Tampilkan postingan dengan label Saundarya Lahari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saundarya Lahari. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Mei 2024

Saundarya Lahari atau Gelombang Keindahan

 

Sumber: Internet)

Bunda Semesta Alam, Shridevi Lalita Mahatripura Sundari

 

 

Mahatripura sundareem muhur namaskurmahe

“Dalam bhakti yang tiada henti kami menyembah-Mu, Wahai Bunda Semesta Alam, Devi Tripura Sundari yang terindah dan tercantik di ketiga alam.”

“Kami sadar bahwa tulisan ini 'ada' karena kehendak dan limpahan berkah-Mu yang tak terbatas, bukalah pikiran dan hati kami sehingga pesan yang disampaikan menjadi selesai dan tuntas seperti yang Engkau kehendaki.”

 

Mengenal Saundarya Lahari,

Sebagaimana disampaikan oleh Swami Sivananda…

Saundarya Lahari adalah shastra utama yang menjelaskan tentang bagaimana kita menyembah Parabrahman atau Kesadaran Absolut dalam wujudnya sebagai Upasana Shakti atau Sri Vidya. Kidung mulia ini merefleksikan ketinggian imajinasi, kelembutan kasih dari pengabdian yang tiada henti, dan sentuhan puitis yang unik hasil perenungan mendalam dari Adi Guru Sankaracharya.

Saundarya Lahari adalah kidung ilahi penuh pujian kepada Devi Tripura Sundari atau dikenal juga sebagai Devi Lalita, wujud Shridevi yang paling indah. Sloka atau ayat-ayat dalam kidung ini terkait dengan berbagai mantra dan yantra yang melaluinya Devi disembah untuk memperoleh bermacam-macam siddhi atau kekuatan. Devi dalam wujudnya sebagai Sri Vidya disembah dalam dua cara: intrinsik atau bagian dalam, ini bagi para pelaku-spiritual yang sudah sangat berkembang, dan ekstrinsik atau bagian luar, ini bagi para pelaku-spiritual yang baru mulai berkembang.

Bentuk penyembahan bagian dalam bukanlah mengikuti suatu ritual atau metode tertentu, tapi wujud Parabrahman Shiva bersama Shakti disembah dalam berbagai sentra-sentra energi atau chakra yang ada dalam diri manusia. Mereka percaya bahwa kesatuan antara Shiva dan Shakti akan dapat menbangunkan kundalini mereka dan bergerak naik mengalir lewat berbagai sentra menuju sahasrara dengan memuja dan japa mantra atau pengulangan mantra. Bersatunya jivatman atau Jiwa Individu dan paramatman atau Jiwa Agung.

Bentuk penyembahan bagian luar adalah penyembahan kepada Sri Chakra. Diagram Sri Chakra dibuat diatas lembaran emas atau lembaran logam tertentu. Kemudian Sri Chakra disembah dengan persembahan mudra, asana, wewangian dan persembahan lainnya. Sri Chakra adalah puncak dari semua yoga sadhana atau laku-spiritual pribadi. Seseorang tidak perlu melakukan latihan yoga apa pun karena telah memperoleh kesempurnaan dalam Sri Chakra. Dengan menyembah Devi seseorang juga dapat memperoleh kesehatan, kekayaan, sukses dalam setiap pekerjaan, mengatasi setiap rintangan dan sebagainya.

Bagian Saundarya Lahari…

Saundarya Lahari memiliki total 100 sloka atau ayat, 41 sloka pertama bersama-sama disebut Ananda Lahari  atau Gelombang Kebahagiaan. Mereka berurusan dengan cara pemujaan Shrividya yang mencakup konstruksi diagram Srichakra, Yoga Kundalini dan mantra, termasuk mantra lima belas suku kata yang kuat dari Shri Lalita Mahatripura Sundari yang disebut mantra panchadshakshari dan,

59 shloka berikutnya yaitu Shloka 42-100 membentuk bagian kedua yang disebut Saundarya Lahari. Bagian ini menggambarkan keindahan Shridevi dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan detail yang lebih halus, menghabiskan hampir semua ornamen sastra (alankaras) dalam Bahasa Sansekerta! Seluruh kidung agung yang terdiri dari 100 sloka disebut sebagai Soundarya Lahari, Gelombang Keindahan.

Legenda Populer di Saundarya Lahari…

Salah satu cerita paling populer adalah seperti ini. Suatu ketika Adi Sankaracharya mengunjungi Kailasa, tempat tinggal Dewa Siwa. Dia melihat stotra Saundarya Lahari tertulis di dinding. Dia mulai membaca. Dewa Ganesha mengamatinya dan pada saat yang sama mulai menggosok shloka dari bawah!

Pada akhirnya, Adi Sankaracharya hanya bisa membaca dan menghafal 41 shloka. Dia pergi dan mengeluh kepada Dewa Siwa. Tuhan bersabda bahwa Soundarya Lahari adalah salah satu kidung rahasia dan paling kuat. Jadi, tidak bisa dibagikan secara keseluruhan di dunia manusia. Dia menyarankan Adi Sankaracharya untuk menyusun sisa 59 shloka menjadi 100 shloka.

Legenda versi lain mengatakan bahwa Shiva sendiri memberikan naskah Saundarya Lahari kepada Adi Sankaracharya saat berkunjung ke tempat tinggal Tuhan, yaitu Kailasa. Saat Adi Sankaracharya keluar, penjaga Nandi merampas sebagian naskah yang berisi shloka 42-100 dari Adi Sankaracharya.

Ketika Adi Sankaracharya melaporkan kejadian ini kepada Shiva, dia tersenyum dan berkata bahwa kidung tersebut sangat kuat. Jadi tidak bisa diberikan secara keseluruhan. Tuhan meminta Adi Sankaracharya untuk menyusun sisa sloka dari kidung tersebut.

Ada dua hal yang umum dan pasti dari pembahasan di atas. Saundarya Lahari adalah kidung ilahi yang sangat kuat dan penuh rahasia. Adi Guru Sankaracharya adalah Sang Penerima Wahyu dan sebagian penulis Soundarya Lahari.

Sesungguhnya semua terjadi karena berkah Sang Devi…

Saundarya Lahari adalah kidung mistis. Jadi, kami percaya bahwa kami dapat menulis himne ini hanya atas keinginan dan perintah Sri Devi. Penjelasan ini merupakan upaya untuk membantu pemahaman intelektual kita untuk melepaskan pesona sastra asli dan imajinasi Adi Sankaracharya. Bahkan makna ini hanya dapat diakses sepenuhnya oleh pemuja sejati Sri Devi. Jadi, jangan mengeluh jika Anda tidak mengerti. Berdoalah kepada Sri Devi, Dia akan membuatmu mengerti!

Melalui pemaparan kidung ini merupakan kesempatan bagi kami untuk mengekspresikan pengabdian kepada Sri Devi. Dia sendiri adalah Vak-ucapan, Ialah kekuatan dibalik kata-kata, sumber kehidupan yang bersatu dengan makna. Jadi, setiap kata yang ditulis merupakan inspirasi dan rahmat-Nya sendiri.

Bagi para pembaca, ini adalah kesempatan yang baik untuk mencicipi nektar sloka ini dengan penuh pengabdian, yang mengagumi keagungan dan kemuliaan kekuatan Sri Devi yang tak tertandingi dan keindahan surgawi yang tiada-taranya. Persiapkan dirimu untuk menikmati!

 

Berkah Shakti Om.

Kamis Wage, 02 Mei 2024.

 

 

 

 

 

 

Sabtu, 04 April 2020

Greatness of Divine Mother


Devi (Shakti) Maa


Ayat 2i :
“Dengan mengumpulkan sebutir debu dari telapak KakiMu, Oh Bunda Ilahi, Brahma menciptakan alam semesta yang tak terbatas dan misteri (limitless and mysterious) dan itupun tidak sempurna (dalam pengertian bahwa walaupun tanpa kesempurnaan tapi dapat menciptakan pertemuan yang sempurna)”

Dengan melihat atau belajar diluar tidak ada habisnya, Sankara mengatakan jagad ini mitia—ada dan tiada. Dan tidak akan pernah menemukan dalam kemisteriusan itu, kita tidak tahu apa yang terjadi yang sebenarnya dalam black hole itu.

[Selama ini kita menganggap bulan adalah satelit alami Bumi, sebenarnya Bulan diciptakan untuk tempat transit dari roh-roh yang meninggal dan yang belum lahir kembali, pada 5000/6000 tahun yang lalu(?). Memfasilitasi roh-roh yang tidak punya badan—yang selama 5 sampai 6 tahun belum lahir—transit ke Bulan.

Karena roh mengalami guncangan yang hebat setelah kematian, maka di bawa ke Bulan. Pada 5000 atau 6000 tahun yang lalu padang pasir merupakan pangkalan ruang angkasa untuk peluncuran satelit, yang semuanya dibangun di dalam tanah dan Kabah adalah salah satu tempat peluncuran]
Lebih baik melihat ke dalam, bagaimana kita dapat memanfaatkan ilmu dari Brahma. Brahma memilik Shakti Devi Saraswati (Pengetahuan). 

Bertemunya Brahma dan Devi Saraswati menciptakan :
Pertama. KREATIFITAS. Original, No Imitation. Selama ini kita hanya mengalami hal-hal pengulangan—mempunyai istri atau suami, anak, …—tidak ada waktu untuk pengalaman-pengalaman baru atau original. “Let’s do something New”.

Kedua. BERKEMBANG. Not a mere growth—tidak sekadar tumbuh. Tidak hanya tumbuh tapi berkembang. Tumbuh itu seperti makan, minum, seks; pun seorang ahli ada disini, tahu banyak tentang hal yang kecil.
Muncul banyak kebingungan karena hanya tumbuh, masyarakat kacau karena banyak ahli yang hanya tumbuh. Berkembang yaitu para pengacara belajar hukum, seorang dokter belajar hal yang diluar bidangnya dst.

Ketiga. KESEMPURNAAN. Pun misalnya terjadi benturan ada semacam kesempurnaan.
Sifat utama Brahma adalah Satva dan Rajas. PEACE.

Para guru, dosen, pengajar ada disini, jika ia yang memiliki karakter ini masuk bidang politik atau bisnis maka ia akan gagal. Dengan mendalami karakter kita dapat memilih kerja yang cocok dengan kita.

Ayat 2ii :
“The Sustainer, Vhisnu as Adi Shesha some-how support this Universe (made out of that dust) with His thousand hoods”

Pemelihara Wisnu memberi support pada Alam, yang juga menggunakan ‘debu’ itu sebagai Naga Adi Shesha, dengan ‘some-how’—cara-cara tertentu. Setelah alam ini runtuh maka yang tersisa adalah Adi Shesha, kata ‘sisa’ berasal dari kata ini, yang tersisa adalah ruang dan waktu.

Buddha dengan jujur mengatakan, “Saya bukanlah yang pertama atau yang terakhir, akan ada Buddha-Buddha sebelum dan sesudah saya, saya seperti sebutir pasir dan masih banyak yang lainnya”.

Krishna mengatakan, “Dalam setiap cahaya ada Aku, dalam diri mu (Arjuna) ada Aku, dalam diri penulis ada Aku…”.

Ketika Vhisnu bertemu dengan ShaktiNya, Devi Laksmi menciptakan :
Pertama. HOLISTIC HEALTH. Menyeimbangkan unsur pitta, vatta, dan kappa (api, air dan angin) dalam diri. Setelah ketiganya seimbang baru kita memperoleh hal-hal lainnya. Keseimbangan Menyeluruh—badan, energi, mental/emosional, intelijensia dan ananda.
Jika ketiga unsur tidak seimbang maka muncul kebencian, marah, iri dan lain-lain, dan kita akan menghancurkan diri sendiri.

Kedua. Support & Living : Live and let’s live. Tetap hidup, jangan sampai merugikan orang lain.
Ketiga. TOTAL SUCCESS : Skillful use of Tamas and Rajas. Kita tahu persis kapan dan dimana kita menggunakan tamas dan rajas.

Sifat utama Vhisnu adalah Tamas dan Rajas. LOVE.

Ayat 2iii :
“Dan Shiva, Sang Pemusnah juga Pendaur Ulang, mengambil debu itu dan menghancurkan debu itu menjadi lebih kecil lagi lalu dioleskan ke seluruh tubuh, sisa dari debu-debu kecil itu digunakan untuk membuat atau menciptakan alam yang baru”.

Pertemuan Shiva dan Devi Parvati :
Pertama. DISCREET. Menyimpan rahasia. What to share and what not. Apa yang harus kita bagikan, dan ada pengetahuan yang harus di simpan.

Kedua. EFFICIENCY : Time Management.

Ketiga. DECEIVENESS : Kapan berhenti, kapan mulai. Kapan harus tidur, kapan harus bangun kembali. Hari-Hara, jatuh-bangun. Wisnu juga berarti mayapati.
Sifat utama adalah Tamas dan Satva.

TRIMURTI : Brahma, Vhisnu, dan Shiva.
Skillful Creation, Intteligent Sustainance and Co-existence (kerjasama), dan  Efective Regeneration.
Alam semesta muncul dari Cosmic Dust. From speck of Cosmic Dust to the VISVAROOPA—wujud alam semesta.

Setelah melihat visvaroopa, apa yang terjadi?
Rahvana :
Saat di panah melihat visvaroopa, ia berkata, “I can not, I doubt if I can”. Saya tidak mampu. Saat ia mencapai pencerahan ia mengatakan, “I am That- God”. Ada semacam kebanggaan, menjadi sombong, ingin menguasai semuanya. Maka ia menculik Sita.
Arjuna :
Saat mau perang ia ketakutan, ia berkata, “Saya tidak mampu”. Diperlihatkan visvaroopa oleh Krishna dan ia menjadi tercerahkan dan berkata, “Oh God, I am That”. Takjub, haru, langsung menundukkan kepala. Maka siap berperang, “With Thy Grace, I can”.
Tidak berdaya ------- pencerahan ------- ingin memiliki (preya) atau perang untuk dharma (shreya).
Peran manusia secara kolektif adalah mengembangkan intelijensia, kalau hanya memikirkan bhooh, bhuvah svaha maka mengacaukan semua sistem.

DAKSHA (kisah Daksha ada di Bhagavata Purana).
Daksha mewakili ‘Arrogant of Self’ – Competency. Orang yang mampu akan menciptakan kesombongan, dia harus di bunuh oleh Shiva (ego dihilangkan) dan diganti dengan kepala baru (lahir kembali) : inilah dasar dari Dikshaa, atau inisiasi.

DIKSHAA : a Gift to destroy, Daa = to give or Grant, kshi = (kshyaa) to destroy. Eliminate, or Annihilation.
“The Master Grant the knowledge of the true Self, and help the pupil to overcome/eliminate the Body/Mind/Emotion (Ego) relate false Indentiy”.

Buddha mengatakan, “Follow The Buddha and Relize your Buddhahood”. Menjadi Buddha.
“Surrender the false ego to Regain the true self”, untuk Menundukkan Kepala.

YOGA DIKSHAA. seluruh ayat yang dibahas dalam tiga hari ini kaitannya dengan Sri Yantra, kedepan mengucapkan Gayatri dan ritualnya dengan Sri Yantra (tiga dimensi)

First Initiation for Entering the path (baca kembali buku Kundalini Yoga).
Yama – etika luas
Niyama – etika pribadi
Asana – asana-asana dalam Kundalini Yoga
Pranayama – life style correction
Pratyahara – untuk segala sesuatu
Dharana – one pointedness

Advance Initiation. Second Initiation : UPAYOGA DIKSHAA. Akan fokus pada rintangan-rintangan yang spesifik yang terkait dalam kehidupan spiritual. Apa rintangan khas kita? Ada yang di makanan, di seks, hubungan anak-orang tua,suami-istri, sahabat, keterikatan dan lain-lain, setiap orang berbeda-beda.

Third Initiation : GYAAN NIRVANA, GURU DIKSHAA. untuk menjadi Sanyasin. Buku-buku yang ditulis antara tahun 2003 s/d 2006 adalah persiapan untuk ini (Atma Bodha, Bhaja Govindam, Narada Bakthi Sutra,…). “to realize the meaning of Mahakayaa”

Fouth Initiation : SHAAMBHAVI DIKSHAA. (tidak ada yang dapat dijelaskan…….)
Peranan Guru seperti cermin, untuk mengingatkan kita.


(Wejangan Guruji Anand Krishna, pada Senin 15 Agustus 2011, di Anand Krishna Center Denpasar, Jl. Pura Mertasari 27 Sunset Road, Abianbase Kuta, Pemecutan Klod, Kec. Denpasar.) 


Rabu, 01 April 2020

Saundarya Lahari – Shloka 1: Kemanunggalan Shiva dan Shakti!


(Sumber:Internet)
Ardhanareshwari, Lambang kesatuan Shiva and Shakti

Shivah Shaktya yukto yadi bhavati Shaktah prabhavitum
Na chedevam devo na khalu kushalah spanditumapi |
Atah tvam aradhyam Hari-Hara-Virinchadibhir api
Pranantum stotum vaa katham akrita-punyah prabhavati ||


Artinya, dalam terjemahan bebas,

Ketika Shiva menyatu dengan Shakti maka Shiva menciptakan jagat raya, tanpa Shakti maka tidak ada penciptaan sama sekali. Engkau dipuja bahkan oleh Wisnu, Shiva, dan Brahma. Oleh karena itu, ya Dewi! Barangsiapa yang bisa mengagungkan Engkau, itu terjadi karena akumulasi dari karma baik mereka.

Penjelasan…

“Without Shakt-I (Energi), Sh-I-va is Shava (Mayat)”, tanpa Shakti atau energi, Shiva menjadi shava atau mayat. Seluruh alam semesta adalah proyeksi Shiva-Shakti. Semua adalah manifestasi shiva-Shakti. Shiva-Shakti ada dalam diri setiap orang.

Brahma, Wisnu dan Shiva semuanya itu muncul dari aspek Shakti.

Hanyalah orang-orang yang punya karma baik sekali sehingga ia dapat mengenal aspek feminin. Ia yang dapat menemukan aspek feminin dan dapat memuliakan-Nya, mengagungkan-Nya dan itu tidak mungkin terjadi kalau tidak ada akumulasi dari karma baik sebelumnya.

Wujud Shakti…

1.     Ichha Shakti atau Kekuatan Kehendak. Tempatnya ada di tengah-tengah antara kedua puting susu.

Kemampuannya adalah imajinasi atau daya cipta, merencanakan sesuatu, memiliki visi. Mengungkapkannya dengan otak kanan. Buatlah kehendakmu menjadi kuat dan tak tergoyahkan.

2.     Gyaana Shakti atau Kekuatan Kebijaksanaan. Tempatnya adalah inteligensia.

Kemampuaanya adalah knowing, tidak puas hanya dengan membaca buku, harus tahu sendiri, melihat pengalaman yang lebih luas lagi, mengetahui sesuatu yang tidak tertulis dalam buku. Experiencing, mengalami sendiri. Contemplation, merenungkan. Analysing, melakukan analisa.

Menggunakan otak kanan, kiri dan tengah untuk berkarya. Perkembangan teknologi adalah perkembangan inteligensia, dan tidak berhenti disana, inteligensia berkembang terus. Inteligensia seperti memiliki koneksi dengan internet, terdapat refrensi yang begitu luas. Inteligensia memiliki informasi pengalaman seluruh umat manusia. Jika ada Buddha sekarang maka akan lebih hebat dari Buddha-buddha sebelumnya, karena punya refrensi dari buddha-buddha sebelumnya.

3.     Kriyaa Shakti atau Kekuatan Tindakan. Tempatnya ada di pure body, tubuh murni. Badan dibuat untuk berkegiatan, dan banyak hal atau pekerjaan yang semestinya tidak dilakukan. Badan menjadi tidak murni karena badan melakukan pekerjan-pekerjaan yang tidak murni. Tidur maksimal 7 jam sehari, lebih dari itu badan menjadi tidak murni. Kebanyakan makan daging tubuh menjadi tidak murni.

All physical movement, action of all sense. Keseimbangan antara semua indera, sistem yang selaras.

Ichha-Gyaana-Kriyaa vs Head-Heart-Hand (Keadaan sekarang: berpikir, rasa, kerja). Kunci pendidikan adalah mengembangkan Iccha dulu melalui musicteam work, baru otak dikembangkan, baru kerja.

Modern Phsycology, “Emosi hanya bisa memperbaiki mood, tidak bisa memperkuat will power”. Hasilnya dari satvic trait outcome—tenang, nyaman, then initial enthusiasm—awalnya antusias, bersemangat  (rajas) tapi akhirnya menjadi inertia/laziness—ogah-ogahan, malas (tamas).

Otak kanan berkembang berlebihan menjadi was-was, otak kiri berkembang berlebihan menjadi antusias sekali, semua hal dilakukan, semuanya dikira baik-baik saja padahal tidak. Otak kanan, otak kiri, limbic section semuanya harus seimbang.

Emosi bisa berada di bhooh, bhvah dan shvah, puncaknya hanya sampai di shvah dan will power berawal di mahah dan berkembang terus—alam dari bawah ke atas, bhooh, bhvah, shvah, mahah, janah, tapah, dan satyam.

Will Power
Emotion
Tempat : Psychic heart
Physical brain
Partner : Intelijensia
Mental/emotional
Percaya pada keberadaan
Percaya pada keberadaan tapi dikaitkan pada diri sendiri
Percaya pada kapasitas tak terbatas
Percaya pada hal terbatas
Confident/Trust
Longing/Desires, keinginan-keinginan
Memiliki tujuan hidup yang luar biasa, mulia (shreya)
Kenikmatan-kenikmatan (phreya)
Rendah hati
Keangkuhan, menciptakan ego
Tiada pamrih
Mementingkan egoisnya
Love/compassion, joy and bliss related
Passion, excitement, fleeting, happiness


Penjelasan lain...

*    Diagram Mistik Sri-Chakra mewakili Sri Devi dan juga seluruh alam semesta. Lima segitiga Shakti dan empat segitiga Shiva bersama-sama membentuk bagian penting dalam Sri-Chakra. Jika Shiva dan Shakti bersatu terjadi penciptaan. Kesatuan Shiva dan Shakti berada di titik pusat atau bindu, dan dari bindu inilah awal-mula terbentuknya Sri Chakra.

 Gambar Sri Chakra (sumber: Internet)

*  Dunia Kata: Menurut Tantra, vokal dan konsonan dalam alfabet Sansekerta masing-masing mewakili kekuatan Shakti dan Shiva. Hanya dengan menggabungkan keduanya, kita dapat menciptakan sebuah kata. Tanpa menggabungkan vokal dan konsonan, sebuah kata tidak dapat diucapkan. Jadi, Shiva dan Sri Devi terhubung secara rumit dalam setiap kata. Existence come into being just by words, dunia ada hanya dengan kata-kata.

*     Prinsip Tantra Shiva dan Spanda: Menurut Kitab Suci Tantra, Shiva adalah bagian statis dari Diri Universal. Shakti adalah bagian dinamis yang memanifestasikan dirinya sebagai spanda (energi yang berdenyut). Hal ini tersirat dari kata spanditumapi (mengaduk rata). Dengan kata lain, Shiva adalah pemegang kekuasaan dan Shridevi adalah Shakti (kekuatan) miliknya.

*    Kundalini Yoga: Shiva adalah diri kita masing-masing sebagai Diri Individu. Shivah yadi Shaktya yuktah (syat), tarhi prabhavitum shaktah bhavati. Hanya dengan bersatu dengan Bunda Kundalini Shakti yang telah bangkit, seseorang akan mampu berkembang secara spiritual.

Nachet evam devo na khalu kushalah spanditumapi. Kalau tidak, kita bahkan tidak bisa bergerak sedikit pun di jalan spiritual. Dalam Yoga Kundalini, Bunda Kundalini yang terbangun membuat yoga, kesatuan yang sejati terjadi pada praktisinya. Hal ini menunjukkan bahwa Yoga Kundalini menjadi salah satu sarana penting bagi evolusi spiritual.

*   Rahmat Guru dan Yoga Siddha: Shiva berarti kita masing-masing sebagai Diri Individu. Shivah yadi Shaktya yuktah (syat), tarhi prabhavitum shaktah bhavati. Tapi, maknanya berbeda! Hanya dengan bersatu dengan Shakti atau Rahmat Sadguru, kita dapat berkembang secara spiritual.

Jika tidak, kita bahkan tidak bisa bergerak untuk mencapai kemajuan apa pun di jalan spiritual karena ketidaktahuan. Kata prabhava harus ditafsirkan sebagai evolusi. Rahmat Guru menghilangkan ketidaktahuan kita untuk membantu kita mengidentifikasi dan menyadari Diri Universal dalam diri kita. Jadi, shloka ini mengamanatkan perlunya seorang Guru untuk realisasi spiritual.

Dalam Siddha Yoga (suatu bentuk Kundalini Yoga), seorang Sadguru (Guru yang Sadar) mentransmisikan Rahmat yang baik hati kepada murid yang layak melalui Shaktipat untuk membangkitkan Bunda Kundalini yang ilahi.

* Sadguru dan ke’Shakti’annya: Dalam perspektif ini, Shiva berarti Guru yang Menyadari (Sadguru). Shivah yadi Shaktya yuktah (syat), tarhi prabhavitum shaktah bhavati. Hanya dengan bersatu dengan Shridevi atau Shakti, Sadguru mampu menjadi sumber Rahmat untuk membangkitkan Shakti Kundalini. Jika tidak, Sadguru tidak akan mampu menggerakkan Bunda Kundalini melalui Shaktipat.

     Kata prabhava harus diartikan sebagai Sumber Rahmat. Kata spanditumapi harus diartikan sebagai Shri Kundalini deveem spanditumapi yang artinya “menggerakkan Bunda Kundalini” dengan Shaktipat. Saat Shakti Kundalini dibangunkan melalui Shaktipat, dia mulai bergerak menuju Sahasrara, ke tempat kediaman-Nya yang sejati.

Shaktipat berarti turunnya Shakti, Kekuatan Shridevi kepada murid melalui Sadguru. Yang sesungguhnya terjadi adalah membuat lahan jiwa murid menjadi siap untuk dapat menerima Shakti Kundalini yang dahsyat, dan ini terjadi hanya melalui berkah Sadguru atau Guru Sejati.


Berkah Shakti Om.