Rabu, 14 Agustus 2024

TEKNIK KEDUA PULUH SATU

 

Sumber: Pinterest



21. (PIERCE SOME PART OF YOUR NECTAR-FILLED FORM WITH A PIN, AND GENTLY ENTER THE PIERCING AND ATTAIN TO THE INNER PURITY)

TUSUKLAH BEBERAPA BAGIAN DARI WUJUDMU YANG TERISI DENGAN NEKTAR DENGAN SEBATANG JARUM, LALU DENGAN LEMBUT MASUKLAH KE DALAM PENUSUKAN TERSEBUT  DAN MENCAPAI KEMURNIAN BATIN.

 (Nectar terjemahanya adalah: soma, inti sari, minuman para dewa, air suci keabadian)

 

Sutra ini mengatakan, TUSUKLAH BEBERAPA BAGIAN DARI WUJUDMU YANG TERISI DENGAN NEKTAR ... tubuhmu tidak hanya satu tubuh, tubuhmu terisi denganmu, dan dirimu itulah nektarnya. Tusuklah tubuhmu. Ketika engkau menusuk tubuhmu, engkau tidak tertusuk - hanya tubuhmu yang tertusuk. Tapi engkau merasa penusukan itu seolah-olah engkau telah ditusuk; itu sebabnya engkau merasa sakit. Jika engkau dapat menyadari bahwa hanya tubuh ini ditusuk, bahwa engkau tidak ditusuk, alih-alih rasa sakit, engkau akan merasakan kebahagiaan. Tidak perlu melakukannya dengan jarum. Banyak hal yang terjadi setiap hari; engkau dapat menggunakan situasi itu untuk meditasi. Atau engkau dapat membuat satu situasi.

Ada sebagian rasa sakit dalam tubuhmu. Lakukanlah satu hal: lupakan seluruh tubuh, pusatkan pikiran hanya pada bagian tubuh yang sakit. Dan kemudian hal yang aneh akan diamati. Ketika engkau memusatkan pikiran pada bagian tubuh yang sakit, engkau melihat bagian itu menyusut. Pertama engkau merasakan rasa sakit, rasa nyeri, ada di seluruh kakimu. Ketika engkau memusatkan pikiran, maka engkau merasa itu bukan di seluruh kaki. Itu berlebihan - itu hanya ada di lutut.

Pusatkan pikiran lebih jauh, dan engkau akan merasa itu bukan di seluruh lutut namun hanya pada satu titik. Pusatkan pikiran lebih jauh pada titik tersebut; lupakan seluruh tubuh. Tutup saja matamu dan terus memusatkan pikiran untuk menemukan di mana rasa sakit itu. Ia akan terus menyusut; daerahnya akan menjadi lebih kecil dan semakin kecil. Kemudian suatu saat akan datang ketika ia hanya menjadi sebuah titik. Teruslah menatap titik itu, dan tiba-tiba titik itu akan lenyap dan engkau akan terisi dengan kebahagiaan. Alih-alih rasa sakit engkau akan terisi dengan kebahagiaan.

Mengapa hal ini terjadi? Karena engkau dan tubuhmu adalah dua, mereka tidak lagi satu. Dia yang sedang memusatkan pikiran adalah engkau. Pemusatan pikiran sedang dilakukan pada tubuh – itulah objeknya. Ketika engkau memusatkan pikiran, jarak itu diperluas, identifikasi bahwa aku adalah tubuh terputus. Hanya untuk memusatkan perhatian engkau bergerak ke dalam, menjauh dari badan. Untuk membawa titik rasa sakit ke dalam pandanganmu, engkau harus menjauh. Gerakan menjauh itu menciptakan jaraknya. Dan ketika engkau sedang memusatkan perhatian pada rasa sakit, engkau melupakan identifikasi itu, engkau lupa bahwa "Aku sedang merasa sakit."

Sekarang engkau adalah pengamat dan rasa sakit ada di tempat lain. Engkau sedang mengamati rasa sakit, tidak merasakan sakit. Perubahan ini dari perasaan ke pengamatan menciptakan jaraknya. Dan ketika jaraknya lebih besar, tiba-tiba engkau melupakan tubuh sepenuhnya; engkau menyadari hanya kesadaran.

Engkau dapat mencoba teknik ini juga: TUSUKLAH BEBERAPA BAGIAN DARI WUJUDMU YANG TERISI DENGAN NEKTAR DENGAN SEBATANG JARUM, LALU DENGAN LEMBUT MASUKLAH KE DALAM TUSUKAN TERSEBUT. Jika ada rasa sakit, maka terlebih dahulu engkau harus memusatkan perhatian pada seluruh daerah; maka lama kelamaan itu akan sampai ke satu titik.

Tapi tidak perlu untuk menunggu. Engkau dapat menggunakan jarum. Gunakan jarum pada bagian yang sensitif. Pada tubuh banyak tempat yang tidak peka; mereka tidak akan berguna. Engkau mungkin tidak pernah mendengar tentang titik tidak peka pada tubuh. Lalu berikan jarum kepada siapa pun, ke temanmu, dan duduklah, dan beritahukan temanmu untuk menusuk punggungmu dengan jarum di banyak titik. Di banyak titik engkau tidak akan merasa sakit. Engkau akan berkata, "Tidak, engkau belum menusuk. Aku tidak merasa sakit." Mereka adalah titik tidak peka. Hanya di pipimu ada dua titik tidak peka yang bisa diuji.

Jika engkau pergi ke desa-desa India, berkali-kali dalam festival keagamaan mereka akan menusuk pipi mereka dengan anak panah. Ini terlihat seperti sebuah keajaiban, tetapi itu bukan. Pipi memiliki dua titik tidak peka. Jika engkau menusuk melalui titik-titik tidak peka ini, tidak ada darah yang akan keluar dan tidak akan ada rasa sakit. Di punggunmu ada ribuan titik tidak peka, di mana engkau tidak bisa merasakan sakit. Tubuhmu memiliki dua jenis tempat - sensitif, hidup, dan titik-titik lain yang mati. Jadi temukanlah tempat sensitif di mana engkau dapat merasa bahkan sentuhan yang halus. Lalu tusukan jarum dan MASUKI PENUSUKAN TERSEBUT. Itu adalah halnya; itu adalah meditasi. Dan DENGAN LEMBUT masuki penusukan itu. Begitu jarum bergerak ke dalam, ke dalam kulitmu, dan engkau merasa sakit, engkau juga masuk. Jangan merasa bahwa rasa sakit itu sedang memasuki engkau; jangan rasakan sakit, jangan teridentifikasi dengannya. Masuklah bersama dengan jarum. Tusuklah bersama dengan jarum.

Tutuplah matamu; amatilah rasa sakit. Ketika rasa sakit menusuk masuk, engkau juga menembus dirimu. Dan dengan jarum menembusmu, pikiranmu akan menjadi mudah untuk berkonsentrasi. Gunakan titik nyeri itu, nyeri yang kuat, dan amati. Itulah yang dimaksud dengan DENGAN LEMBUT MASUKI PENUSUKAN.

DAN MENCAPAI KEMURNIAN BATIN. Jika engkau dapat memasuki proses pengamatan, tak teridentifikasi, menyendiri, berdiri dari jauh, tidak merasa bahwa rasa sakit itu sedang menusuk engkau, tapi mengamati bahwa jarum tersebut menusuk tubuh and engkau adalah pengamat, engkau akan mencapai kemurnian batin; kepolosan batin akan terungkap kepadamu. Untuk pertama kalinya engkau akan menyadari bahwa engkau bukanlah tubuh. Dan begitu engkau tahu bahwa engkau bukan tubuh, hidupmu berubah sepenuhnya karena seluruh hidupmu adalah sekitar tubuh. Setelah engkau tahu bahwa engkau bukan tubuh, engkau tidak dapat melanjutkan kehidupan ini. Pusat ini menjadi hilang.

Ketika engkau bukan tubuh, maka engkau harus menciptakan kehidupan yang berbeda. Kehidupan itu adalah kehidupan milik Sannyasin. Ini adalah kehidupan yang berbeda; pusatnya berbeda sekarang. Sekarang engkau ada di dunia sebagai jiwa, sebagai atman, bukan sebagai tubuh. Jika engkau ada sebagai tubuh, maka engkau telah menciptakan dunia yang berbeda: dunia keuntungan materi, keserakahan, penyuapan, nafsu, seks. Engkau telah menciptakan sebuah dunia di sekitar engkau; ini adalah dunia yang berorientasi tubuh.

Begitu engkau tahu engkau bukan tubuh, seluruh duniamu menghilang. Engkau tidak dapat mendukungnya lagi. Sebuah dunia yang berbeda muncul yaitu di sekitar jiwa – dunia kasih sayang, cinta, keindahan, kebenaran, kebaikan, kemurnian. Pusatnya berpindah, dan itu bukan di dalam tubuh sekarang. Itu ada di dalam kesadaran.

 

Berkah Shakti Om,

Rabu Pon, 14 Agustus 2024

 

Rabu, 17 Juli 2024

TEKNIK KEDUAPULUH

 

(Sumber: https://id.pinterest.com/pin/21462535708748828/)



 20. (IN A MOVING VEHICLE, BY RHYTHMICALLY SWAYING, EXPERIENCE. OR IN A STILL VEHICLE, BY LETTING YOURSELF SWING IN SLOWING INVISIBLE CIRCLES)

DALAM KENDARAAN YANG BERGERAK, DENGAN GOYANG YANG BERIRAMA, PENGALAMAN (ALAMI atau RASAKAN). ATAU DI KENDARAAN YANG DIAM, BIARKAN DIRIMU  BERGOYANG DALAM LINGKARAN LAMBAT YANG TAK TERLIHAT.

 

 

Ini adalah sama dengan cara yang berbeda. DALAM KENDARAAN YANG BERGERAK ... engkau sedang bepergian dengan kereta api atau dalam gerobak sapi - ketika teknik ini dikembangkan hanya ada gerobak sapi. Engkau bergerak di dalam sebuah gerobak sapi di atas sebuah jalan di India - bahkan hari ini jalan itu adalah sama. Tapi ketika engkau sedang bergerak, seluruh tubuhmu bergerak. Maka itu sia-sia.

DALAM KENDARAAN YANG BERGERAK, DENGAN GOYANG YANG BERIRAMA... bergoyanglah dengan berirama. Cobalah untuk mengerti, ini sangat terperinci. Setiap kali engkau berada di sebuah gerobak sapi atau kendaraan apapun, engkau menahan. Gerobak sapi bergoyang ke kiri, tapi engkau menahannya. Engkau bergoyang ke kanan untuk menyeimbangkan; kalau tidak engkau akan jatuh. Jadi engkau terus-menerus menahan. Duduk dalam sebuah gerobak sapi, engkau melawan gerakannya. Ia bergerak ke sisi ini, dan engkau harus berpindah ke sana.

Itulah sebabnya ketika duduk dalam kereta api engkau menjadi lelah. Engkau belum melakukan apa-apa. Mengapa engkau menjadi begitu lelah? Engkau telah melakukan banyak hal tanpa menyadarinya. Engkau melawan kereta terus menerus; di sana ada perlawanan. Janganlah menolak - ini adalah hal pertama. Jika engkau ingin melakukan teknik ini, jangan menahan/melawan. Sebaliknya, bergeraklah dengan gerakan kereta, bergoyanglah dengan gerakan kereta. Jadilah bagian dari gerobak sapi, jangan menolak atau menahannya. Apa pun yang dilakukan gerobak sapi, jadilah bagian dari itu. Itulah mengapa anak-anak kecil tidak pernah lelah dalam melakukan perjalanan.

Poonam, seorang murid, baru saja tiba dari London dengan dua anaknya, dan dia takut bahwa mereka mungkin menjadi sakit, bahwa mereka mungkin lelah karena perjalanan yang begitu panjang. Dia menjadi lelah, dan mereka datang dengan tertawa. Dia menjadi benar-benar lelah ketika dia sampai ke sini. Saat ia memasuki ruanganku, dia sudah benar-benar kelelahan, dan dua anaknya mulai bermain saat itu juga. Delapan belas jam perjalanan dari London ke Bombay dan mereka tidak sedikit pun lelah. Mengapa? Karena mereka belum tahu bagaimana untuk menolak/ menahan.

Jadi seorang pemabuk bisa duduk di dalam sebuah gerobak sapi sepanjang malam, dan di pagi hari dia akan menjadi segar seperti sebelumnya, tapi engkau tidak akan bisa. Hal ini karena pemabuk itu tidak dapat menolak. Dia bergerak dengan gerobak; di sana tidak ada perlawanan. Perlawanan itu tidak ada, dia adalah satu. DALAM KENDARAAN YANG BERGERAK, DENGAN GOYANG YANG BERIRAMA... Jadi lakukanlah satu hal: jangan menahan/menolak. Dan yang kedua, ciptakanlah satu irama. Ciptakanlah satu irama dalam gerakanmu. Jadikanlah itu harmoni yang indah. Lupakanlah tentang jalanan; jangan mengutuk jalanan dan pemerintah – lupakanlah mereka. Jangan mengutuk sapi dan gerobaknya, atau pengemudinya – lupakanlah mereka. Tutuplah matamu, jangan menolak. Bergeraklah berirama dan ciptakanlah musik dalam gerakanmu. Jadikan itu seolah-olah itu adalah sebuah tarian. DALAM KENDARAAN YANG BERGERAK, DENGAN GOYANG YANG BERIRAMA, PENGALAMAN. Sutra itu mengatakan bahwa pengalaman akan datang kepadamu.

ATAU DI KENDARAAN YANG DIAM ... Jangan tanya di mana untuk mendapatkan gerobak sapi; jangan menipu dirimu sendiri, karena sutra mengatakan, ATAU DI KENDARAAN YANG DIAM, BIARKAN DIRIMU BERGOYANG DALAM LINGKARAN LAMBAT YANG TAK TERLIHAT. Duduk saja di sini, bergoyang dalam lingkaran. Pertama ambillah lingkaran yang besar, kemudian teruslah memperlambat itu ... melambat, melambat, buatlah itu menjadi lebih kecil dan lebih kecil dan lebih kecil, sampai tubuhmu tidak terlihat bergerak, tapi di dalam engkau merasakan satu gerakan yang halus.

Mulailah dengan lingkaran yang lebih besar, dengan mata tertutup. Jika tidak, ketika tubuh akan berhenti engkau akan berhenti. Dengan mata tertutup buatlah lingkaran besar; duduklah saja, ayunkan badanmu dalam lingkaran. Terus berayun, buatlah lingkaran lebih kecil dan lebih kecil dan lebih kecil. Itu terlihat engkau akan berhenti; tidak ada orang yang akan dapat mendeteksi bahwa engkau masih bergerak. Tetapi di dalam engkau akan merasakan gerakan yang halus. Sekarang tubuh tidak bergerak, hanya pikiran. Teruslah membuat itu lebih lambat dan semakin lambat, dan mengalami. Itu akan menjadi pemusatan. Di dalam kendaraan, dalam kendaraan yang bergerak, sebuah gerakan ritmis tanpa penolakan akan membuat satu pemusatan di dalam dirimu.

Gurdjieff menciptakan banyak tarian untuk teknik-teknik tersebut. Dia bekerja pada teknik ini. Semua tarian yang ia gunakan di sekolahnya benar-benar bergoyang dalam lingkaran. Semua tarian berada dalam lingkaran - hanya berputar-putar tapi tetap sadar di dalam, demikian seterusnya membuat lingkaran semakin kecil dan lebih kecil. Akan tiba masanya ketika tubuh berhenti, tapi pikiran di dalam terus bergerak, bergerak, bergerak.

Jika engkau telah bepergian dengan kereta api selama dua puluh jam, setelah engkau pulang ke rumah, setelah engkau meninggalkan kereta, jika engkau menutup matamu, engkau akan merasa bahwa engkau masih bepergian. Engkau masih bepergian. Tubuh telah berhenti, tapi pikiran masih merasakan kendaraan itu. Jadi lakukan saja teknik ini.

Gurdjieff menciptakan tarian-tarian yang fenomenal, sangat indah. Dalam abad ini ia membuat keajaiban. Dia menyiapkan satu kelompok dari seratus orang untuk meditasi menari, dan ia menunjukkan tarian itu ke pemirsa di New York untuk pertama kalinya. Seratus penari sedang berputar di atas panggung. Mereka yang menonton, bahkan pikiran mereka mulai berputar-putar. Ada seratus penari berjubah putih yang hanya berputar-putar.

Ketika ia menunjuk dengan tangannya, mereka akan berputar, dan saat ia akan mengatakan, "Berhenti," akan ada keheningan mencekam. Itu adalah satu perhentian untuk penonton, tapi tidak untuk para penari - karena tubuh bisa berhenti segera, tapi pikiran kemudian mengambil gerakan itu ke dalam; ia berjalan terus dan terus. Itu sangat indah bahkan untuk dilihat, karena seratus orang tiba-tiba menjadi patung mati. Ini menciptakan keterkejutan yang tiba-tiba untuk penonton juga, karena seratus gerakan - gerakan yang indah, gerakan berirama - tiba-tiba berhenti. Engkau akan melihat mereka bergerak, berputar, menari, and tiba-tiba para penari berhenti. Maka pikiranmu juga akan berhenti.

Banyak orang di New York telah merasa bahwa itu adalah fenomena yang aneh: pikiran mereka berhenti segera. Tapi untuk para penari, tarian berlanjut terus di dalam, dan lingkaran yang berputar di dalam menjadi lebih kecil dan semakin kecil hingga mereka menjadi terpusat.

Suatu hari itu terjadi bahwa mereka sampai hampir ke tepi panggung, menari. Itu diharapkan, seharusnya, bahwa Gurdjieff akan menghentikan mereka sebelum mereka menari turun dari panggung menuju penonton. Seratus penari berada hampir di tepi panggung. Satu langkah lagi dan mereka semua akan jatuh ke aula. Seluruh aula mengharapkan bahwa tiba-tiba Gurdjieff akan berkata berhenti, tapi ia berbalik punggung untuk menyalakan cerutunya. Dia memunggungi para penari untuk menyalakan cerutunya, dan seluruh kelompok seratus penari jatuh dari panggung ke lantai - di atas lantai batu tanpa alas.

Seluruh penonton berdiri. Mereka berteriak, menjerit, dan mereka berpikir bahwa banyak penari pasti telah mematahkan tulang mereka - itu adalah kecelakaan yang sedemikian. Tapi tidak satu pun yang terluka; bahkan tidak ada satu luka memar pun ada.

Mereka bertanya kepada Gurdjieff apa yang telah terjadi. Tidak ada seorang pun yang terluka, dan kecelakaan itu sedemikian sehingga itu tampaknya mustahil. Alasannya hanya ini: mereka benar-benar tidak berada di dalam tubuh mereka pada saat itu. Mereka sedang memperlambat lingkaran dalam batin mereka. Dan ketika Gurdjieff melihat bahwa sekarang mereka benar-benar melupakan tubuh mereka, ia membiarkan mereka jatuh ke bawah.

Jika engkau benar-benar melupakan tubuhmu, maka tidak ada perlawanan. Satu tulang patah karena penolakan. Jika engkau jatuh ke bawah, engkau menolak: engkau melawan tarikan gravitasi. Perlawanan itu, penolakan itu, adalah masalah - bukan gravitasi. Jika engkau bisa jatuh ke bawah dengan gravitasi, jika engkau dapat bekerja sama dengannya, maka tidak ada kemungkinan disakiti akan muncul.

Sutra ini DALAM KENDARAAN YANG BERGERAK, DENGAN GOYANG YANG BERIRAMA, PENGALAMAN (ALAMI atau RASAKAN) . ATAU DI KENDARAAN YANG DIAM, BIARKAN DIRIMU BERGOYANG DALAM LINGKARAN LAMBAT YANG TAK TERLIHAT. Engkau bisa melakukannya. Tidak perlu kendaraan, berputarlah seperti anak-anak. Ketika pikiranmu menjadi gila, dan engkau merasa bahwa sekarang engkau akan jatuh ke bawah, jangan berhenti - teruskan! Bahkan jika engkau jatuh, jangan khawatir tentang hal itu, tutuplah matamu dan berputar. Pikiranmu akan terputar, dan engkau akan jatuh. Ketika tubuhmu telah jatuh, di dalam, rasakan! Putaran itu akan berlanjut. Dan itu akan datang lebih dekat dan lebih dekat dan lebih dekat, dan tiba-tiba engkau akan terpusat.

Anak-anak sangat menikmati ini karena mereka mendapatkan sensasi yang besar. Orang tua tidak pernah membiarkan anak-anak mereka untuk berputar-putar. Ini tidak baik: mereka harus diizinkan – sebaiknya, didorong. Dan jika engkau dapat membuat mereka sadar akan putaran di dalam juga, engkau dapat mengajarkan mereka meditasi melalui berputarnya mereka. Mereka menikmatinya karena mereka memiliki perasaan yang tanpa tubuh. Ketika mereka berputar, tiba-tiba anak-anak menjadi sadar bahwa tubuh mereka sedang berputar tetapi mereka tidak. Di dalam mereka merasa pemusatan yang tidak bisa kita rasakan begitu mudahnya, karena tubuh dan jiwa mereka masih sedikit terpisah; ada celah di antaranya.

Ketika engkau datang ke dalam rahim ibumu, engkau tidak bisa segera masuk sepenuhnya ke dalam tubuh; ini membutuhkan waktu. Ketika anak lahir, kemudian juga dia tidak benar-benar terikat tetap, jiwanya tidak benar-benar terikat dengan tubuhnya; ada jarak. Itulah mengapa ada banyak hal yang ia tidak bisa lakukan. Tubuhnya siap untuk melakukan itu, tapi dia tidak bisa melakukannya.

Jika engkau telah mengamati, engkau mungkin telah memperhatikan bahwa anak-anak yang baru lahir tidak bisa melihat dengan dua mata, mereka selalu melihat dengan satu mata. Jika engkau amati, maka engkau akan melihat bahwa ketika mereka mengamati dan melihat apa-apa, mereka tidak dapat melihat dengan dua mata. Mereka selalu melihat dengan satu mata – satu mata akan menjadi lebih besar. Pupil dari satu mata akan menjadi lebih besar, dan pupil lainnya akan tetap kecil. Kesadaran anak yang baru lahir itu belum terikat, ia longgar. Semakin lama itu menjadi tetap, dan kemudian mereka akan melihat dengan dua mata.

Mereka belum bisa merasakan tubuh mereka sendiri dan tubuh orang lain sebagai yang berbeda. Hal ini sulit. Mereka belum terikat, tapi pengikatan akan datang, lama kelamaan.

Meditasi sekali lagi mencoba untuk membuat satu celah. Engkau telah menjadi tetap, terikat kuat dalam tubuhmu. Itulah mengapa engkau merasa, "Aku adalah tubuh." Jika satu jarak atau celah dapat dibuat, maka hanya dengan itulah engkau dapat merasa bahwa engkau bukanlah tubuh tapi sesuatu di luar tubuh. Bergoyang dan berputar sangat membantu. Bergoyang dan berputar menciptakan celah itu.

 

 

Berkah Shakti Om,

Rabu Kliwon, 17 Juli 2024

Selamat Hari Pagerwesi. Hari Pagerwesi dirayakan empat hari setelah Hari Saraswati-sebagai perayaan turunnya Weda, memuliakan Ilmu Pengetahuan yang Sejati. Pengetahuan tetang Diri Sejati inilah merupakan sarana sekaligus pelindung dalam perjalanan menuju Kesempurnaan.

 

 



Sabtu, 06 Juli 2024

Jatuh, Bangun, Jatuh Lagi dan Bangun Kembali

 

(Dok. Anand Ashram)



"A true teacher would never tell you what to do.
but he would give you the knowledge with which
you could decide what would be best for you to do."

Seorang Guru Sejati tak akan pernah
memberitahumu apa yang mesti kau lakukan.
tapi dia akan memberimu pengetahuan
yang dapat kau gunakan untuk memutuskan
apa yang terbaik bagimu untuk dilakukan.

Christopher Pike
Penulis




Apa arti 50 tahun dalam sejarah umat manusia? Apalagi, jika ditambah prasejarah yang tidak tercatat? Namun, dalam satu episode kehidupan manusia - yang bagi Manusia Indonesia rata-ratanya adalah 70-an tahun – 50 tahun sungguh sangat berarti, lebih dari dua pertiga ekspektasi hidupnya!

Tahun 2022 ini, penulis merayakan kebersamaannya dengan seorang Guru Sejati selama setengah abad. Baginya, ini adalah Perayaan Besar, Golden Jubilee, pengalaman Jatuh, Bangun, Jatuh Lagi dan Bangun Kembali selama 50 tahun. Namun, di saat yang sama setiap pengalaman itu mengajarkan sesuatu yang sangat berharga.

Seorang saudara seperguruan penulis mengaku, “Pengalaman bersama Guru di depan umum bagaikan sinar matahari yang diperuntukkan bagi semua. Pengalaman-pengalaman pribadi di dalam kompilasi ini bagaikan cahaya pelita yang menerangi rumah jiwa dan hati kita terdalam. Terima kasih telah berbagi pengalaman-pengalaman yang bersifat sangat personal sekaligus mencerahkan, menjelaskan sisi lain dari seorang Guru yang senantiasa mengikuti perkembangan jiwa setiap siswanya.”

Setiap kisah dalam buku ini ibarat permata yang tak terhingga nilainya. Kita butuh sepasang mata Jauhari-Batin untuk mengapresiasinya. Semoga kita semua dianugerahi dengan sepasang mata seperti itu.

Mari kita lihat sekilas kilau di dalamnya,

Bersama Sang Guru Sejati, seorang sadhguru..

Mata batin yang tertutup selama berabad-abad, selama sekian masa kehidupan – terbuka dalam sekejap!

Hubungan saya dengan orang tua, pasangan, anak, saudara, sahabat - apakah hubungan secara Fisik, hubungan darah, emosi - semuanya berubah-ubah. Yang pernah menjad pasangan bisa menjadi orang tua dan sebaliknya. Kecuali peran seorang Guru, hubungan antara seorang Sadhguru atau Guru Sejati dan seorang shishya, seorang siswa yang adalah hubungan atma, hubungan jiwa – tak ada satupun peran lain yang tidak berubah. Adalah hubungan atma yang kekal dan abdi, sebab atma itu sendiri kekal dan abadi adanya.

Persahabatan Sejati antara Guru dan Siswa tidak mengandung sedikitpun kepentingan diri, atau kepentingan lain yang terselubung. Seorang siswa yang berjalan bersama Sang Guru Sejati tengah mengalami lompatan kuantum di setiap langkah. Lompatan-lompatan itulah yang membuat seorang siswa menyadari ke-Guru-an di dalam dirinya. Lompatan-lompatan itulah yang membuatnya sadar akan kehadiran Sang Sadhguru di dalam dirinya.

 Peran Seorang Sadhguru..

Sebagai Brahma atau Pencipta untuk menciptakan samskar atau kualitas-kualitas, sifat baik di dalam diri kita.

Seorang Guru adalah Pemberi, dia tidak pernah meminta, bahkan mengharapkan sesuatu dari kita. Kedatangan dia, kehadiran dia dalam hidup kita adalah untuk memberi. Ia memberi kita kesempatan untuk melayani sesama. Ia menganugerahi kita dengan Pelita Pengetahuan Sejati untuk mengenal diri. Atau, lebih tepatnya, ia menunjukkan adanya pelita itu di dalam diri kita, walau cahayanya sudah mulai meredup.

Kemudian, sebagai Visnu atau Pemelihara, ia mengajar kita untuk mempertahankan cahaya pelita Pengetahuan Sejati – pengetahuan tentang Jati Diri, pengetahuan tentang kemampuan serta keterbatasan kita, sekaligus tentang cara-cara untuk menembus batas.

Terakhir, sebagai Maheshvara atau Hyang Maha Mendaur Ulang, ia pun selalu sibuk mengubah sifat-sifat dan kecendrungan-kecendrungan kita yang tidak baik, dalam arti kata, yang tidak menunjang peran kita dalam hidup ini.

Demikian, banyak pembelajaran yang dapat kita petik dari pengalaman jatuh-bangun seorang murid bersama Sang Guru Sejati dalam kumpulan kisah-kisah dalam buku ini, sehingga kita tidak perlu lagi mengulangi kesalahan yang sama. 



Berkah Shakti Om,

Sabtu Wage, 06 Juli 2024


Sabtu, 29 Juni 2024

"Berhati-hatilah membawa pikiran dan perasaanmu!"

 

Sumber: Internet

    Benih kebaikan dan kejahatan dua-duanya ada dalam diri kita. Ketika pikiranmu menjadi tak terkendali bahkan liar dan perasaanmu bergejolak, saat itulah engkau mengairi benih kejahatan dan membuatnya tumbuh subur. Masih ingat dengan Law of attraction, Hukum tarik-menarik, sesama jenis akan saling tarik-menarik. Demikian, ketika pikiranmu menjadi liar dan perasaanmu bergejolak saat itu engkau membuka pintu untuk mengundang semua pikiran liar dan perasaan yang kacau untuk berkumpul dan menjadi lebih kuat, then, menarik yang sama lagi dalam jangkauan yang lebih luas. Inilah muasal terbentuknya kejahatan dan bagaimana bunuh diri dapat terjadi.

Kebalikannya adalah ketika kita menjaga kejernihan pikiran dan kehalusan/kedamaian perasaan, itulah yang menjadi doa para leluhur kita, ketika itu terjadi maka kebenaran akan datang dari segala penjuru dan kedamaian akan selalu ada di hati, di dunia dan damai selamanya.


Vija Kesawur, Benih-benih kesadaran yang bertebaran

Kamis, 02 Mei 2024

Saundarya Lahari atau Gelombang Keindahan

 

Sumber: Internet)

Bunda Semesta Alam, Shridevi Lalita Mahatripura Sundari

 

 

Mahatripura sundareem muhur namaskurmahe

“Dalam bhakti yang tiada henti kami menyembah-Mu, Wahai Bunda Semesta Alam, Devi Tripura Sundari yang terindah dan tercantik di ketiga alam.”

“Kami sadar bahwa tulisan ini 'ada' karena kehendak dan limpahan berkah-Mu yang tak terbatas, bukalah pikiran dan hati kami sehingga pesan yang disampaikan menjadi selesai dan tuntas seperti yang Engkau kehendaki.”

 

Mengenal Saundarya Lahari,

Sebagaimana disampaikan oleh Swami Sivananda…

Saundarya Lahari adalah shastra utama yang menjelaskan tentang bagaimana kita menyembah Parabrahman atau Kesadaran Absolut dalam wujudnya sebagai Upasana Shakti atau Sri Vidya. Kidung mulia ini merefleksikan ketinggian imajinasi, kelembutan kasih dari pengabdian yang tiada henti, dan sentuhan puitis yang unik hasil perenungan mendalam dari Adi Guru Sankaracharya.

Saundarya Lahari adalah kidung ilahi penuh pujian kepada Devi Tripura Sundari atau dikenal juga sebagai Devi Lalita, wujud Shridevi yang paling indah. Sloka atau ayat-ayat dalam kidung ini terkait dengan berbagai mantra dan yantra yang melaluinya Devi disembah untuk memperoleh bermacam-macam siddhi atau kekuatan. Devi dalam wujudnya sebagai Sri Vidya disembah dalam dua cara: intrinsik atau bagian dalam, ini bagi para pelaku-spiritual yang sudah sangat berkembang, dan ekstrinsik atau bagian luar, ini bagi para pelaku-spiritual yang baru mulai berkembang.

Bentuk penyembahan bagian dalam bukanlah mengikuti suatu ritual atau metode tertentu, tapi wujud Parabrahman Shiva bersama Shakti disembah dalam berbagai sentra-sentra energi atau chakra yang ada dalam diri manusia. Mereka percaya bahwa kesatuan antara Shiva dan Shakti akan dapat menbangunkan kundalini mereka dan bergerak naik mengalir lewat berbagai sentra menuju sahasrara dengan memuja dan japa mantra atau pengulangan mantra. Bersatunya jivatman atau Jiwa Individu dan paramatman atau Jiwa Agung.

Bentuk penyembahan bagian luar adalah penyembahan kepada Sri Chakra. Diagram Sri Chakra dibuat diatas lembaran emas atau lembaran logam tertentu. Kemudian Sri Chakra disembah dengan persembahan mudra, asana, wewangian dan persembahan lainnya. Sri Chakra adalah puncak dari semua yoga sadhana atau laku-spiritual pribadi. Seseorang tidak perlu melakukan latihan yoga apa pun karena telah memperoleh kesempurnaan dalam Sri Chakra. Dengan menyembah Devi seseorang juga dapat memperoleh kesehatan, kekayaan, sukses dalam setiap pekerjaan, mengatasi setiap rintangan dan sebagainya.

Bagian Saundarya Lahari…

Saundarya Lahari memiliki total 100 sloka atau ayat, 41 sloka pertama bersama-sama disebut Ananda Lahari  atau Gelombang Kebahagiaan. Mereka berurusan dengan cara pemujaan Shrividya yang mencakup konstruksi diagram Srichakra, Yoga Kundalini dan mantra, termasuk mantra lima belas suku kata yang kuat dari Shri Lalita Mahatripura Sundari yang disebut mantra panchadshakshari dan,

59 shloka berikutnya yaitu Shloka 42-100 membentuk bagian kedua yang disebut Saundarya Lahari. Bagian ini menggambarkan keindahan Shridevi dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan detail yang lebih halus, menghabiskan hampir semua ornamen sastra (alankaras) dalam Bahasa Sansekerta! Seluruh kidung agung yang terdiri dari 100 sloka disebut sebagai Soundarya Lahari, Gelombang Keindahan.

Legenda Populer di Saundarya Lahari…

Salah satu cerita paling populer adalah seperti ini. Suatu ketika Adi Sankaracharya mengunjungi Kailasa, tempat tinggal Dewa Siwa. Dia melihat stotra Saundarya Lahari tertulis di dinding. Dia mulai membaca. Dewa Ganesha mengamatinya dan pada saat yang sama mulai menggosok shloka dari bawah!

Pada akhirnya, Adi Sankaracharya hanya bisa membaca dan menghafal 41 shloka. Dia pergi dan mengeluh kepada Dewa Siwa. Tuhan bersabda bahwa Soundarya Lahari adalah salah satu kidung rahasia dan paling kuat. Jadi, tidak bisa dibagikan secara keseluruhan di dunia manusia. Dia menyarankan Adi Sankaracharya untuk menyusun sisa 59 shloka menjadi 100 shloka.

Legenda versi lain mengatakan bahwa Shiva sendiri memberikan naskah Saundarya Lahari kepada Adi Sankaracharya saat berkunjung ke tempat tinggal Tuhan, yaitu Kailasa. Saat Adi Sankaracharya keluar, penjaga Nandi merampas sebagian naskah yang berisi shloka 42-100 dari Adi Sankaracharya.

Ketika Adi Sankaracharya melaporkan kejadian ini kepada Shiva, dia tersenyum dan berkata bahwa kidung tersebut sangat kuat. Jadi tidak bisa diberikan secara keseluruhan. Tuhan meminta Adi Sankaracharya untuk menyusun sisa sloka dari kidung tersebut.

Ada dua hal yang umum dan pasti dari pembahasan di atas. Saundarya Lahari adalah kidung ilahi yang sangat kuat dan penuh rahasia. Adi Guru Sankaracharya adalah Sang Penerima Wahyu dan sebagian penulis Soundarya Lahari.

Sesungguhnya semua terjadi karena berkah Sang Devi…

Saundarya Lahari adalah kidung mistis. Jadi, kami percaya bahwa kami dapat menulis himne ini hanya atas keinginan dan perintah Sri Devi. Penjelasan ini merupakan upaya untuk membantu pemahaman intelektual kita untuk melepaskan pesona sastra asli dan imajinasi Adi Sankaracharya. Bahkan makna ini hanya dapat diakses sepenuhnya oleh pemuja sejati Sri Devi. Jadi, jangan mengeluh jika Anda tidak mengerti. Berdoalah kepada Sri Devi, Dia akan membuatmu mengerti!

Melalui pemaparan kidung ini merupakan kesempatan bagi kami untuk mengekspresikan pengabdian kepada Sri Devi. Dia sendiri adalah Vak-ucapan, Ialah kekuatan dibalik kata-kata, sumber kehidupan yang bersatu dengan makna. Jadi, setiap kata yang ditulis merupakan inspirasi dan rahmat-Nya sendiri.

Bagi para pembaca, ini adalah kesempatan yang baik untuk mencicipi nektar sloka ini dengan penuh pengabdian, yang mengagumi keagungan dan kemuliaan kekuatan Sri Devi yang tak tertandingi dan keindahan surgawi yang tiada-taranya. Persiapkan dirimu untuk menikmati!

 

Berkah Shakti Om.

Kamis Wage, 02 Mei 2024.