Senin, 08 November 2021

112 Teknik Meditasi - TEKNIK KEDELAPANBELAS


(Sumber: https://id.pinterest.com/pin/837951074408949707/)



 

Tubuh manusia adalah sebuah mekanisme yang misterius. Pekerjaannya adalah dua dimensi. Untuk pergi ke luar, kesadaranmu pergi melalui indera-indera untuk bertemu dunia, untuk bertemu materi. Tapi ini hanyalah salah satu dimensi dari fungsi tubuhmu.Tubuhmu memiliki dimensi lain juga: itu mengarahkanmu ke dalam. Jika kesadaran pergi keluar, maka apa pun yang engkau ketahui adalah materi; jika kesadaran masuk ke dalam, maka apa pun yang engkau ketahui adalah non-materi.

Pada kenyataannya, tidak ada pembagian materi dan non-materi, keberadaan yang satu adanya. Tapi kenyataan ini jika dilihat melalui mata, indera, tampak sebagai materi. Realitas yang sama ini, jika dilihat dari dalam bukan melalui indera, tetapi melalui pemusatan - terlihat seperti non-materi. Kenyataannya adalah satu, tetapi engkau dapat melihat hal itu dalam dua cara. Yang satu adalah melalui indera; yang lain tidak melalui indera. Semua teknik pemusatan ini adalah benar-benar untuk membimbingmu ke titik di dalam dirimu dimana indera tidak bekerja, di mana engkau melampaui indera.

Ada hal-hal yang harus dipahami terlebih dahulu sebelum kita memasuki teknik-tekniknya. Ketika engkau melihat melalui mata, mata tidaklah melihat, mereka hanya pembukaan untuk melihat. Sang penglihat adalah di belakang mata. Yang melihat melalui mata bukanlah mata. Itulah mengapa engkau dapat menutup matamu dan masih dapat melihat mimpi, pengelihatan (visions), gambar-gambar. Sang penglihat adalah di balik indera-indera; ia bergerak melalui indera ke dunia. Tetapi jika engkau menutup indera-inderamu, penglihat itu tetap ada di dalam.

Jika sang penglihat, kesadaran ini, terpusat, tiba-tiba ia menjadi sadar akan dirinya. Dan ketika engkau menyadari dirimu engkau menyadari keberadaan secara total, karena engkau dan keberadaan  bukanlah dua. Tapi untuk menyadari diri sendiri kita memerlukan pemusatan. Dengan pemusatan maksudku adalah kesadaran mu tidak terbagi dalam banyak arah, kesadaranmu tidak bergerak kemana-mana, tetap dalam dirinya sendiri... tidak-bergerak, mengakar, tanpa arah ke mana pun, hanya tetap di sana, di dalam.

Ini terlihat sulit untuk tetap berada di dalam, karena bagi pikiran kita bahkan pemikiran tentang bagaimana untuk tetap di dalam akan menjadi pemikiran yang keluar.

Pemikiran adalah seperti awan. Mereka datang kepadamu, tetapi mereka bukan milikmu. Setiap pemikiran berasal dari luar, dibawa dari luar. Engkau tidak dapat menghasilkan satu pikiran pun di dalam. Setiap pemikiran berasal dari luar; tidak ada kemungkinan untuk menciptakan pemikiran di dalam. Pemikiran adalah seperti awan yang datang kepadamu. Jadi, setiap kali engkau berpikir, maka engkau tidak di dalam - ingatlah. Untuk berpikir adalah untuk keluar. Jadi bahkan jika ketika engkau berpikir tentang batin, jiwa, diri sejati, engkau tidak berada di dalam.

Semua pemikiran ini tentang sang diri, tentang batin, tentang yang di dalam, telah datang dari luar; mereka bukan milikmu. Yang milikmu hanyalah kesadaran, seperti-langit, tanpa awan.

Jadi apa yang harus dilakukan? Bagaimana cara untuk mendapatkan kesadaran yang sederhana ini di dalam? Beberapa perangkat atau alat digunakan, karena secara langsung engkau tidak dapat melakukan apa-apa. Beberapa perangkat atau alat diperlukan dimana dengan itu engkau akan dilemparkan ke dalam, dilempar kesitu. Pusat ini selalu membutuhkan pendekatan yang tidak langsung; engkau tidak dapat mendekatinya secara langsung. Pahami hal ini degan jelas, karena ini sangat mendasar.

Apa pun yang indah, apa pun yang abadi adalah begitu halus sehingga jika engkau mencoba untuk mengambilnya secara langsung itu akan hancur. Itulah yang dimaksud dengan teknik dan perangkat. Teknik-teknik ini terus memberitahumu untuk melakukan sesuatu. Apa yang engkau lakukan tidaklah penting; yang dihasilkannya itu yang penting. Tapi pikiranmu harus peduli dengan melakukan, dengan teknik, bukan dengan hasilnya. Hasilnya terjadi - itu pasti akan terjadi. Tapi itu selalu terjadi secara tidak langsung, jadi jangan khawatir dengan hasilnya. Pedulilah dengan tekniknya. Lakukan sepenuh dan sedalam mungkin, dan lupakan hasilnya. Itu terjadi, tetapi dirimu sendiri dapat menjadi penghalang untuk itu.

Engkau harus berada dalam tindakan sepenuhnya. Semakin engkau berada dalam tindakan, semakin cepat hasilnya terjadi. Tetapi itu selalu tidak langsung. Ia hanya datang kepadamu saat engkau terlibat di tempat lain dengan begitu dalamnya sehingga ruang batinmu menjadi kosong. Semua teknik-teknik ini adalah tidak langsung.

Sekarang tekniknya,

 

18. LIHATLAH DENGAN PENUH CINTA KEPADA SUATU OBJEK. JANGAN PERGI KE OBJEK LAIN. DI SINI DI TENGAH-TENGAH OBJEK ITU – BERKAHNYA.

 

LIHATLAH DENGAN PENUH CINTA KE SEBUAH OBJEK ... DENGAN PENUH CINTA adalah kuncinya. Pernahkah engkau melihat dengan penuh cinta kepada objek apa pun? Engkau mungkin mengatakan ya karena engkau tidak tahu apa artinya untuk melihat dengan penuh cinta pada sebuah objek. Engkau mungkin telah melihat dengan penuh gairah dan nafsu pada sebuah objek - itu adalah hal lain. Itu benar-benar berbeda, sama sekali bertentangan. Jadi pertama-tama, perbedaannya; cobalah untuk merasakan perbedaannya.

Wajah yang cantik, tubuh yang indah - engkau melihat padanya, dan engkau merasa bahwa engkau melihat itu dengan penuh cinta. Tapi kenapa engkau melihatnya? Apakah engkau ingin mendapatkan sesuatu darinya? Maka itu nafsu, bukan cinta. Apakah engkau ingin memanfaatkannya? Maka itu nafsu, bukan cinta. Maka sungguh, engkau akan berpikir tentang bagaimana menggunakan tubuh ini, bagaimana untuk memilikinya, bagaimana membuat tubuh ini alat untuk kebahagiaanmu.

Jika engkau melihat wajah yang cantik dan engkau merasa mencintai wajah itu, perasaan yang langsung dirasakan dalam kesadaranmu adalah bagaimana melakukan sesuatu untuk membuat wajah ini bahagia, bagaimana melakukan sesuatu untuk membuat pria ini atau wanita ini bahagia. Kepedulian itu bukan untuk dirimu sendiri, yang dipedulikan adalah orang lainnya. Dalam cinta orang lain adalah yang penting; dalam nafsu dirimu adalah yang penting. Dalam nafsu engkau berpikir bagaimana membuat orang lain sebagai alatmu; dalam cinta engkau berpikir bagaimana menjadikan dirimu sebagai alat itu sendirir. Dalam nafsu engkau akan mengorbankan yang lain; dalam cinta engkau akan mengorbankan dirimu sendiri. Cinta berarti memberi; nafsu berarti mendapatkan. Cinta adalah berserah; nafsu adalah penyerangan.

Perbedaan kedua adalah: sutra ini mengatakan, LIHATLAH DENGAN PENUH CINTA KEPADA SEBUAH OBJEK. Sungguh, bahkan jika engkau melihat dengan penuh cinta ke sesuatu materiil, benda mati, objek itu akan menjadi seperti seseorang, seseorang yang hidup. Jika engkau melihat dengan penuh cinta kepadanya, cintamu adalah kunci untuk mengubah apa pun menjadikannya hidup layaknya seorang manusia. Jika engkau melihat dengan penuh cinta kepada sebatang pohon, pohon itu menjadi hidup layaknya manusia.

Baru beberapa hari yang lalu aku berbicara dengan Vivek, seorang murid dekat, dan aku mengatakan kepadanya bahwa ketika kami pindah ke ashram yang baru kami akan memberi nama setiap pohon, karena setiap pohon adalah layaknya manusia yang hidup. Apakah engkau pernah mendengar ada orang yang menamai pohon? Tidak ada yang menamai pohon karena tidak ada yang merasakan cinta kepadanya. Jika sebaliknya yang terjadi, sebatang pohon akan menjadi seseorang. Maka itu tidak hanya satu di tengah kerumunan, tetapi ia menjadi unik.

Engkau menamai anjing dan kucing. Ketika engkau menamai seekor anjing dan engkau menyebutnya Macan atau sesuatu yang lain, maka anjing menjadi seseorang, menjadi pribadi. Maka ia tidak lagi hanya seekor anjing di antara anjing-anjing lain, ia memiliki kepribadian; engkau telah menciptakan seseorang. Setiap kali engkau melihat dengan penuh cinta kepada sesuatu, itu menjadi seseorang.

Dan sebaliknya juga demikian. Setiap kali engkau melihat dengan mata penuh nafsu ke arah seseorang, orang tersebut menjadi sebuah objek, sebuah benda. Itulah sebabnya mata penuh nafsu itu menjijikkan - karena tidak ada yang suka untuk menjadi sebuah benda. Ketika engkau melihat istrimu dengan mata penuh nafsu - atau wanita lain, atau laki-laki, dengan mata penuh nafsu - yang lainnya akan merasa sakit hati. Apa yang sebenarnya engkau lakukan? Engkau mengubah seseorang, orang yang hidup, menjadi sebuah alat benda mati. Engkau sedang berpikir tentang bagaimana "menggunakan" dan ke-orangan-nya  itu terbunuh.

Ketika engkau melihat seseorang dengan cinta, orang lainnya dinaikkan. Dia menjadi unik. Tiba-tiba ia menjadi seseorang. Seseorang  tidak dapat digantikan; satu benda dapat digantikan. Sebuah ‘benda’ berarti bahwa itu dapat digantikan; 'seseorang' berarti yang tidak dapat digantikan, tidak ada kemungkinan untuk mengganti pria atau wanita itu. Seseorang itu unik; suatu benda itu tidak unik.

Cinta membuat segala sesuatu unik. Itu sebabnya tanpa cinta engkau tidak pernah merasa seperti seseorang. Kecuali seseorang mencintaimu secara mendalam, engkau tidak pernah merasa bahwa engkau memiliki keunikan apa pun. Engkau hanya satu di tengah orang banyak - hanya sebuah nomor, tanggal. Engkau dapat digantikan.

Misalnya, jika engkau seorang pegawai di kantor atau seorang guru di sekolah atau seorang profesor di universitas, ke-profesor-an mu dapat diganti. Professor lain akan menggantikanmu; dia dapat menggantikanmu setiap saat karena engkau hanya digunakan di sana sebagai seorang profesor. Engkau memiliki makna dan kepentingan fungsional.

Jika engkau seorang pegawai, orang lain akan dengan mudah dapat melakukan pekerjaan itu. pekerjaan tidak akan menunggumu. Jika engkau meninggal saat ini, saat berikutnya seseorang akan menggantikanmu dan mekanisme itu akan terus berjalan. Engkau hanya satu figur - figur lain akan melakukan itu. Engkau hanya sebuah kegunaan.

Tapi kemudian seseorang jatuh cinta dengan pegawai ini atau profesor ini. Tiba-tiba pegawai itu tidak lagi hanya seorang pegawai; ia telah menjadi seseorang yang unik. Jika ia meninggal, maka kekasihnya tidak dapat menggantikannya. Dia tak tergantikan. Maka seluruh dunia dapat terus berjalan dengan cara yang sama, tetapi orang yang telah jatuh cinta tidak dapat sama lagi. Keunikan ini, menjadi seseorang ini, terjadi melalui cinta.

Sutra ini mengatakan, LIHATLAH DENGAN PENUH CINTA KEPADA SEBUAH OBJEK. Ini tidak membuat perbedaan antara objek dan orang. Tidak perlu, karena ketika engkau melihat dengan penuh cinta apa pun akan menjadi seseorang. Bentuknya akan berubah, bertransformasi. Jika ada hubungan cinta, apa pun menjadi orang. Jika ada hubungan nafsu, maka seseorang akan menjadi satu benda. Dan ini adalah salah satu tindakan yang paling tidak manusiawi yang dapat dilakukan oleh manusia. - untuk membuat seseorang menjadi satu benda.

LIHAT DENGAN PENUH CINTA KEPADA SEBUAH OBJEK ... Jadi apa yang harus dilakukan? Ketika engkau melihat dengan penuh cinta, apa yang engkau harus lakukan? Hal pertama: melupakan dirimu. Lupakan dirimu sepenuhnya! Lihatlah bunga itu dan lupakan dirimu sepenuhnya. Biarkan bunga itu ada; engkau menjadi benar-benar absen/ tiada. Rasakan bunga itu, dan cinta yang mendalam akan mengalir dari kesadaranmu ke arah bunga itu. Dan biarkan kesadaranmu dipenuhi dengan hanya satu pemikiran - bagaimana engkau dapat membantu bunga ini untuk lebih berbunga, untuk menjadi lebih indah, untuk menjadi lebih bahagia. Apa yang dapat engkau lakukan?

JANGAN PERGI KE OBYEK LAIN ... Engkau tidak dapat pergi. Jika engkau berada dalam hubungan cinta, engkau tidak dapat pergi. Jika engkau mencintai seseorang dalam kelompok ini, maka engkau akan melupakan seluruh kerumunan orang banyak; hanya satu wajah yang tertinggal dan ada. Sungguh, engkau tidak melihat orang lain, engkau hanya melihat satu wajah. Semua yang lain ada di sana, tetapi mereka di bawah sadar -hanya di pinggiran kesadaranmu. Mereka TIDAK ada. Mereka hanya bayangan; hanya satu wajah yang ada. Jika engkau mencintai seseorang maka hanya wajahnya yang ada, sehingga engkau tidak dapat bergerak.

DI SINI DI TENGAH OBYEK - BERKATNYA. Dan ketika hal ini terjadi engkau menjadi tiada, tidak peduli dengan diri sendiri sama sekali, tidak egois, tidak memikirkan dalam hal kesenanganmu, kepuasanmu. Engkau telah sepenuhnya melupakan dirimu sendiri, dan engkau hanya berpikir untuk kepentingan yang lain. Yang lain telah menjadi pusat cintamu; kesadaranmu mengalir ke arah yang lain. Dengan cinta kasih yang mendalam, dengan perasaan cinta yang dalam, engkau berpikir, "Apa yang dapat aku lakukan untuk membuat kekasihku berbahagia?" Dalam keadaan ini, tiba-tiba, DI SINI DI TENGAH TENGAH OBJEK - BERKATNYA. Tiba-tiba, sebagai produk-samping, berkat itu datang kepadamu. Tiba-tiba engkau menjadi terpusat.

Hal ini terlihat paradoks karena sutra ini mengatakan untuk melupakan dirimu sepenuhnya, tidak menjadi egois, untuk bergerak ke yang lain sepenuhnya. Buddha dikisahkan telah mengatakan terus menerus bahwa setiap kali engkau berdoa, berdoalah untuk orang lain - jangan pernah untuk diri sendiri. Jika tidak, doa itu hanyalah sia-sia.

Dalam cinta engkau melupakan dirimu sendiri. Ini terlihat paradoks, maka kapan dan bagaimana pemusatan itu akan terjadi? Dengan menjadi benar-benar peduli dengan yang lain, dengan kebahagiaan milik yang lain, ketika engkau melupakan dirimu sepenuhnya dan hanya yang lain yang tetap ada, tiba-tiba engkau dipenuhi dengan kebahagiaan - berkat itu.

Mengapa? Karena ketika engkau tidak peduli dengan dirimu sendiri engkau menjadi hampa, kosong; ruang di dalam diri diciptakan. Ketika pikiranmu benar-benar peduli dengan yang lain, engkau menjadi tanpa pikiran di dalam. Maka tidak ada pemikiran di dalam. Dan kemudian pikiran ini - "Bagaimana aku dapat membantu? Bagaimana aku dapat menciptakan lebih banyak kebahagiaan? Bagaimana agar yang lain dapat lebih bahagia?"- tidak dapat melanjutkan lagi, karena benar-benar, tidak ada yang dapat engkau lakukan. Pikiran ini menjadi berhenti. Tidak ada yang dapat engkau lakukan. Apa yang dapat engkau lakukan? Jika engkau berpikir engkau dapat melakukannya, engkau masih berpikir dalam hal dirimu sendiri - ego.

Dengan satu objek cinta seseorang menjadi benar-benar tak berdaya - ingat ini. Setiap kali engkau mencintai seseorang engkau merasa benar-benar tak berdaya. Itulah penderitaan cinta: seseorang tidak bisa merasakan apa yang dapat dilakukannya. Dia ingin melakukan segala sesuatu, ia ingin memberikan seluruh alam semesta kepada yang tercinta atau sang kekasih - tapi apa yang dapat ia lakukan? Jika engkau berpikir bahwa engkau dapat melakukan ini atau itu, engkau masih belum berada dalam hubungan cinta. Cinta itu sangat tak berdaya, benar-benar tak berdaya, dan ketidakberdayaan itu adalah keindahannya, karena dalam ketidakberdayaan itulah engkau berserah diri.

Mencintai seseorang dan engkau akan merasa tak berdaya; membenci seseorang dan engkau dapat melakukan sesuatu. Mencintai seseorang dan engkau benar-benar tak berdaya - karena apa yang dapat engkau lakukan? Apapun yang dapat engkau lakukan tampaknya tidak penting, tidak berarti; tidak pernah cukup. Tidak ada yang dapat dilakukan. Dan ketika seseorang merasa bahwa tidak ada yang dapat dilakukan, ia merasa bahwa ia tidak berdaya. Ketika seseorang ingin melakukan segala sesuatu dan merasa tidak ada yang dapat dilakukan, pikiran berhenti. Dalam ketidakberdayaan ini penyerahan diri terjadi. Engkau menjadi kosong. Itu sebabnya cinta menjadi satu meditasi yang dalam.

Sungguh, jika engkau mencintai seseorang, tidak ada meditasi lainnya yang diperlukan. Tapi karena tidak ada orang yang mencintai, seratus dua belas metode diperlukan – dan bahkan itu semua mungkin tidak cukup.

Cinta itu sendiri adalah metode yang terbesar, tapi cinta itu sulit - sama dengan tidak mungkin. Cinta berarti menempatkan dirimu di luar kesadaranmu, dan di tempat yang sama, di mana egomu telah ada, engkau menempatkan orang lain. Mengganti dirimu sendiri dengan orang lain berarti cinta - seperti jika sekarang engkau tidak ada dan hanya yang lainnya yang ada.

DI TENGAH-TENGAH OBJEK - BERKATNYA. Tiba-tiba engkau melupakan dirimu – hanya yang lainnya yang ada di sana. Kemudian ketika saat yang tepat datang, ketika engkau tidak lagi hadir, benar-benar tidak ada, yang lain juga akan menjadi tiada. Dan di antara keduanya berkat itu terjadi. Itulah yang dirasakan pencinta. Berkat itu juga terjadi karena meditasi yang tidak diketahui, tanpa disadari.

Ketika sepasang kekasih bersama, segera mereka berdua menjadi tiada. Hanya satu eksistensi murni yang ada - tanpa ego, tanpa konflik apapun ... hanya sebuah penyatuan. Dalam penyatuan itu mereka merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Hal ini salah disimpulkan bahwa kekasihmu yang telah memberikan kebahagiaan kepadamu. Kebahagiaan luar biasa itu datang karena tanpa sadar engkau telah masuk ke dalam teknik meditasi yang mendalam.

Engkau dapat melakukannya secara sadar - dan ketika engkau melakukannya secara sadar itu dapat menjadi lebih dalam, karena engkau tidak terobsesi dengan objek. Hal ini terjadi setiap hari. Jika engkau mencintai seseorang, engkau merasa bahagia bukan karena dia, tapi karena cinta. Dan mengapa karena cinta? Karena fenomena ini terjadi - sutra ini terjadi.

Dan pikiran akan mencoba untuk memiliki karena pikiran berpikir dalam hal keserakahan: "Suatu hari kebahagiaan telah terjadi, sehingga harus terjadi padaku setiap hari. Jadi aku harus memiliki." Tapi kebahagiaan terjadi karena tidak ada kepemilikan. Dan kebahagiaan terjadi bukan karena yang lain, sungguh, tetapi karena dirimu. Ingat ini, kebahagiaan terjadi karena dirimu. Karena engkau begitu terserap ke dalam yang lainnya, kebahagiaan terjadi.

Ini dapat terjadi dengan bunga mawar, ini bisa terjadi dengan sebuah batu, ini bisa terjadi dengan pohon-pohon, hal ini bisa terjadi dengan apa pun. Setelah engkau tahu situasi di mana hal itu terjadi, hal ini bisa terjadi di mana saja. Jika engkau tahu bahwa engkau telah tiada, dan dengan cinta yang mendalam kesadaranmu telah berpindah ke yang lainnya - ke pohon-pohon, ke langit, ke bintang-bintang, kepada siapa pun; ketika kesadaranmu secara total ditujukan kepada yang lain kesadaranmu itu meninggalkanmu, bergerak menjauh darimu - dalam ketiadaan diri itulah berkatnya.

 

Berkah Dalem Gusti.