Alunan melodi suci-nan mulia dari ribuan tahun silam
terdengar kembali, menggetarkan relung yang mulai kelam dan kusam, menghadirkan
secercah hidup dalam terang……
“Sebagaimana eter yang meliputi segalanya tidak pernah tercemar karena
kehalusannya, demikian pula, walau Sang Jiwa bersemayam di dalam badan, Ia tidak terpengaruh oleh
sifat-sifat badan (karena kodrat-Nya yang melampaui segala sifat).” BG
13:32
Ketika musim penghujan tiba, bagi daerah perkotaan dengan
tatanan semrawut, banjir melanda, air baginya merupakan sumber bencana. Bagi para
petani dan pekebun di pedesaan, air adalah pembawa berkah kehidupan mereka. Padahal
air tidak bersifat. Ia tidak terpengaruh oleh label pembawa petaka atau berkah
pemberian kita. Tidak! Ia sama sekali tidak terpengaruh oleh apa pun yang
dialami oleh badan, bahkan oleh pikiran dan perasaan.
Demikian pula dengan Jiwa, Hyang tidak hanya bersemayam,
juga meliputi seluruh kepribadian kita; mengisi setiap sudut badan, pikiran,
inteligensia, dan lain-lain. Ia tidak terbatasi oleh keterbatasan badan dan
indra. Ia tidak terpengaruh oleh pikiran yang kacau atau emosi yang bergolak.
Ia tidak menjadi kotor, karena badan kita berdaki. Walau, “mengisi”
seluruh badan, Ia pun tidak terganggu jika salah satu organ di dalam tubuh
mengalami gangguan. Jika kita memahami
hal ini, maka terbebaskanlah kita dari ilusi keterbatasan, sekat pemisah, dan
sebagainya.
Berkah Shakti Om,
Rabu Pon, 28 Oktober 2026


Tidak ada komentar:
Posting Komentar