapat menjadi saksi untuk ini, engkau tidak akan menjadi marah; karena itu tidak mungkin. Kemarahan hanya mungkin bila engkau teridentifikasi. Jika engkau tidak teridentifikasi, kemarahan adalah mustahil - marah berarti identifikasi.

Teknik ini mengatakan, lihatlah pada kejadian manapun di masa lalu - wujudmu akan berada di sana. Sutra mengatakan wujudmu, bukan engkau. Engkau tidak pernah ada disana. Selalu wujudmu yang terlibat; engkau tidak pernah terlibat. Ketika engkau menghinaku, engkau tidak menghina Aku. Engkau tidak bisa menghina Aku, engkau hanya dapat menghina wujudnya. Wujud, yang kumiliki di sini dan sekarang untukmu. Engkau dapat menghina wujud itu dan aku dapat melepaskan diri dari wujudnya. Itulah sebabnya orang Hindu selalu bersikeras untuk terlepas dari nama dan wujud. Engkau bukanlah nama atau wujudmu. Engkau adalah kesadaran yang tahu wujud dan nama, dan kesadaran itu berbeda, sama sekali berbeda.

Tetapi ini sulit. Jadi mulailah dengan masa lalu, maka itu menjadi mudah, karena kini, hal masa lalu tidaklah mendesak. Seseorang menghinamu dua puluh tahun yang lalu, jadi tidak ada yang mendesak di dalamnya. Pria itu mungkin telah meninggal dan semuanya selesai.

Ini hanya urusan yang sudah berakhir, selesai di masa lalu; mudah untuk menyadarinya. Tapi begitu engkau bisa menyadarinya, tidak ada kesulitan dalam melakukan hal yang sama dengan apa yang terjadi di sini dan sekarang.

Tetapi untuk memulai dari sini dan sekarang itu sulit. Masalahnya adalah begitu mendesak dan begitu dekat sehingga tidak ada ruang untuk bergerak. Sulit untuk menciptakan ruang dan menjauh dari kejadian tersebut. Itulah sebabnya sutra mengatakan untuk memulai dengan masa lalu: melihat wujudmu sendiri, melepaskan, berdiri menjauh dan berbeda, dan berubah melaluinya.

Engkau akan berubah melaluinya karena itu adalah pembersihan yang dalam, sebuah penguraian. Kemudian engkau bisa tahu bahwa tubuhmu, pikiranmu, keberadaanmu dalam waktu bukanlah kenyataan dasar milikmu. Kenyataan yang kukuh itu berbeda. Peristiwa datang dan pergi melewatinya tanpa menyentuhnya sedikit pun. Engkau tetap tidak bersalah, utuh; engkau tetap perawan. Semua kejadian berlalu, seluruh kehidupan berlalu: baik dan buruk, keberhasilan dan kegagalan, pujian dan celaan - semuanya berlalu. Penyakit dan kesehatan, masa muda dan usia tua, kelahiran dan kematian – semuanya berlalu, dan engkau tak tersentuh olehnya.

Tetapi bagaimana untuk mengetahui kenyataan yang utuh ini dalam dirimu? Itulah tujuan dari teknik ini. Mulailah dari masa lalu. Ada jarak ketika engkau melihat masa lalumu; cara pandang itu menjadi mungkin. Atau lihatlah masa depan. Tapi untuk melihat masa depan itu sulit. Hanya bagi sedikit orang saja mengamati masa depan itu tidak sulit – bagi penyair, bagi orang-orang dengan imajinasi yang dapat melihat ke masa depan seolah-olah mereka sedang melihat realitas. Tapi biasanya masa lalu adalah baik untuk digunakan; engkau dapat melihat ke masa lalu. Untuk orang yang masih muda mungkin itu baik untuk melihat ke masa depan. Hal ini lebih mudah bagi mereka untuk melihat ke masa depan karena masa muda adalah berorientasi masa depan.

Untuk orang-orang tua tidak ada masa depan kecuali kematian. Mereka tidak bisa melihat ke masa depan; mereka takut. Itulah mengapa orang tua selalu mulai berpikir tentang masa lalu. Mereka selalu pergi lagi dan lagi ke kenangan mereka, tapi mereka melakukan kesalahan yang sama. Mereka mulai dari masa lalu menuju keadaan mereka sekarang – itu salah, mereka harus berpikir mundur.

Jika mereka bisa pergi mundur berkali-kali, perlahan-lahan mereka akan merasa bahwa seluruh masa lalu mereka hanyut dari mereka. Dan kemudian seseorang bisa mati tanpa masa lalu melekat padanya. Jika engkau bisa mati tanpa masa lalu melekat padamu, engkau akan mati secara sadar; engkau akan mati dengan sadar sepenuhnya. Maka kematian bukanlah kematian untukmu. Sebaliknya, kematianmu akan menjadi pertemuan dengan kekekalan.

Bersihkanlah seluruh kesadaran kedalam masa lalu, dan kesadaranmu akan berubah melaluinya. Cobalah ini. Metode ini tidak terlalu sulit, hanya usaha yang terus menerus diperlukan; tidak ada kesulitan dalam metode ini. Hal ini sederhana, dan engkau dapat mulai dengan harimu. Malam ini di atas tempat tidurmu berpikirlah mundur, dan engkau akan merasa sangat indah, engkau akan merasa sangat bahagia. Dan kemudian keseluruh hari akan berlalu. Tapi jangan terburu-buru, lewatilah itu dengan lambat sehingga tidak ada yang terlewatkan. Rasanya sangat aneh, karena banyak hal akan muncul di depan matamu. Banyak hal yang benar-benar luput saat melewati hari karena engkau terlalu banyak terlibat. Tapi pikiran terus mengumpulkan bahkan ketika engkau tidak menyadarinya.

Engkau sedang melewati jalan. Seseorang bernyanyi, tapi engkau mungkin tidak meperhatikannya. Engkau mungkin bahkan tidak menyadari bahwa engkau telah mendengar suaranya, begitu lewat di jalan. Tapi pikiran telah mendengar dan merekamnya. Kini ia akan melekat; akan menjadi beban yang tidak perlu bagimu. Jadi kembalilah, tapi lakukanlah dengan sangat lambat, seolah-olah sebuah film sedang ditampilkan kepadamu dalam gerakan sangat lambat. Kembalilah dan lihatlah detilnya, dan kemudian satu harimu akan terlihat sangat, sangat lama. Ini sesungguhnya karena untuk pikiran telah ada begitu banyak informasi, dan pikiran telah mencatat segalanya. Sekarang kembalilah.

Perlahan-lahan engkau akan menjadi mampu untuk mengetahui segala sesuatu yang telah direkam. Dan sekali engkau bisa kembali, itu adalah seperti tape recorder: itu akan dihapus. Pada saat engkau akan mencapai pagi harinya, engkau akan tertidur, dan kualitas tidurmu akan berbeda - itu akan menjadi meditatif. Kemudian lagi, di pagi hari ketika engkau merasa bahwa engkau telah terbangun, jangan buka matamu segera. Berpikirlah mundur ke malam sebelumnya.

Ini akan sulit pada awalnya. Engkau mungkin maju selangkah. Beberapa bagian, beberapa fragmen dari mimpi yang engkau mimpikan sebelum tidur berakhir mungkin datang ke pikiranmu. Tetapi perlahan-lahan, dengan upaya bertahap, engkau akan dapat menembus lebih dalam dan terus dan seterusnya, dan setelah masa tiga bulan engkau akan mampu bergerak mundur ke titik ketika engkau tertidur. Dan jika engkau bisa berpikir mundur jauh di dalam tidurmu, kualitas tidur dan bangun akan berubah sepenuhnya, karena engkau tidak bisa bermimpi; bermimpi akan menjadi sia-sia. Jika engkau bisa berpikir mundur di siang dan di malam hari, bermimpi tidak diperlukan.

Sekarang psikolog mengatakan bahwa mimpi adalah sebenarnya suatu penguraian (pikiran). Jika engkau sendiri telah melakukannya, maka tidak perlu lagi. Semua hal yang telah tergantung di pikiran, semua hal yang tetap tidak terpenuhi, tidak lengkap, berusaha untuk menyelesaikannya sendiri dalam mimpi.

Engkau lewat dan engkau telah melihat sesuatu - sebuah rumah yang indah - dan sebuah keinginan halus muncul di dalam dirimu untuk memilikinya. Tapi engkau akan pergi ke kantor dan tidak ada waktu untuk melamun, sehingga engkau hanya lewat. Engkau bahkan tidak menyadari bahwa pikiran telah menciptakan keinginan untuk memiliki rumah ini. Tapi sekarang keinginan itu tergantung di sana, ditangguhkan, dan jika itu tidak dapat dihapus akan sulit untuk tidur.

Kesulitan tidur pada dasarnya hanya satu hal, bahwa harimu masih menggantung di atasmu dan engkau tidak dapat dibebaskan darinya. Engkau melekat padanya. Kemudian di malam hari engkau akan bermimpi bahwa engkau menjadi pemilik rumah ini – sekarang engkau tinggal di rumah ini. Saat mimpi ini datang, pikiranmu menjadi lega.

Jadi biasanya orang berpikir bahwa mimpi adalah gangguan tidur - itu benar-benar salah. Mimpi tidak menganggu tidurmu. Mereka tidak mengganggu tidurmu, mereka benar-benar membantu; tanpa mereka engkau tidak bisa tidur sama sekali. Seperti engkau tidak dapat tidur tanpa mimpi, karena mimpimu membantu menyelesaikan hal-hal yang tidak lengkap.

Dan ada hal-hal yang tidak dapat diselesaikan. Pikiranmu terus menginginkan keinginan yang mustahil, dan mereka tidak dapat diselesaikan dalam kenyataannya, jadi apa yang harus dilakukan? Keinginan-keinginan yang tidak lengkap ini masuk ke dalam dirimu, dan mereka membuatmu berharap, mereka membuatmu berpikir. Jadi apa yang harus dilakukan? Engkau telah melihat seorang wanita cantik dan engkau tertarik padanya. Sekarang keinginan telah muncul untuk memilikinya. Ini mungkin tidak bisa, wanita itu mungkin bahkan tidak melihatmu. Jadi apa yang harus dilakukan? Mimpi akan membantumu.

Dalam mimpi engkau dapat memiliki wanita itu, dan kemudian pikiran menjadi lega. Sejauh menyangkut pikiran, tidak ada perbedaan antara mimpi dan kenyataan. Apa bedanya? Mencintai wanita dalam kenyataan dan mencintai seorang wanita dalam mimpi, apa perbedaannya bagi pikiran? Tidak ada bedanya. Atau ini mungkin perbedaannya, bahwa fenomena mimpi mungkin lebih indah, karena kemudian wanita itu tidak akan mengganggumu. Ini adalah impianmu dan engkau dapat melakukan apa saja, dan wanita itu tidak akan membuat masalah bagimu. Orang lain tidak ada sama sekali, engkau sendirian. Tidak ada penghalang, sehingga engkau dapat melakukan apapun yang engkau suka.

Tidak ada perbedaan bagi pikiran; pikiran tidak bisa membedakan antara apa yang mimpi dan apa yang kenyataan. Misalnya, jika engkau bisa dibuat jatuh koma selama satu tahun penuh, dan engkau terus menerus mimpi, selama satu tahun engkau tidak akan dapat merasakan dengan cara apapun, bahwa segala yang engkau lihat adalah mimpi. Itu menjadi nyata, dan mimpi akan terus berlanjut selama satu tahun.

Psikolog mengatakan bahwa jika engkau dapat menempatkan manusia dalam keadaan koma selama seratus tahun ia akan bermimpi untuk seratus tahun, tanpa untuk satu saatpun curiga bahwa apapun yang dia lakukan hanyalah satu mimpi. Dan jika ia mati ia tidak akan pernah tahu bahwa hidupnya hanya mimpi, bahwa itu tidak pernah nyata. Untuk pikiran tidak ada perbedaan: kenyataan dan mimpi keduanya sama. Jadi pikiran dapat menguraikan dirinya sendiri dalam mimpi.

Jika engkau melakukan teknik ini, maka tidak akan ada kebutuhan untuk mimpi. Kualitas tidurmu akan berubah total, karena tanpa mimpi engkau masuk ke bagian paling bawah dari keberadaanmu, dan tanpa mimpi engkau akan menjadi sadar dalam tidurmu.

Itulah yang Krishna katakan dalam Gita, bahwa sementara semua orang tertidur lelap, yogi tidak tidur, yogi terjaga. Itu tidak berarti bahwa yogi tidak tidur - dia juga tidur, tapi kualitas tidurnya berbeda. Tidurmu adalah seperti ketidak-sadaran diri yang dibius. Tidur yogi adalah relaksasi mendalam tanpa ketidaksadaran. Seluruh tubuhnya santai; setiap serat dan sel dari seluruh tubuhnya santai, dengan tidak ada ketegangan yang tersisa. Tapi dia menyadari seluruh fenomena ini.

Cobalah teknik ini. Mulai dari malam ini, cobalah, dan kemudian lakukanlah juga di pagi harinya. Dan ketika engkau merasa bahwa engkau selaras dengan teknik ini, bahwa engkau dapat menguasainya, setelah satu minggu cobalah untuk seluruh masa lalumu. Ambillah satu hari libur. Pergilah ke tempat terpencil. Akan lebih baik jika engkau berpuasa - berpuasa dan diam. Baringkan tubuhmu di pantai yang sepi atau di bawah pohon, dan bergeraklah ke masa lalu dari titik ini: Engkau berbaring di pantai merasakan pasir dan matahari, dan sekarang bergeraklah mundur. Teruslah menembus, penetrasi, penetrasi, dan mencari tahu hal terakhir yang bisa engkau ingat.

Engkau akan terkejut. Biasanya engkau tidak bisa mengingat banyak, dan engkau tidak dapat melewati penghalang di usia empat atau lima tahun. Mereka yang memiliki memori yang sangat baik mungkin bisa kembali ke penghalang di usia tiga tahun, tapi kemudian tiba-tiba satu halangan datang dan semuanya menjadi gelap. Tetapi jika engkau mencoba dengan teknik ini, perlahan-lahan engkau akan mematahkan penghalang, dan dengan sangat mudahnya engkau bisa mengingat hari pertama saat engkau lahir. Dan itu adalah pencerahan.

Kembali lagi dengan matahari dan pantaimu, engkau akan menjadi orang yang berbeda. Jika engkau berusaha lebih, engkau dapat menembus ke dalam rahim. Dan engkau memiliki kenangan tentang rahim - sembilan bulan kenangan dengan ibumu. Periode sembilan bulan itu juga tercatat dalam pikiran. Ketika ibumu tertekan, engkau telah mencatat itu karena engkau merasa tertekan. Engkau begitu terhubungkan dengan ibumu, begitu menyatu, menjadi satu, jadi apapun yang terjadi dengan ibumu juga terjadi kepadamu. Ketika dia marah, engkau pun marah. Ketika dia bahagia, engkau juga bahagia. Ketika dia dipuji, engkau merasa dipuji. Ketika dia sakit, engkau merasakan sakit, penderitaan, semuanya.

Jika engkau dapat menembus ke dalam rahim, sekarang engkau berada di jalur yang benar. Dan kemudian, perlahan-lahan, engkau bisa menembus lebih dalam dan engkau ingat saat pertama ketika engkau memasuki rahim.

Hanya karena ingatan ini, Mahavira dan Buddha bisa mengatakan bahwa ada kehidupan masa lalu, kelahiran kembali. Kelahiran kembali sebenarnya bukan sebuah prinsip, itu hanya pengalaman psikologis yang mendalam. Dan jika engkau bisa mengingat saat pertama engkau memasuki rahim ibumu, maka engkau dapat menembus lebih dalam dan engkau bisa mengingat kematian di kehidupan masa lalumu. Begitu engkau menyentuh titik itu maka metode ini ada di tanganmu; maka engkau dapat bergerak dengan sangat mudah ke semua kehidupan masa lalumu.

Ini adalah satu pengalaman, dan hasilnya adalah luar biasa, karena engkau akan tahu bahwa engkau telah melalui begitu banyak kehidupan yang konyol, sama seperti hidupmu yang sekarang. Engkau telah melakukan hal konyol itu begitu seringnya, berulang kali. Polanya sama, bentuknya sama, hanya rinciannya berbeda. Engkau mencintai wanita lain, sekarang engkau mencintai wanita ini. Engkau mengumpulkan uang ... koin-koin itu sejenis, sekarang koinnya yang berbeda. Tetapi seluruh polanya sama; berulang-ulang.

Begitu engkau dapat melihat bahwa untuk begitu banyak kehidupan engkau telah menjalani omong kosong yang sama, betapa bodohnyanya seluruh lingkaran setan ini, tiba-tiba engkau terbangun dan semuanya menjadi mimpi. Engkau terlempar jauh darinya, dan sekarang engkau tidak ingin mengulangi hal yang sama di masa depan.

Keinginan berhenti, karena keinginan itu tak lain daripada masa lalu yang diproyeksikan ke masa depan. Keinginan itu tak lain daripada pengalaman masa lalumu yang mencari pengulangan lagi. Keinginan berarti hanya sebuah pengalaman lama yang engkau ingin ulangi lagi - tidak ada yang lain. Dan engkau tidak bisa meninggalkan keinginan kecuali engkau menjadi sadar akan seluruh fenomena ini. Bagaimana engkau bisa meninggalkannya? Masa lalu ada disana sebagai penghalang yang besar, penghalang seperti batu. Ia diatas kepalamu; ia mendorongmu ke masa depan. Keinginan diciptakan oleh masa lalu dan diproyeksikan ke masa depan. Jika engkau dapat mengetahui masa lalu sebagai satu mimpi, semua keinginan menjadi impoten. Mereka jatuh, mereka menjadi layu - dan masa depan menghilang. Dalam hilangnya masa lalu dan masa depan, engkau berubah, engkau tertransformasikan.

 

Berkah Shakti Om,

Minggu Wage, 16 Pebruari 2025

Sabtu, 28 Desember 2024

IDENTIFIKASI DIRI

Sumber: Pinterest


Penghantar Teknik Berikutnya…

ENTERING THE INNER CENTERING

MENUJU KESEJATIAN DI DALAM DIRI YANG TAK TERSENTUH

 


Salah satu tantrik agung di zaman ini, George Gurdjieff, berkata bahwa identifikasi adalah satu-satunya dosa. Sutra berikut ini, sutra ke sepuluh tentang pemusatan - yang kita akan dalami malam ini  berhubungan dengan identifikasi. Jadi pertama-tama jadilah mengerti sejelas-jelasnya apa artinya identifikasi.

Engkau pernah sebagai anak kecil; sekarang engkau tidak lagi anak kecil. Seseorang menjadi muda, seseorang menjadi tua, dan masa kecil menjadi masa lalu. Masa muda telah pergi, tetapi engkau masih teridentifikasi dengan masa kecilmu. Engkau tidak bisa melihatnya seperti itu terjadi pada orang lain; engkau tidak bisa menjadi saksi untuk itu. Setiap kali engkau melihat masa kecilmu, engkau tidak terpisah darinya, engkau menyatu dengannya. Setiap kali seseorang mengingat masa mudanya, dia menyatu dengannya.

Sungguh, sekarang itu hanyalah mimpi. Dan jika engkau dapat melihat masa kecilmu sebagai satu mimpi, sebagai sebuah film yang diputar di depanmu dan engkau tidak teridentifikasi dengannya, engkau hanya seorang saksi, engkau akan mendapatkan pengertian yang sangat halus tentang dirimu sendiri. Jika engkau melihat masa lalumu sebagai sebuah film, sebagai satu mimpi - engkau bukan bagian dari itu, engkau ada diluar dari itu ... dan sesungguhnya engkau di luar - maka banyak hal akan terjadi. Jika engkau berpikir tentang masa kecilmu, engkau tidak berada di dalamnya - engkau tidak bisa. Masa kecil ini hanya kenangan, hanya kenangan masa lalu. Engkau tetap menjauh dan melihatnya. Engkau berbeda: engkau adalah seorang saksi. Jika engkau dapat merasakan penyaksian ini dan kemudian melihat masa kecilmu sebagai satu film di layar, banyak hal yang akan terjadi.

Satu: jika masa kecil telah menjadi satu mimpi yang dapat engkau lihat, maka apapun engkau sekarang akan menjadi mimpi di hari berikutnya. Jika engkau masih muda, maka masa mudamu akan menjadi mimpi. Jika engkau tua, maka masa tuamu juga akan menjadi mimpi. Suatu hari engkau seorang anak kecil; sekarang masa kecilmu telah menjadi satu impian dan engkau dapat mengamati hal itu.

Ini baik untuk memulai dengan masa lalu. Amatilah masa lalu dan lepaskan dirimu darinya; jadilah saksi. Kemudian amatilah masa depan, apapun yang engkau bayangkan tentang masa depan, dan jadilah saksi juga tentang hal itu. Kemudian engkau dapat mengamati saat ini dengan sangat mudah, karena engkau pun tahu bahwa apapun yang ada sekarang adalah masa depan di hari kemarin, dan besok ia akan menjadi masa lalu. Tetapi penyaksianmu tidak pernah masa lalu, tidak pernah masa depan. Kesadaran penyaksianmu adalah kekal; ia bukan bagian dari waktu. Itulah mengapa semuanya yang terjadi dalam waktu menjadi sebuah mimpi.

Ingatlah ini juga: setiap kali engkau bermimpi sesuatu di malam hari engkau menjadi teridentifikasi dengannya, dan engkau tidak pernah bisa mengingat dalam mimpimu bahwa ini adalah mimpi. Hanya di pagi hari, ketika engkau telah terbangun dari mimpi, engkau mengingat bahwa itu adalah mimpi dan bukan kenyataan. Mengapa? Karena engkau menjauh, tidak ada lagi di dalamnya. Maka ada jarak. Ada jarak disana dan engkau dapat melihat bahwa itu adalah mimpi.

Tapi apakah seluruh masa lalumu? Jarak itu ada, celah itu ada. Cobalah untuk melihatnya sebagai mimpi. Sekarang itu adalah satu mimpi; sekarang itu tidak lebih dari sebuah mimpi, karena sama seperti mimpi menjadi kenangan, masa lalumu telah menjadi hanya kenangan. Engkau tidak dapat membuktikan benar-benar bahwa apapun yang engkau pikirkan sebagai masa kecilmu adalah nyata atau hanya mimpi. Hal ini sulit untuk dibuktikan. Mungkin itu hanya mimpi, mungkin itu nyata. Ingatan tidak bisa mengatakan apakah itu nyata atau mimpi. Psikolog mengatakan bahwa orang-orang tua kadang-kadang bingung antara apa yang mereka telah mimpikan dan apa yang nyata.

Anak-anak selalu bingung. Di pagi hari, anak-anak kecil tidak bisa membedakan. Apapun yang telah mereka lihat dalam mimpi itu tidak nyata, tetapi mereka mungkin menangis karena mainannya hancur di dalam mimpi. Dan engkau juga, untuk beberapa saat setelah tidur terhenti, masih dipengaruhi oleh impianmu. Jika seseorang telah membunuhmu dalam mimpi, meskipun tidurmu terhenti dan engkau terjaga, jantungmu masih berdenyut cepat, sirkulasi darahmu sangat cepat. Engkau mungkin masih berkeringat, dan rasa takut yang halus masih melayang di sekitarmu. Sekarang engkau terjaga dan mimpimu telah berlalu, tetapi engkau akan memerlukan beberapa menit untuk merasa bahwa itu hanya mimpi dan tak ada yang lain. Ketika engkau bisa merasakan bahwa itu adalah mimpi, maka engkau keluar darinya dan tidak ada lagi rasa takut.

Jika engkau dapat merasakan bahwa masa lalu itu hanyalah mimpi - engkau tidak menyorotinya dan memaksakan pendapat bahwa masa lalu itu hanya mimpi, itu adalah akibatnya - jika engkau dapat mengamati ini; jika engkau dapat menyadari hal itu tanpa terlibat di dalamnya, tanpa teridentifikasi dengannya; jika engkau dapat berdiri menjauh dan melihatnya, ia akan menjadi mimpi. Apa pun yang dapat engkau lihat sebagai saksi adalah mimpi.

Itulah mengapa Shankara dan Nagarjuna bisa mengatakan bahwa dunia ini hanyalah mimpi. Bukan berarti itu adalah sebuah mimpi; mereka bukan orang dungu, bukan orang tolol yang mengatakan bahwa dunia ini sebenarnya adalah mimpi. Yang mereka maksudkan dengan mengatakan ini adalah bahwa mereka telah menjadi saksi. Bahkan ke dunia ini yang begitu nyata, mereka telah menjadi saksi. Dan begitu engkau menjadi saksi dari apapun, itu menjadi mimpi. Itu adalah alasan mengapa dunia ini disebut MAYA, atau ilusi. Ini tidak berarti bahwa ia tidak nyata, tapi bahwa orang dapat menjadi saksi terhadapnya. Dan setelah engkau menjadi saksi - sadar, menyadari sepenuhnya - semuanya jatuh seperti sebuah mimpi untukmu, karena ruang itu ada dan engkau tidak teridentifikasi dengannya. Tetapi kita terus teridentifikasi.

Hanya beberapa hari sebelumnya saya membaca “PENGAKUAN” (CONFESSIONS) karangan Jean Jacques Rousseau. Ini adalah buku yang langka. Ini benar-benar buku pertama dalam sastra dunia di mana seseorang menelanjangi dirinya, benar-benar telanjang. Apapun dosa yang telah dia lakukan, apapun pelanggaran susilanya, ia membuka dirinya sendiri, benar-benar telanjang. Tapi jika engkau membaca PENGAKUAN dari Rousseau engkau terikat untuk merasa bahwa ia menikmatinya; ia merasa sangat gembira. Berbicara tentang dosa-dosanya, berbicara tentang perilaku asusilanya, ia merasa gembira. Sepertinya ia menikmatinya dengan suka cita. Pada awalnya, dalam bab pendahuluan, Rousseau mengatakan, "Ketika hari penghakiman terakhir akan datang, saya akan berkata kepada Tuhan, kepada yang Mahakuasa, 'Engkau tidak perlu memikirkanku. Baca buku ini dan engkau akan tahu segalanya.

Tidak ada seorangpun sebelumnya pernah mengaku begitu jujurnya. Dan di akhir buku ini ia berkata, "Tuhan Maha Kuasa, Tuhan yang kekal, penuhilah satu-satunya keinginan saya. Saya telah mengakui segalanya; sekarang biarkan satu kerumunan besar berkumpul untuk mendengarkan pengakuan saya. "

Jadi wajar saja jika orang mengira bahwa ia mungkin telah mengakui beberapa dosa juga yang tidak pernah dilakukannya. Dia terasa begitu gembira dan dia menikmati semuanya. Dia telah menjadi teridentifikasi. Dan hanya ada satu dosa yang belum ia akui – dosa karena teridentifikasi. Dengan apapun dosa yang ia lakukan atau tidak lakukan ia teridentifikasi, dan itu adalah satu-satunya dosa bagi mereka yang benar-benar tahu bagaimana pikiran manusia berfungsi.

Ketika untuk pertama kalinya ia membacakan pengakuannya di tengah sekelompok kecil cendekiawan, ia berpikir bahwa sesuatu yang dashyat akan terjadi, karena ia adalah orang pertama yang mengaku begitu jujurnya, seperti yang dikatakannya. Para cendekiawan mendengarkan, dan mereka menjadi semakin lama semakin bosan. Rousseau merasa sangat gelisah karena ia pikir sesuatu yang ajaib akan terjadi. Ketika dia selesai, mereka semua merasa lega, tapi tidak ada yang mengatakan apa-apa. Ada keheningan selama beberapa saat. Hati Rousseau hancur. Ia berpikir bahwa ia telah menciptakan hal yang sangat revolusioner, dashyat, bersejarah, dan yang ada hanya keheningan. Semua orang hanya berpikir tentang bagaimana untuk menjauh dari situ.

Siapa yang tertarik akan dosamu kecuali dirimu sendiri? Tidak ada yang tertarik akan kebaikanmu, tidak ada yang tertarik akan dosamu. Manusia itu demikian sehingga ia menjadi gembira, ia menjadi diperkuat egonya, oleh kebajikan dan oleh dosa-dosanya juga. Setelah menulis PENGAKUAN, Rousseau mulai berpikir dirinya adalah seorang bijak, seorang suci, karena ia telah mengaku. Tetapi dosa dasarnya tetap. Dosa dasarnya adalah teridentifikasi dengan kejadian yang terjadi di dalam waktu. Apapun yang terjadi di dalam waktu itu seperti mimpi, dan kecuali engkau melepaskan diri darinya, tidak teridentifikasi dengannya, engkau tidak akan pernah tahu apakah kebahagiaan itu.

Identifikasi adalah penderitaan; tidak teridentifikasi adalah kebahagiaan. Teknik berikutnya berkaitan dengan identifikasi…

 

 

Berkah Shakti Om,

Sabtu Wage, 28 Desenber 2024


(Sumber: www.OshoIndonesia.com)

Selasa, 03 September 2024

VIGYANA BHAIRAVA TANTRA - JALAN YOGA DAN JALAN TANTRA #part1

OSHO
(Sumber: Pinterest)


APA PERBEDAAN ANTARA YOGA TRADISIONAL DAN TANTRA? APAKAH MEREKA SAMA?

Tantra dan yoga pada dasarnya berbeda. Mereka mencapai tujuan yang sama; Namun, jalan mereka tidak hanya berbeda, tapi juga bertentangan. Oleh karenanya hal ini harus dipahami dengan jelas.

Proses yoga adalah juga merupakan metodologi; yoga juga merupakan teknik. Yoga bukanlah filsafat, sama seperti tantra – yoga bergantung dan mengandalkan tindakan, praktek, metode, teknik. Dengan jalan melakukan itu juga mengarah ke yoga, namun prosesnya berbeda. Dalam yoga kita harus berjuang, melawan dan bertarung; itu adalah jalan para pejuang. Di jalan tantra seseorang tidak harus berjuang sama sekali. Sebaliknya, kita harus mengumbarnya – tapi dengan kesadaran.

Yoga adalah menekan atau pengekangan dengan kesadaran (suppression with awareness), keinginan dan nafsu ditekan; tantra adalah mengumbar dengan kesadaran. Tantra mengatakan bahwa apapun dirimu, tujuan yang paling akhir adalah tidak berlawanan, tidak bertentangan dengan dirimu itu. Ini adalah pertumbuhan; engkau dapat tumbuh sampai menjadi tujuan akhirmu. Tidak ada pertentangan antara dirimu dan realitas. Engkau adalah bagian dari realita, jadi tidak ada perjuangan dan perlawanan, tidak ada konflik, tidak diperlukan pertentangan terhadap hal-hal yang bersifat alami. Engkau harus menggunakan hal-hal yang alami pada dirimu; Engkau harus menggunakan apapun yang secara alami ada padamu untuk mencapai keadaan yang melampaui segala sesuatu.

Dalam yoga engkau harus berjuang melawan diri sendiri untuk mencapai keadaan yang melampaui segala sesuatu itu. Di dalam yoga, dunia dan MOKHSA, pembebasan – engkau sebagai dirimu saat ini dan engkau sebagai yang nanti dapat engkau capai – adalah dua hal yang berlawanan. Dengan menekan, melawan, melenyapkan semua yang merupakan dirimu engkau dapat mencapai yang tertinggi yang dapat dicapai. Di Jalan yoga untuk mencapai yang melampaui itu artinya kematian. Engkau harus mati, diri yang lama harus mati, agar dirimu yang baru, agar dirimu yang sejati dapat terlahir.

Dari sudut pandang tantra, yoga adalah bunuh diri di dalam dirimu (deep suicide). Engkau harus menentang dan membunuh dirimu yang alami – tubuhmu, nalurimu, keinginanmu, semuanya. Tantra mengatakan terima dirimu apa adanya. Tantra adalah penerimaan yang mendalam. Jangan membuat jarak antara engkau dan yang nyata, antara dunia dan NIRVANA. Jangan membuat jarak. Tidak ada jarak untuk tantra; tidak ada kematian yang dibutuhkan. Untuk kelahiran kembalimu, kematian tidak diperlukan – tetapi, bergerak melewati dan melampaui. Untuk dapat bergerak melewati dan melampaui, gunakan dirimu sendiri, gunakan yang ada pada dirimu.

Misalnya, seks ada dalam dirimu, sebagai energi dasar – energi dasar dimana engkau lahir melaluinya, lahir dengannya. Sel-sel dasar dari ada-nya dirimu dan tubuhmu adalah seksual, sehingga pikiran manusia berputar di sekitar seks. Dengan yoga engkau harus melawan energy sex ini. Melalui pertarungan ini engkau membuat sebuah pusat yang berbeda pada dirimu sendiri. Semakin engkau melawan, semakin engkau menjadi terintegrasi di titik pusat yang berbeda. Maka seks tidak menjadi pusatmu. Melawan seks – tentu saja, secara sadar – akan menciptakan pusat yang baru dalam dirimu, penekanan baru, kristalisasi baru. Maka seks tidak akan menjadi energimu. Engkau akan membuat energi untuk bertarung dengan seks. Sebuah energi dan pusat yang berbeda dari ke-ada-anmu akan terwujud.

Untuk tantra engkau harus menggunakan energi seks. Jangan bertarung dengannya, tapi transformasi-kan. Jangan melihat sex dengan mata permusuhan, bersikap ramah dengannya. Ini adalah energimu. ia tidak jahat, tidak buruk. Setiap energi adalah alami. Energi itu dapat berguna untukmu, dan dapat juga digunakan untuk melawanmu. Engkau dapat membuatnya sebagai batu hambatan, atau engkau dapat membuatnya sebagai batu pijakan untuk engkau gunakan melangkah di atasnya. Energy seks ini dapat digunakan. Digunakan dengan benar, ia menjadi ramah; digunakan dengan salah, ia menjadi musuhmu. Energi itu bukan teman dan bukan juga musuh. Energi adalah sesuatu yang alami. Kebanyakan manusia yang menggunakan seks, membuat seks menjadi musuh, dan seks menghancurkan dia; ia menjadi tak berdaya melawan seks.

Yoga memiliki pandangan yang berbeda – berlawanan dengan pikiran umum. Pikiran umum dihancurkan oleh keinginannya sendiri, sehingga yoga mengatakan berhenti menginginkan, jadilah tanpa keinginan. Lawan keinginan dan ciptakan keterpaduan di dalam dirimu yang mana adalah tanpa keinginan.

Tantra mengatakan sadari keinginan; jangan membuat perlawanan apapun. Bergerak dalam keinginan dengan penuh kesadaran, dan ketika engkau bergerak ke dalam keinginanmu dengan penuh kesadaran maka engkau melampauinya. Engkau di dalamnya dan masih tetap tidak berada di dalamnya. Engkau melewati itu, tapi engkau tetap di luar.

Yoga lebih terlihat menarik karena yoga hanyalah kebalikan dari pemikiran yang umum, sehingga pemikiran yang umum dapat memahami bahasa yoga. Engkau tahu bagaimana seks menghancurkanmu – bagaimana ia telah menghancurkanmu, bagaimana engkau selalu berputar di sekitar seks seperti budak, seperti boneka. Engkau mengetahui ini dari pengalamanmu. Jadi ketika yoga mengatakan untuk melawannya, engkau segera memahami bahasanya. Itulah daya tariknya, daya tarik yoga yang mudah ditangkap.

Tantra tidak dapat dengan mudah menjadi begitu menarik. Terlihat sulit: bagaimana untuk bergerak dalam keinginan tanpa menjadi dikuasai oleh keinginan? Bagaimana melakukan hubungan seks secara sadar, dengan penuh kesadaran? Pemikiran yang biasa menjadi takut. Ini terlihat berbahaya. Bukan berarti itu berbahaya; apapun yang engkau tahu tentang seks menciptakan bahaya bagimu. Engkau mengenal dirimu, Engkau tahu bagaimana engkau dapat menipu diri sendiri. Engkau tahu betul bahwa pikiranmu licik. Engkau dapat bergerak dalam keinginan, dalam seks, dalam segala hal, dan engkau dapat menipu diri sendiri bahwa engkau sedang bergerak dengan penuh kesadaran. Itulah mengapa engkau merasakan bahayanya.

Bahayanya tidak berada di dalam tantra; bahayanya adalah di dalam dirimu. Dan daya tarik yoga adalah karena dirimu, karena pemikiranmu yang biasa, seks-mu ditekan, dikekang, dan engkau menjadi haus-seks. Karena pemikiran umum tidak memiliki pemikiran yang sehat tentang seks, yoga menjadi menarik. Dengan masyarakat yang lebih mapan, dengan seks yang sehat – alami, normal – kasusnya akan berbeda. Kita tidak normal dan alami. Kita benar-benar tidak normal, tidak sehat, benar-benar gila. Tapi karena semua orang lain juga seperti kita, kita tidak pernah merasakannya bahwa ini tidak normal.

Kegilaan menjadi hal yang begitu biasa sehingga tidak menjadi gila adalah tidak normal. Seorang Buddha adalah tidak normal, Seorang Yesus adalah tidak normal bagi kita. Mereka bukan bagian dari kita. Hal “normal” ini adalah penyakit. Pemikiran “normal” ini telah menciptakan daya tarik yoga. Jika engkau memandang seks secara alami – tanpa filosofi di sekitarnya, tanpa filosofi yang mendukung sex atau pun menentang sex – jika engkau menerima seks sama seperti engkau menerima tanganmu, matamu; jika itu diterima sebagai hal yang benar-benar alami, maka tantra akan memiliki daya tarik. Dan hanya ketika itu tantra dapat berguna bagi banyak orang.

Tapi era tantra akan datang. Cepat atau lambat tantra akan meledak untuk pertama kalinya di masyarakat, karena untuk pertama kali waktunya akan menjadi matang, – matang untuk kita menerima seks secara alami. Mungkin ledakan itu dimulai dari Barat, karena Freud, Jung, Reich, mereka telah mempersiapkan landasannya. Mereka tidak mengetahui apa-apa tentang tantra, tapi mereka telah membuat dasar untuk tantra dapat berkembang. Psikologi Barat telah sampai pada kesimpulan bahwa dasar dari penyakit manusia adalah di sekitar seks, kegilaan dasar manusia adalah berorientasi seks.

Jadi, kecuali orientasi seks disingkirkan, manusia tidak bisa menjadi alami, normal. Kesalahan manusia adalah karena sikap-nya tentang seks. Tidak ada sikap yang dibutuhkan. Hanya setelah itu engkau menjadi alami. Apa sikap yang telah engkau miliki terhadap matamu? Apakah mereka iblis atau ilahi? Apakah engkau mendukung atau menentang mereka? Tidak ada sikap! Itulah mengapa matamu normal.

Coba ambil beberapa sikap – pikirkan bahwa mata itu jahat. Kemudian melihat akan menjadi sulit. Kemudian melihat akan menjadi bermasalah sama seperti seks. Kemudian engkau akan ingin melihat, engkau akan berhasrat untuk melihat. Tapi ketika engkau melihat engkau akan merasa bersalah. Setiap kali engkau melihat engkau akan merasa bahwa engkau telah melakukan sesuatu yang salah, bahwa engkau telah berdosa. Engkau menjadi sangat ingin membunuh alat pengelihatanmu; engkau ingin menghancurkan matamu. Dan semakin engkau ingin menghancurkan matamu, semakin engkau akan menjadi berfokus padanya. Kemudian engkau akan memulai kegiatan yang sangat tidak masuk akal. Engkau akan ingin melihat lebih banyak dan lebih lagi, dan selanjutnya engkau akan merasa lebih bersalah lagi. Hal yang sama telah terjadi dengan pusat seks.

Tantra mengatakan, terima apapun dirimu. Ini adalah catatan dasar – penerimaan total. Dan hanya melalui penerimaan total engkau dapat tumbuh. Kemudian gunakan setiap energi yang engkau miliki. Bagaimana engkau dapat menggunakannya? Terima mereka, kemudian cari tahu apakah energi ini – apakah seks itu, apakah fenomena ini. Kita tidak mengenal hal ini. Kita tahu banyak tentang seks, diajarkan oleh orang lain. Kita mungkin telah melalui hubungan seks, tetapi dengan pikiran bersalah, dengan sikap represif, dengan tergesa-gesa, terburu-buru, melihat sex sebagai sesuatu yang harus dilakukan untuk melepaskan kepenatan. Aktivitas seks tidak menjadi aktivitas yang penuh kasih. Engkau tidak bahagia di dalamnya, tetapi engkau tidak dapat meninggalkannya. Semakin engkau mencoba untuk meninggalkannya, semakin sex menjadi menarik bagimu. Semakin engkau ingin menghapuskan seks, semakin engkau merasa ditarik ke arah sex.

Engkau tidak dapat meniadakan sex, tapi sikap untuk meniadakan ini, menghancurkan, sangat menghancurkan pikiran, menghancurkan kesadaran terdalam, sensitivitas terdalam yang dapat engkau gunakan untuk memahami sex. Jadi seks yang tanpa ada sensitivitas di dalamnya. Maka engkau tidak dapat memahaminya. Hanya kepekaan yang dapat memahami segala sesuatu; hanya perasaan yang mendalam, yang bergerak jauh ke dalam, yang dapat memahami segala sesuatu. Engkau hanya dapat memahami seks jika engkau bergerak di dalamnya seperti seorang penyair yang bergerak di tengah bunga-bunga, hanya dengan cara yang seperti itu engkau dapat memahami sex! Jika engkau merasa bersalah tentang bunga, engkau mungkin melewati taman, tetapi engkau akan melewatinya dengan mata tertutup. Dan engkau akan terburu-buru, tergesa-gesa, seperti sedang marah. Entah bagaimana pokoknya engkau merasa harus keluar dari kebun itu. Lalu bagaimana engkau dapat berada dalam kesadaran?

Jadi tantra mengatakan, terima apapun dirimu. Engkau adalah misteri besar dari begitu banyak perwujudan berbagai energy (multidimensional enegries). Terimalah dirimu apa adanya, dan bergerak dengan setiap energi dengan kepekaan, dengan kesadaran, dengan cinta, dengan pengertian. Bergerak dengan itu! Kemudian setiap keinginan akan menjadi kendaraan untuk melampauinya. Kemudian setiap energi ada untuk membantu. Dan kemudian dunia ini adalah nirwana, tubuh ini adalah kuil – kuil suci, tempat suci.

Yoga adalah penolakan, penyangkalan; tantra adalah penerimaan, penguatan. Yoga berpikir dalam hal dualitas – Itulah alasan untuk kata ‘yoga’. Yoga artinya ‘untuk menempatkan dua hal menjadi satu’, untuk ‘menggabungkan’ dua hal menjadi satu. Tapi ada dua hal; dualitas ada disana. Tantra mengatakan tidak ada dualitas. Jika ada dualitas, maka engkau tidak bisa menyatukan mereka. Dan bagaimanapun engkau mencoba mereka akan tetap ada dua. Bagaimanapun engkau mencoba untuk menyatukan, menggabungkan, mereka akan tetap dua, dan perlawanan akan terus berlanjut, dualisme akan tetap ada.

Jika duniawi dan ilahi adalah dua, kemudian mereka tidak akan bisa disatukan. Jika mereka tidak benar-benar dua, jika mereka hanya terlihat sebagai dua, maka mereka dapat menjadi yang satu. Jika tubuh dan jiwamu adalah dua, kemudian mereka tidak bisa disatukan. Jika engkau dan Tuhan adalah dua, maka tidak ada kemungkinan menyatukan atau menggabungkan mereka. Mereka akan tetap dua.

Tantra mengatakan tidak ada dualitas; itu hanya penampakan saja. Jadi mengapa membantu penampakan untuk tumbuh lebih kuat? Tantra bertanya, mengapa membantu penampakan dualitas untuk tumbuh lebih kuat? Lenyapkan saja sekarang! Menjadi satu! Melalui penerimaan engkau menjadi satu, bukan melalui pertarungan. Terima dunia, terima tubuh, terima segala sesuatu yang melekat di dalamnya. Jangan membuat pusat yang berbeda pada dirimu sendiri, karena pusat yang berbeda itu menurut tantra hanyalah ego. Jangan menciptakan ego. Hanya sadari dirimu. Jika engkau melawan, maka ego akan berada di sana.

Jadi sulit untuk menemukan seorang yogi yang tidak egois. Dan para yogi dapat terus berbicara tentang tanpa ego, tetapi mereka tidak bisa tanpa ego. Proses pertama yang mereka lalui menciptakan ego. Pertarungan adalah proses. Jika engkau melawan, engkau terikat untuk membuat ego. Dan semakin engkau melawan, egomu akan semakin diperkuat. Dan jika engkau memenangkan pertarunganmu, maka engkau akan mencapai ego tertinggi.

Tantra mengatakan, jangan melawan! Maka tidak ada kemungkinan bagi ego. Jika kita memahami tantra akan ada banyak masalah, karena bagi kita, jika tidak ada pertarungan hanya akan ada pengumbaran diri. Tidak berjuang bagi kita adalah mengumbar. Lalu kita menjadi takut. Kita telah melakukan pengumbaran dalam hidup ini dan kita tidak mencapai kemana-mana. Tapi untuk tantra mengumbar itu tidak berarti mengumbar seperti yang kita pahami. Tantra mengatakan mengumbar, tapi dengan kesadaran.

Engkau marah … tantra tidak akan mengatakan jangan marah. Tantra akan mengatakan marahlah dengan sepenuh hati, tapi dengan kesadaran. Tantra tidak menentang kemarahan, tantra hanya menentang ketidakterjagaan spiritual, ketidaksadaran spiritual. Jadilah sadar dan marahlah. Dan ini adalah rahasia dari metode ini – maka jika engkau menyadari kemarahan itu akan di-transformasi-kan: itu akan menjadi kasih sayang. Jadi tantra mengatakan kemarahan bukan musuhmu; itu adalah kasih sayang dalam bentuk biji atau benih. Kemarahan yang sama, energi yang sama, akan menjadi kasih sayang.

Jika engkau melawannya, lalu tidak akan ada kemungkinan untuk kasih sayang. Jadi, jika engkau berhasil dalam pertempuran, dalam penekanan atau pengekangan, engkau akan menjadi orang yang sudah mati. Tidak akan ada kemarahan karena engkau telah menekannya, tapi juga tidak akan ada welas asih karena hanya kemarahan yang dapat berubah menjadi kasih sayang. Jika engkau berhasil dalam penekanan atau pengekanganmu – yang mana hal itu mungkin saja – Kemudian tidak akan ada seks, tapi juga tidak akan ada cinta, karena dengan matinya seks maka tidak ada energi yang dapat tumbuh menjadi cinta. Jadi, engkau akan menjadi tanpa seks, tetapi engkau juga tanpa cinta. Dan kemudian seluruh point nya terlewatkan, karena tanpa cinta tidak ada keilahian, tanpa cinta tidak ada pembebasan, dan tanpa cinta tidak akan ada kebebasan.

Tantra mengatakan energi yang sama ini harus di transformasi-kan. Hal ini dapat dikatakan dengan cara begini: jika engkau melawan dunia, maka tidak akan ada nirwana – karena dunia ini sendiri adalah untuk di transformasi-kan menjadi nirwana. Maka engkau melawan energi dasar yang mana adalah sang sumber.

Jadi formula tantra mengatakan, jangan melawan, jadilah bersahabat dengan semua energi yang diberikan kepadamu. Sambut mereka. Merasa bersyukurlah bahwa engkau memiliki kemarahan, bahwa engkau memiliki seks, bahwa engkau memiliki keserakahan. Merasa bersyukurlah bahwa ini adalah sumber tersembunyi, dan mereka dapat di transformasi-kan, mereka dapat dibuka kuncinya. Dan jika seks bertransformasi itu akan menjadi cinta. Racunnya hilang, keburukannya hilang.

Benih itu tidak indah bentuknya, tetapi ketika ia tumbuh dan berbunga. Maka ada keindahan. Jangan membuang benih, karena kemudian engkau juga sama saja dengan membuang bunga yang ada di dalamnya. Mereka belum ada di sana, belum terwujud sehingga engkau dapat melihatnya. Mereka belum bermanifestasi, tapi mereka ada. Gunakan benih ini sehingga engkau dapat mencapai bunga. Jadi yang pertama biarlah ada penerimaan, pemahaman dari sebuah kesensitifan dan kesadaran. Kemudian mengumbarnya diperbolehkan.

Satu hal lagi yang benar-benar sangat aneh, tapi merupakan salah satu penemuan terdalam dari tantra, dan itu adalah: apapun yang engkau pandang sebagai musuhmu – keserakahan, kemarahan, kebencian, seks, apapun itu – sikapmu bahwa mereka semua adalah musuh yang membuat mereka menjadi musuhmu. Terima mereka sebagai hadiah ilahi dan dekati mereka dengan hati yang penuh rasa syukur. Misalnya, tantra telah mengembangkan banyak teknik untuk transformasi energi seksual. Lakukan pendekatan dengan hubungan seks seolah-olah engkau sedang mendekati kuil Tuhan. Masuki hubungan seks seolah-olah itu adalah doa, seolah-olah itu adalah meditasi. Rasakan kesuciannya.

Itulah sebabnya di Khajuraho, di Puri, di Konark, setiap kuil memiliki MAITHUNA, patung hubungan seksual. Hubungan seks di dinding kuil sepertinya tidak logis, khususnya untuk Kristen, Islam, untuk Jainisme. Ini sepertinya tak terbayangkan, bertentangan. Bagaimana sebuah kuil dapat terhubung dengan gambaran maithuna? Pada dinding luar kuil Khajuraho, setiap jenis aktivitas seks digambarkan pada batu. Mengapa? Dalam sebuah kuil hal ini tidak memiliki tempat di manapun, setidaknya demikian dalam pikiran kita. Kekristenan tidak dapat membayangkan dinding gereja dengan gambar Khajuraho. Mustahil!

Hindu modern juga merasa bersalah karena pikiran Hindu modern telah diciptakan oleh Kristen. Mereka adalah “Hindu-Kristen” – dan mereka lebih buruk, karena untuk menjadi seorang Kristen itu baik, tetapi untuk menjadi seorang Hindu-Kristen adalah hal yang aneh. Mereka merasa bersalah. Salah satu pemimpin Hindu, Purshottamdas Tandon, bahkan mengusulkan bahwa kuil ini harus dihancurkan, karena itu bukan milik kita. Sungguh, sepertinya semua itu bukan milik kita karena tantra belum berkunjung lagi di dalam hati kita untuk waktu yang lama, setelah berabad-abad. Ini belum menjadi arus utama. Yoga sudah menjadi arus utama, dan untuk yoga Khajuraho itu tidak dapat dibayangkan – itu harus dihancurkan.

Tantra mengatakan; masuki hubungan seks seolah-olah engkau sedang memasuki kuil suci. Itulah sebabnya mereka memiliki gambaran hubungan seks di kuil-kuil suci mereka. Mereka berkata, lakukan pendekatan seks seperti ketika engkau akan memasuki kuil suci. Jadi, saat engkau memasuki kuil suci seks harus berada di sana dalam rangka yang dua menjadi satu dalam pikiranmu, berasosiasi. Kemudian engkau bisa merasakan bahwa dunia dan unsur-unsur ilahi bukan dua dan saling bertentangan, tapi adalah satu. Mereka tidak bertentangan, mereka hanya kutub-kutub berlawanan yang saling menopang. Dan mereka bisa eksis hanya karena ada polaritas ini. Jika polaritas ini hilang, seluruh dunia hilang. Jadi lihatlah kesatuan yang berjalan melalui segala sesuatu. Jangan hanya melihat kutub yang berlawanan, lihat apa yag berada di kedalamannya yang saat ini berjalan yang membuat mereka satu.

Untuk Tantra semuanya suci. Ingat ini, untuk tantra SEMUANYA adalah suci; tidak ada yang tidak suci. Lihatlah dengan cara ini: untuk orang tak beragama, semuanya tidak suci; untuk yang disebut umat beragama ada sesuatu yang suci, dan sesuatu yang tidak suci. Untuk tantra, semuanya suci.

Salah satu misionaris Kristen bersama dengan saya beberapa hari yang lalu dan ia berkata, “Tuhan menciptakan dunia.” Jadi saya bertanya kepadanya, “Siapa yang menciptakan dosa?” Dia berkata, “Sang Iblis.” Lalu saya bertanya kepadanya, “Siapa yang menciptakan iblis?” Kemudian ia menjadi bingung. Dan berkata, “Tentu saja, Tuhan menciptakan iblis.”

Iblis menciptakan dosa dan Tuhan menciptakan si iblis. Kemudian siapa yang berdosa sebenarnya – iblis atau Tuhan? Tapi konsep dualis selalu mengarah ke absurditas tersebut. Untuk tantra Tuhan dan iblis bukan dua. Sungguh, untuk tantra tidak ada yang bisa disebut “Iblis”, semuanya ilahi, semuanya suci. Dan ini tampaknya dapat menjadi sudut pandang yang tepat, yang terdalam. Jika ada sesuatu yang tidak suci di dunia ini, dari mana asalnya dan bagaimana bisa?

Jadi hanya ada dua alternative: Pertama, alternatif atheist yang mengatakan semuanya tidak suci. Sikap ini tidak apa-apa. Ia adalah juga non-dualis; ia melihat tidak ada kesucian dalam dunia. Lalu ada alternatif tantra – yang mengatakan semuanya suci. Tantra adalah juga non-dualis. Tapi antara kedua ini ada yang disebut umat beragama, yang tidak benar-benar religius. Mereka tidak religius atau religius karena mereka selalu ada di dalam konflik. Seluruh teologi mereka hanya untuk sampai keujungnya, dan ujung itu tidak dapat bertemu.

Jika satu sel, atom tunggal di dunia ini tidak suci, maka seluruh dunia menjadi tidak suci, karena bagaimana mungkin atom tunggal tersebut dapat eksis dalam dunia yang suci? Bagaimana bisa begitu? Adalah didukung oleh segala sesuatu; untuk menjadi, itu harus didukung oleh segala sesuatu. Dan jika elemen yang tidak suci didukung oleh semua elemen suci, lalu apa perbedaan di antara mereka? Jadi apakah dunia ini suci secara total, tanpa syarat, atau tidak suci sama sekali; tidak ada yang setengah-setengah.

Tantra mengatakan semuanya suci, Itulah sebabnya kita tidak bisa memahami itu. Ini adalah sudut pandang non-dual terdalam – jika kita bisa menyebutnya sebagai sudut pandang. Tapi tidak demikian, karena setiap sudut pandang terikat untuk menjadi ganda. Tantra tidak berlawanan dengan apa-apa, sehingga tidak ada sudut pandang. Ia merupakan rasa kesatuan, kesatuan yang hidup.

Ada dua jalur, yoga dan tantra. Tantra tidak bisa terlihat begitu menarik karena pikiran kita yang lumpuh. Tapi ketika ada seseorang yang sehat di dalam dirinya, tidak kacau, tantra memiliki keindahan baginya. Hanya ia yang dapat memahami apa itu tantra. Yoga memiliki daya tarik, daya tarik yang mudah terlihat, karena pikiran kita yang terganggu. Ingat, itu adalah pikiranmu yang pada akhirnya membuat sesuatu menjadi menarik atau tidak menarik. Ini adalah engkau sendiri yang merupakan faktor penentu.

Pendekatan ini berbeda. Saya tidak mengatakan bahwa seseorang tidak bisa mencapainya melalui yoga. Seseorang juga dapat mencapainya melalui yoga, tapi tidak melalui yoga yang lazim. Yoga yang lazim adalah bukan benar-benar yoga, tetapi itu adalah interpretasi pikiranmu yang sakit. Yoga bisa menjadi pendekatan yang otentik sampai ke tujuan akhir, tapi itu juga hanya menjadi mungkin jika pikiranmu sehat, ketika pikiranmu tidak sakit. Kemudian yoga akan memberikan bentuk yang berbeda.

Misalnya, Mahavira ada di jalan yoga, tapi ia tidak benar-benar menekan seks. Dia tahu itu, dia sudah hidup dengan itu, dia sangat mengenalnya. Tapi akhirnya seks menjadi tidak berguna lagi baginya, sehingga seks jatuh. Buddha ada di jalan yoga, tapi ia sudah hidup melalui dunia, dia sangat mengenalnya. Dia tidak melawannya.

Setelah engkau mengetahui sesuatu engkau menjadi bebas darinya. Itu hanya akan jatuh seperti daun-daun kering jatuh dari pohon. Ini bukan penolakan; tidak ada pertarungan sama sekali. Lihatlah wajah Buddha – tidak terlihat seperti wajah seorang petarung. Dia tidak bertarung. Dia begitu santai; wajahnya adalah lambang relaksasi … tidak ada pertarungan.

Lihatlah para yogi-mu. Pertarungan jelas nampak di wajah mereka. Dalam hati ada banyak gejolak – mereka sekarang duduk di gunung berapi. Engkau dapat melihat di mata mereka, di wajah mereka, dan engkau akan merasakannya. Jauh di suatu tempat mereka menekan semua penyakit mereka; mereka belum melampaui.

Dalam dunia yang sehat, dimana setiap orang hidup secara otentik, secara individual, tidak meniru orang lain, tetapi menjalani hidupnya sendiri dengan caranya sendiri, keduanya mungkin. Mereka dapat mempelajari kepekaan yang akan melampaui keinginan; mereka mungkin sampai ke titik di mana semua keinginan jatuh dan menjadi sia-sia. Yoga juga dapat membawa kesini, tetapi bagiku yoga akan mengarah ke dunia yang sama dimana tantra bisa mengarah ke sana – ingat ini. Kita membutuhkan pikiran yang sehat, manusia yang alami. Dalam dunia dimana ada manusia yang alami, tantra, dan juga yoga, akan membawa kita melampaui keinginan.

Dalam masyarakat kita yang sakit, baik yoga maupun tantra tidak dapat melakukan hal ini, jika kita memilih yoga kita memilihnya bukan dikarenakan keinginan kita yang telah menjadi tak berguna – bukan! Mereka masih bermakna; mereka belum jatuh dengan sendirinya. Kita harus memaksa mereka. Jika kita memilih yoga, kita memilihnya sebagai teknik penekanan. Jika kita memilih tantra, kita memilih tantra karena kelicikan, sebagai penipuan yang halus – alasan untuk mengumbar dan memanjakan.

Dengan pikiran yang tidak sehat baik yoga maupun tantra tidak bisa bekerja. Mereka hanya akan mengakibatkan penipuan. Pikiran yang sehat, terutama pikiran seksual yang sehat, diperlukan untuk memulainya. Kemudian tidak terlalu sulit untuk memilih jalanmu. Engkau dapat memilih yoga, engkau dapat memilih tantra.

Pada dasarnya ada dua jenis manusia, pria dan wanita. Yang kumaksudkan bukanlah biologis, namun secara psikologis. Untuk mereka yang secara psikologis dasarnya laki-laki – yang agresif, dengan kekerasan, ekstrovert – yoga adalah jalan mereka. Untuk mereka yang dasarnya feminin, menerima, pasif, non-kekerasan, tantra adalah jalan mereka. Jadi engkau dapat memperhatikan itu: untuk tantra, Ibu Kali, Tara, dan begitu banyak DEVIS, BHAIRAVIS – dewi perempuan – adalah sangat bermakna. Dalam yoga engkau tidak akan pernah mendengar nama dari dewi feminin. Tantra memiliki dewi feminin; yoga memiliki dewa laki-laki. Yoga adalah energi keluar; energi tantra bergerak ke dalam. Jadi engkau bisa mengatakan dalam terminologi psikologi modern yoga adalah ekstrovert dan tantra adalah introvert. Jadi itu tergantung pada kepribadian. Jika engkau memiliki kepribadian introvert, maka perlawanan bukan untukmu. Jika engkau memiliki kepribadian ekstrovert, maka perlawanan adalah untukmu.

Tapi kita bingung, kita kacau balau; itu sebabnya tidak ada yang dapat membantu. Pada yang bertentangan, semuanya mengganggu. Yoga akan mengganggumu, tantra akan mengganggumu. Setiap obat akan membuat penyakit baru untukmu karena orang yang memilih itu sendiri yang sakit, penyakitan; sehingga hasil dari pilihannya akan menjadi penyakit. Jadi aku tidak bermaksud bahwa melalui yoga engkau tidak dapat mencapainya. Aku menekankan pada tantra hanya karena kita akan mencoba untuk memahami apakah tantra itu.

 

Berkah Shakti Om,

Tilem Selasa Pon, 3 September 2024


(Sumber: www.OshoIndonesia.com artikel Vigyana Bhairava Tantra Vol.1 - Jalan Yoga dan Jalan Tantra)

 

 

 

 

Rabu, 14 Agustus 2024

TEKNIK KEDUA PULUH SATU

 

Sumber: Pinterest



21. (PIERCE SOME PART OF YOUR NECTAR-FILLED FORM WITH A PIN, AND GENTLY ENTER THE PIERCING AND ATTAIN TO THE INNER PURITY)

TUSUKLAH BEBERAPA BAGIAN DARI WUJUDMU YANG TERISI DENGAN NEKTAR DENGAN SEBATANG JARUM, LALU DENGAN LEMBUT MASUKLAH KE DALAM PENUSUKAN TERSEBUT  DAN MENCAPAI KEMURNIAN BATIN.

 (Nectar terjemahanya adalah: soma, inti sari, minuman para dewa, air suci keabadian)

 

Sutra ini mengatakan, TUSUKLAH BEBERAPA BAGIAN DARI WUJUDMU YANG TERISI DENGAN NEKTAR ... tubuhmu tidak hanya satu tubuh, tubuhmu terisi denganmu, dan dirimu itulah nektarnya. Tusuklah tubuhmu. Ketika engkau menusuk tubuhmu, engkau tidak tertusuk - hanya tubuhmu yang tertusuk. Tapi engkau merasa penusukan itu seolah-olah engkau telah ditusuk; itu sebabnya engkau merasa sakit. Jika engkau dapat menyadari bahwa hanya tubuh ini ditusuk, bahwa engkau tidak ditusuk, alih-alih rasa sakit, engkau akan merasakan kebahagiaan. Tidak perlu melakukannya dengan jarum. Banyak hal yang terjadi setiap hari; engkau dapat menggunakan situasi itu untuk meditasi. Atau engkau dapat membuat satu situasi.

Ada sebagian rasa sakit dalam tubuhmu. Lakukanlah satu hal: lupakan seluruh tubuh, pusatkan pikiran hanya pada bagian tubuh yang sakit. Dan kemudian hal yang aneh akan diamati. Ketika engkau memusatkan pikiran pada bagian tubuh yang sakit, engkau melihat bagian itu menyusut. Pertama engkau merasakan rasa sakit, rasa nyeri, ada di seluruh kakimu. Ketika engkau memusatkan pikiran, maka engkau merasa itu bukan di seluruh kaki. Itu berlebihan - itu hanya ada di lutut.

Pusatkan pikiran lebih jauh, dan engkau akan merasa itu bukan di seluruh lutut namun hanya pada satu titik. Pusatkan pikiran lebih jauh pada titik tersebut; lupakan seluruh tubuh. Tutup saja matamu dan terus memusatkan pikiran untuk menemukan di mana rasa sakit itu. Ia akan terus menyusut; daerahnya akan menjadi lebih kecil dan semakin kecil. Kemudian suatu saat akan datang ketika ia hanya menjadi sebuah titik. Teruslah menatap titik itu, dan tiba-tiba titik itu akan lenyap dan engkau akan terisi dengan kebahagiaan. Alih-alih rasa sakit engkau akan terisi dengan kebahagiaan.

Mengapa hal ini terjadi? Karena engkau dan tubuhmu adalah dua, mereka tidak lagi satu. Dia yang sedang memusatkan pikiran adalah engkau. Pemusatan pikiran sedang dilakukan pada tubuh – itulah objeknya. Ketika engkau memusatkan pikiran, jarak itu diperluas, identifikasi bahwa aku adalah tubuh terputus. Hanya untuk memusatkan perhatian engkau bergerak ke dalam, menjauh dari badan. Untuk membawa titik rasa sakit ke dalam pandanganmu, engkau harus menjauh. Gerakan menjauh itu menciptakan jaraknya. Dan ketika engkau sedang memusatkan perhatian pada rasa sakit, engkau melupakan identifikasi itu, engkau lupa bahwa "Aku sedang merasa sakit."

Sekarang engkau adalah pengamat dan rasa sakit ada di tempat lain. Engkau sedang mengamati rasa sakit, tidak merasakan sakit. Perubahan ini dari perasaan ke pengamatan menciptakan jaraknya. Dan ketika jaraknya lebih besar, tiba-tiba engkau melupakan tubuh sepenuhnya; engkau menyadari hanya kesadaran.

Engkau dapat mencoba teknik ini juga: TUSUKLAH BEBERAPA BAGIAN DARI WUJUDMU YANG TERISI DENGAN NEKTAR DENGAN SEBATANG JARUM, LALU DENGAN LEMBUT MASUKLAH KE DALAM TUSUKAN TERSEBUT. Jika ada rasa sakit, maka terlebih dahulu engkau harus memusatkan perhatian pada seluruh daerah; maka lama kelamaan itu akan sampai ke satu titik.

Tapi tidak perlu untuk menunggu. Engkau dapat menggunakan jarum. Gunakan jarum pada bagian yang sensitif. Pada tubuh banyak tempat yang tidak peka; mereka tidak akan berguna. Engkau mungkin tidak pernah mendengar tentang titik tidak peka pada tubuh. Lalu berikan jarum kepada siapa pun, ke temanmu, dan duduklah, dan beritahukan temanmu untuk menusuk punggungmu dengan jarum di banyak titik. Di banyak titik engkau tidak akan merasa sakit. Engkau akan berkata, "Tidak, engkau belum menusuk. Aku tidak merasa sakit." Mereka adalah titik tidak peka. Hanya di pipimu ada dua titik tidak peka yang bisa diuji.

Jika engkau pergi ke desa-desa India, berkali-kali dalam festival keagamaan mereka akan menusuk pipi mereka dengan anak panah. Ini terlihat seperti sebuah keajaiban, tetapi itu bukan. Pipi memiliki dua titik tidak peka. Jika engkau menusuk melalui titik-titik tidak peka ini, tidak ada darah yang akan keluar dan tidak akan ada rasa sakit. Di punggunmu ada ribuan titik tidak peka, di mana engkau tidak bisa merasakan sakit. Tubuhmu memiliki dua jenis tempat - sensitif, hidup, dan titik-titik lain yang mati. Jadi temukanlah tempat sensitif di mana engkau dapat merasa bahkan sentuhan yang halus. Lalu tusukan jarum dan MASUKI PENUSUKAN TERSEBUT. Itu adalah halnya; itu adalah meditasi. Dan DENGAN LEMBUT masuki penusukan itu. Begitu jarum bergerak ke dalam, ke dalam kulitmu, dan engkau merasa sakit, engkau juga masuk. Jangan merasa bahwa rasa sakit itu sedang memasuki engkau; jangan rasakan sakit, jangan teridentifikasi dengannya. Masuklah bersama dengan jarum. Tusuklah bersama dengan jarum.

Tutuplah matamu; amatilah rasa sakit. Ketika rasa sakit menusuk masuk, engkau juga menembus dirimu. Dan dengan jarum menembusmu, pikiranmu akan menjadi mudah untuk berkonsentrasi. Gunakan titik nyeri itu, nyeri yang kuat, dan amati. Itulah yang dimaksud dengan DENGAN LEMBUT MASUKI PENUSUKAN.

DAN MENCAPAI KEMURNIAN BATIN. Jika engkau dapat memasuki proses pengamatan, tak teridentifikasi, menyendiri, berdiri dari jauh, tidak merasa bahwa rasa sakit itu sedang menusuk engkau, tapi mengamati bahwa jarum tersebut menusuk tubuh and engkau adalah pengamat, engkau akan mencapai kemurnian batin; kepolosan batin akan terungkap kepadamu. Untuk pertama kalinya engkau akan menyadari bahwa engkau bukanlah tubuh. Dan begitu engkau tahu bahwa engkau bukan tubuh, hidupmu berubah sepenuhnya karena seluruh hidupmu adalah sekitar tubuh. Setelah engkau tahu bahwa engkau bukan tubuh, engkau tidak dapat melanjutkan kehidupan ini. Pusat ini menjadi hilang.

Ketika engkau bukan tubuh, maka engkau harus menciptakan kehidupan yang berbeda. Kehidupan itu adalah kehidupan milik Sannyasin. Ini adalah kehidupan yang berbeda; pusatnya berbeda sekarang. Sekarang engkau ada di dunia sebagai jiwa, sebagai atman, bukan sebagai tubuh. Jika engkau ada sebagai tubuh, maka engkau telah menciptakan dunia yang berbeda: dunia keuntungan materi, keserakahan, penyuapan, nafsu, seks. Engkau telah menciptakan sebuah dunia di sekitar engkau; ini adalah dunia yang berorientasi tubuh.

Begitu engkau tahu engkau bukan tubuh, seluruh duniamu menghilang. Engkau tidak dapat mendukungnya lagi. Sebuah dunia yang berbeda muncul yaitu di sekitar jiwa – dunia kasih sayang, cinta, keindahan, kebenaran, kebaikan, kemurnian. Pusatnya berpindah, dan itu bukan di dalam tubuh sekarang. Itu ada di dalam kesadaran.

 

Berkah Shakti Om,

Rabu Pon, 14 Agustus 2024