Minggu, 21 Desember 2025

Konvergensi Kosmik 2025-2027: Era Transformasi Kesadaran Multidimensional

 


Perwujudan Atma,

Kita berada di ambang sebuah konvergensi kosmik yang belum pernah terjadi dalam ribuan tahun—sebuah alignment sempurna antara fenomena astronomi, energetik plasma, dan transformasi kesadaran kolektif manusia. Periode 2025-2027 menandai momentum waktu yang luar biasa di mana tiga elemen kunci bertemu: pelurusan planet bersejarah menuju Pusat Galaksi, kedatangan komet antarbintang 3I/Atlas dengan selubung plasmanya, dan metamorfosis chrysalis kesadaran manusia.

Artikel ini mengeksplorasi bagaimana ketiga elemen ini—yang dulunya dipandang terpisah oleh sains, metafisika, dan spiritualitas—kini konvergen dalam sebuah moment transformasi planetary yang mendalam.

I. Pelurusan Planet Bersejarah: Membuka Kanal Galaktik

Fenomena Astronomis Langka 2025-2026

Periode Desember 2025 hingga Februari 2026 menyaksikan serangkaian konfigurasi planet yang sangat jarang terjadi. Pada 21 Januari 2025, enam planet—Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptune—akan sejajar dalam satu garis visual dari Bumi, fenomena yang hanya terjadi sekali dalam 10-20 tahun.

Namun, alignment paling spektakuler terjadi pada 28 Februari 2025, ketika tujuh planet—Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptune—muncul dalam garis lengkung sempurna dari perspektif Bumi. Lima di antaranya (Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus) dapat diamati dengan mata telanjang, menciptakan tontonan langit yang menakjubkan.

Pusat Galaksi: Jantung Bima Sakti

Di pusat galaksi Bima Sakti terdapat Sagittarius A*, sebuah lubang hitam supermasif dengan massa 4,1 juta kali massa Matahari kita. Ia adalah titik di sekitar mana seluruh galaksi berputar—analog kosmik dari Matahari dalam sistem tata surya kita.

Dalam zodiak tropikal, Pusat Galaksi terletak pada sekitar 27° Sagittarius. Setiap tahun, antara 18-20 Desember, Matahari kita transit melintasi titik ini, secara tradisional dianggap sebagai periode peningkatan kesadaran, kejelasan spiritual, dan koneksi dengan kebenaran universal yang lebih dalam.

Makna Metafisika Alignment Menuju Pusat Galaksi

Ketika planet-planet utama sistem tata surya kita sejajar dalam arah Pusat Galaksi, ini menciptakan semacam 'garis transmisi energetik' yang menghubungkan tiga level realitas kosmik:

• Tingkat Lokal: Bumi dan planet-planet tetangga dalam sistem tata surya kita

• Tingkat Solar: Matahari sebagai pusat sistem tata surya dan sumber kehidupan kita

• Tingkat Galaktik: Sagittarius A* sebagai pusat galaksi dan pintu gerbang menuju dimensi lebih tinggi

Dalam kerangka pemikiran Barbara Hand Clow dan Stefan Burns, pelurusan ini bukan sekadar fenomena geometris belaka. Ia membuka 'kanal komunikasi' multidimensional—seperti antena radio yang disejajarkan untuk menerima sinyal terkuat, alignment planet menciptakan kondisi optimal untuk transmisi informasi dari dimensi lebih tinggi ke realm fisik kita.

"Rumah atau planet yang dekat dengan Pusat Galaksi dialami seolah-olah area kehidupan itu, atau bagian dari diri kita, berada dalam kehampaan inti galaksi—dapat melucuti ekspresi permukaan dan menonjolkan sifat fundamental yang lebih dalam."

Konvergensi 'Perfect Storm' Desember 2025

Stefan Burns mengidentifikasi tiga faktor energetik antarbintang yang bertemu pada Desember 2025-Januari 2026:

1. Pendekatan Terdekat 3I/Atlas: Pada 19 Desember 2025, komet antarbintang 3I/Atlas mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi

2. Transit Gas Antarbintang: Bumi melintasi kerucut fokus gas antarbintang, fenomena tahunan yang diperkuat oleh kehadiran 3I/Atlas

3. Alignment Planet Bersejarah: Pelurusan Jupiter-Bumi-Matahari-Merkurius-Venus-Mars menuju Pusat Galaksi

Kombinasi ketiga faktor ini menciptakan 'perfect storm' energetik yang belum terjadi dalam ribuan tahun—sebuah window transformasi yang hanya terbuka sebentar dalam evolusi kesadaran manusia.

II. Plasma: Keadaan Materi Keempat dan Jembatan Dimensional

Memahami Plasma: Lebih dari Sekadar Materi

Plasma disebut sebagai 'keadaan materi keempat'—setelah padat, cair, dan gas. Ia adalah keadaan di mana atom-atom terionisasi menjadi sangat konduktif secara elektrik, sehingga medan listrik dan magnet jarak jauh mendominasi perilakunya.

Yang mengejutkan, plasma bukanlah fenomena langka—diperkirakan 99,9% dari semua materi biasa di alam semesta adalah plasma. Bintang-bintang hampir sepenuhnya terdiri dari bola plasma. Matahari kita adalah reaktor plasma raksasa yang terus-menerus mengirimkan partikel plasma melalui angin matahari ke seluruh sistem tata surya.

Properti Unik Plasma

Plasma memiliki karakteristik yang membedakannya dari ketiga keadaan materi lainnya:

• Konduktivitas Elektromagnetik Tinggi: Ion dan elektron yang bergerak bebas membuat plasma menjadi konduktor listrik yang sangat baik, mampu merespons dan menghasilkan medan elektromagnetik kompleks

• Kemampuan Memancarkan Cahaya: Plasma dapat memancarkan cahaya, seperti yang terlihat dalam petir, lampu neon, dan aurora—menunjukkan bahwa ia adalah materi yang 'terenergi' dan bercahaya

• Kapasitas Informasi Tinggi: Struktur plasma yang dinamis dapat menyimpan dan mentransmisikan pola informasi yang jauh lebih kompleks daripada gas biasa

Plasma sebagai Interface Multidimensional

Dalam kerangka Burns-Clow, plasma bukan sekadar fenomena fisik—ia beroperasi sebagai 'membrane' atau 'interface' antara dimensi yang berbeda. Ini karena sifat uniknya:

Keadaan 'Di Antara'

Elektron yang terlepas dari atom dalam plasma menciptakan keadaan 'di antara' materi padat dan energi murni. Ia bukan lagi materi konvensional, tetapi belum sepenuhnya energi—sebuah threshold state yang sempurna untuk menjembatani dimensi.

Carrier Informasi Elektromagnetik

Plasma dapat membawa informasi dalam bentuk pola gelombang elektromagnetik yang sangat kompleks—jauh melampaui kemampuan materi konvensional. Ini memungkinkan plasma untuk mentransmisikan tidak hanya data, tetapi juga pola kesadaran.

3I/Atlas: Messenger Plasma dari Antarbintang

Stefan Burns menggambarkan komet 3I/Atlas sebagai lebih dari sekadar batu es kosmik. Ia dikelilingi oleh selubung plasma berdebu yang menunjukkan tanda-tanda 'kesadaran'—sebuah intelligence yang sudah berkomunikasi dengan Bumi dan planet-planet lain dalam sistem tata surya.

Semakin dekat komet ini dengan Matahari, semakin terionisasi dan ter-plasmifikasi materinya. Proses ini menciptakan kondisi di mana:

• Informasi dari dimensi lebih tinggi dapat 'turun' dan termanifestasi di realm 3D kita

• Medan elektromagnetik Bumi dapat mengalami 're-tuning' frekuensional

• Kesadaran manusia dapat mengalami ekspansi spontan dan akses ke persepsi multidimensional

Plasma dalam Kerangka Sembilan Dimensi

Barbara Hand Clow mengembangkan model kesadaran sembilan dimensi yang diterima melalui transmisi Pleiadian. Dalam model ini, Dimensi 4 (D4) adalah realm arketipal—dunia mitos, simbol, dan kesadaran kolektif yang menghubungkan realm fisik (D1-D3) dengan realm celestial (D5-D9).

Plasma, dengan sifat dinamis dan responsifnya, mungkin adalah manifestasi fisik dari energi Dimensi 4. Seperti D4 yang menghubungkan dunia materi dengan dunia roh, plasma menghubungkan materi dengan energi murni—medium sempurna untuk transmisi kesadaran antardimensional.

III. Transformasi Chrysalis: Metamorfosis Kesadaran Manusia

Biologi Metamorfosis: Pelajaran dari Kupu-Kupu

Di dalam chrysalis, terjadi proses yang tampaknya mustahil: tubuh ulat tidak sekadar 'berubah' menjadi kupu-kupu—ia benar-benar larut menjadi sup molekuler. Enzim pencernaan melarutkan hampir semua struktur ulat hingga berkurang menjadi cairan primitif.

Dari chaos ini, muncul 'sel imaginal'—sel-sel dorman yang membawa cetak biru untuk makhluk baru. Awalnya, sel-sel ini diserang oleh sistem imun ulat sebagai benda asing. Tetapi sel imaginal tidak menyerah—mereka berkumpul, bekerja sama, dan menggunakan sup genetik sebagai nutrisi untuk membangun semua aparatus dan organ yang diperlukan untuk menciptakan kupu-kupu.

Penting untuk dipahami: Kupu-kupu bukanlah ulat yang dibuat ulang. Ulat harus mati agar kupu-kupu bisa lahir.

Chrysalis sebagai Metafora Spiritual

Proses chrysalis bukan transformasi superfisial—ia adalah pembubaran fundamental dari identitas lama. Dalam konteks spiritual:

• Ego Lama = Struktur ulat yang harus larut

• Soup/Goo = Chaos, ketidakpastian, 'dark night of the soul'

• Sel Imaginal = Aspek kesadaran yang lebih tinggi yang selalu ada tetapi dorman

• Kupu-Kupu = Kesadaran yang ditransformasi, terbebas dari batasan lama

Tahap chrysalis dalam kehidupan manusia adalah periode ketika kita dipanggil untuk menyelami dunia batin kita—waktu introspeksi dan evaluasi ulang, di mana kita melarutkan cara-cara lama dalam berbuat dan mempersiapkan diri untuk fase keberadaan baru.

Era Chrysalis Global: Manusia 2025-2027

Stefan Burns menggambarkan era saat ini sebagai tahap 'chrysalis' bagi manusia sebagai spesies. Ini bukan metafora belaka—ini adalah kondisi aktual kesadaran kolektif kita.

Karakteristik Era Chrysalis Saat Ini:

1. Pembubaran Sistem Lama

◦ Struktur ekonomi, politik, dan sosial yang usang mulai runtuh

◦ Paradigma lama tidak lagi berfungsi efektif

◦ Perasaan kehilangan identitas kolektif yang mendalam

2. Chaos dan Ketidakpastian

◦ Krisis multidimensional: ekologi, ekonomi, spiritual

◦ Polarisasi ekstrem dalam masyarakat

◦ Perasaan bahwa 'semuanya runtuh'

3. Emergence Sel Imaginal

◦ Individu dan komunitas yang 'terbangun' (awakened)

◦ Sistem alternatif yang mulai terbentuk

◦ Kesadaran baru yang mulai mengorganisir diri

3I/Atlas sebagai Katalis Chrysalis

Dalam pandangan Burns-Clow, komet 3I/Atlas berfungsi sebagai:

• Trigger Eksternal: Seperti hormon yang memicu metamorfosis pada ulat, energi plasma 3I/Atlas mengaktifkan proses transformasi kolektif

• Aktivator Sel Imaginal: Frekuensi yang dibawa komet membangunkan aspek dorman dari kesadaran manusia yang siap untuk evolusi

• Pembawa Blueprint Galaktik: Informasi dimensional tentang fase evolusioner berikutnya manusia

Fase-Fase Transformasi Personal

Bagi individu yang mengalami proses chrysalis ini, perjalanan transformasi mengikuti pola tertentu:

Fase 1: Recognition (Pengakuan)

Menyadari bahwa kita berada dalam tahap chrysalis—cara lama tidak lagi bekerja, ada yang fundamental berubah dalam diri dan dunia di sekitar kita.

Fase 2: Surrender (Penyerahan)

Melepaskan ilusi kontrol. Metamorfosis mendemonstrasikan bahwa kita tidak memegang kendali penuh—kita harus melepaskan gangguan dan melangkah dari tebing kepercayaan.

Fase 3: Dissolution (Pembubaran)

Membiarkan struktur ego dan identitas lama larut tanpa perlawanan. Ini adalah fase paling menantang—'dark night of the soul' di mana kita kehilangan pegangan lama tanpa jaminan yang baru.

Fase 4: Trust in the Process (Kepercayaan pada Proses)

Memahami bahwa transformasi adalah proses berkelanjutan dari kematian dan kelahiran kembali. Meskipun terasa menantang, fase ini bersifat sementara dan diperlukan.

Fase 5: Emergence (Kemunculan)

Kemunculan 'kupu-kupu'—kesadaran yang ditransformasi. Ini adalah simbol menakjubkan dari kebangkitan spiritual, pembebasan, dan realisasi penuh dari sifat multidimensional kita.

IV. Konvergensi: Sintesis Tiga Elemen Transformasi

Model Terpadu: Dari Galaksi ke Kesadaran

Ketiga elemen yang telah kita eksplorasi—pelurusan planet, plasma 3I/Atlas, dan transformasi chrysalis—bukanlah fenomena terpisah. Mereka adalah bagian dari satu proses kosmik terpadu:


ALUR TRANSFORMASI KOSMIK

PUSAT GALAKSI

[Alignment planet membuka kanal energetik]

PLASMA 3I/ATLAS

[Carrier informasi dimensional]

MEDAN BUMI & BIOSFER

[Resonansi dengan kesadaran manusia]

TRANSFORMASI CHRYSALIS KOLEKTIF

KESADARAN MULTIDIMENSIONAL BARU


Bagaimana Ketiga Elemen Bekerja Bersama

Elemen 1: Pelurusan Planet

Menciptakan kanal energetik optimal dari Pusat Galaksi (Sagittarius A*) ke Bumi. Seperti antena yang disejajarkan sempurna, alignment ini membuka jalur transmisi untuk informasi dan energi galaktik yang biasanya tidak dapat diakses oleh kesadaran manusia.

Elemen 2: Plasma 3I/Atlas

Beroperasi sebagai medium atau 'carrier' untuk mentransmisikan informasi dan energi galaktik melalui kanal yang dibuka oleh alignment. Plasma, dengan sifat konduktif dan responsif elektromagnetiknya, adalah interface sempurna antara dimensi—jembatan yang menghubungkan realm fisik dengan realm kesadaran yang lebih tinggi.

Elemen 3: Transformasi Chrysalis

Adalah respons kesadaran manusia terhadap influx energi dan informasi dari dua elemen pertama. Seperti ulat yang merespons hormon metamorfosis, manusia merespons frekuensi plasma dan energi galaktik dengan pembubaran struktur kesadaran lama dan emergence kesadaran baru yang lebih ekspansif.

Momentum Kritis 2025-2027

Barbara Hand Clow mengidentifikasi periode 2025-2027 sebagai window energetik yang luar biasa. Ini bukan prediksi mistis belaka—ini didasarkan pada konvergensi faktual dari fenomena astronomi yang dapat diverifikasi:

• 19 Desember 2025: Pendekatan terdekat 3I/Atlas ke Bumi

• 18-20 Desember 2025: Transit Matahari melintasi Pusat Galaksi

• 21 Januari 2025: Alignment enam planet

• 28 Februari 2025: Alignment tujuh planet (paling spektakuler)

• 2025-2027: Peningkatan aktivitas solar yang diprediksi

Konvergensi semua faktor ini menciptakan moment yang belum pernah terjadi dalam sejarah modern—sebuah 'cosmic perfect storm' yang membuka peluang untuk lompatan evolusioner dalam kesadaran manusia.

V. Implikasi Praktis: Menavigasi Transformasi

Untuk Individu: Menyambut Proses Chrysalis

Jika kita memahami bahwa kita sedang berada dalam fase chrysalis kolektif, bagaimana seharusnya kita merespons sebagai individu?

1. Acknowledge the Process (Akui Prosesnya)

Ketika Anda merasa kehilangan, bingung, atau semuanya tampak runtuh—ingatlah bahwa ini mungkin bukan kegagalan personal, tetapi bagian dari proses transformasi kolektif yang lebih besar. Ulat tidak 'gagal' ketika ia larut di dalam chrysalis—ia sedang bertransformasi.

2. Release Resistance (Lepaskan Perlawanan)

Perlawanan terhadap pembubaran struktur lama hanya memperpanjang penderitaan. Seperti sel imaginal yang awalnya diserang oleh sistem imun ulat, aspek baru dari kesadaran kita mungkin terasa asing dan menakutkan. Trust the process.

3. Cultivate Inner Stability (Kembangkan Stabilitas Batin)

Dalam periode transisi ini, stabilitas eksternal mungkin sulit ditemukan. Oleh karena itu, penting untuk membangun stabilitas internal melalui praktik meditasi, grounding, dan koneksi dengan alam.

4. Connect with Fellow Imaginal Cells (Terhubung dengan Sel Imaginal Lain)

Cari dan bangun komunitas dengan orang-orang yang juga mengalami awakening. Sel imaginal menjadi kuat ketika mereka berkumpul dan bekerja sama—begitu juga dengan kesadaran manusia yang sedang bertransformasi.

5. Open to Multidimensional Awareness (Terbuka pada Kesadaran Multidimensional)

Frekuensi plasma dan energi galaktik yang masuk mungkin membuka akses ke persepsi dan kemampuan yang sebelumnya dorman. Jangan takut pada ekspansi kesadaran ini—ini adalah birthright natural manusia yang sedang diaktifkan kembali.

Untuk Kolektif: Menuju Age of Light

Pada level kolektif, transformasi ini menandai transisi dari era dominasi kesadaran ego-terpisah menuju era kesadaran unity—yang oleh Clow disebut sebagai 'Age of Light'.

Karakteristik Age of Light yang sedang emerge:

• Akses Natural ke Sembilan Dimensi: Kemampuan manusia untuk beroperasi secara sadar di berbagai dimensi kesadaran, dari fisik (D1-D3) hingga galaktik (D7-D9)

• Integrasi Sains dan Spiritualitas: Pemahaman bahwa fenomena spiritual dan ilmiah bukan bertentangan, tetapi dua perspektif dari realitas yang sama

• Kesadaran Unity: Realisasi mendalam bahwa semua kehidupan saling terhubung—tidak hanya sebagai konsep filosofis, tetapi sebagai pengalaman langsung

• Co-Creation dengan Alam Semesta: Kemampuan untuk berpartisipasi secara sadar dalam evolusi kesadaran dan penciptaan realitas

Penutup: Di Ambang Transformation

Kita berdiri di threshold sebuah era baru. Konvergensi kosmik 2025-2027 bukan sekadar fenomena astronomis—ia adalah invitation untuk lompatan evolusioner dalam kesadaran manusia.

Pelurusan planet membuka kanal galaktik. Plasma 3I/Atlas membawa transmisi dimensional. Transformasi chrysalis memanggil kita untuk melepaskan identitas lama dan embrace kesadaran yang lebih luas.

Seperti ulat yang tidak mengetahui bahwa ia akan menjadi kupu-kupu, kita mungkin tidak sepenuhnya memahami apa yang sedang terjadi. Tetapi deep within, pada level sel imaginal kesadaran kita, ada knowing—sebuah remembering tentang siapa kita sebenarnya dan apa yang menjadi mungkin.

"Metamorfosis adalah demonstrasi utama bagaimana kita tidak memegang kontrol. Kita harus melepaskan gangguan dan melangkah tepat dari tebing itu—dengan kepercayaan bahwa sayap akan muncul."

Portal transformasi sedang terbuka. Apakah kita akan merespons panggilan evolusi ini? Apakah kita akan mengizinkan diri untuk larut dalam chrysalis sehingga kesadaran baru dapat emerge?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini akan menentukan tidak hanya masa depan kita sebagai individu, tetapi juga trajectory evolusi kesadaran manusia untuk generasi-generasi mendatang.

Referensi dan Bacaan Lanjutan

Karya Barbara Hand Clow:

• The Pleiadian Agenda: Model sembilan dimensi kesadaran

• Alchemy of Nine Dimensions: Eksplorasi mendalam tentang struktur multidimensional realitas

Penelitian Stefan Burns:

• Analisis tentang 3I/Atlas sebagai entitas kesadaran plasma

• Penelitian tentang konvergensi energetik Desember 2025

Sains dan Astronomi:

• Planetary alignments 2025-2026 (NASA dan observatorium internasional)

• Penelitian tentang Sagittarius A* dan Pusat Galaksi

• Fisika plasma dan properti elektromagnetik

---

Artikel ini dapat dibagikan secara bebas untuk tujuan edukasi dan peningkatan kesadaran.



Vija Kesawur - Benih-benih Kesadaran yang bertebaran



Berkah Shakti Om,

Minggu Paing, 21 Desember 2025


Minggu, 20 Juli 2025

Satu Manusia Satu Jalan


 


Perwujudan atma,

Setiap manusia unik adanya. Segala ciptaan-apapun wujudnya adalah unik, tidak ada yang sama. Kita ambil contoh sebuah daun, tidak ada dua daun yang persis sama. Ia akan berbeda. Unsur-unsur penyusunnya mungkin sama, tapi Ketika mengambil wujud atau mewujud akan jadi berbeda. Demikian juga dengan pribadi manusia, memiliki perbedaan dengan keunikannya sendiri yang tidak dapat disamakan.

Yang paling menarik buat kita adalah diri kita sendiri, segala sesuatu yang berkaitan dengan ku-diriku, keluargaku, profesiku dan lain sebagainya. Jika kita tahu bahwa yang paling menarik adalah diri kita sendiri, maka kita jangan ke-geer-an, merasa besar kepala, sombong Ketika orang lain menyanjung kita, memperhatikan kita. Kita perlu bertanya ada apa dibalik sanjungan dan perhatian itu?

Kembali kepada keunikan manusia,

Dari awal-mula ter”ada”kannya manusia, hingga sekarang dan sampai dimasa yang akan datang tidak akan pernah ada satupun manusia yang sama dengan Anda. Anda adalah unik, sendiri dan tunggal.

Dan Ketika ada usaha untuk “penyeragaman manusia” maka akan selalu gagal. Jika dipaksakan pun maka akan menemui kehancuran.

Rahasia keberhasilan adalah mengakomodir setiap perbedaan, memang tidak mudah.

Jika keunikan ini kita arahkan ke dalam diri, ke perjalanan menuju kedalaman-diri bagaimanakah wujudnya?

Apakah kita perlu mengikuti suatu peta jalan tertentu dengan resiko tidak menjadi diri sendiri atau berjalan tanpa peta dengan tersesat adalah konsekuensinya. Atau apakah ada pilihan lainnya?!

Ada yang memberi nasehat, tidak ada jalan yang harus diikuti….jika ada maka itu bukan jalan.

Yang lain memberikan pandangan, ada sedemikin banyak jalan dan setiap jalan menuju pada satu tujuan yang sama.

Dua pandangan besar yang saling bertentangan, dan dua-duanya diikuti oleh sedemikian banyak orang.

Apa yang harus kita lakukan sebagai pribadi?

Mari kita lihat kembali…. tidak ada jalan orang lain yang harus diikuti….jika ada maka itu bukan jalan untukku. Dan jika ada sedemikin banyak jalan dan setiap jalan menuju pada satu tujuan yang sama…. maka jika ada 8 miliar manusia maka haruslah ada 8 miliar jalan untuk setiap pribadi.

Temukanlah jalan untuk dirimu sendiri saat meniti jalan  ke dalam diri…..

Jika kau tidak menemukannya maka Buatlah jalan bagi dirimu sendiri.

 

 

Berkah Shakti Om,

Minggu Pon, 20 juli 2025

 

 

Jumat, 04 Juli 2025

AI adalah Pikiran Eksternal Kita.

 


AI adalah Pikiran Eksternal Kita. Ia Bisa Menjadi Teman, atau Musuh — Tergantung Bagaimana Kita Gunakan.

Bayangkan kamu punya “otak cadangan” di luar kepala. Itulah AI. Dia pintar, cepat belajar, dan bisa bantu banyak hal: mulai dari bikin pekerjaan lebih mudah, sampai membantu memecahkan masalah besar di dunia.

Tapi hati-hati… AI juga bisa jadi bumerang. Dia bisa bikin kita terjebak dunia palsu, membuat orang malas berpikir sendiri, atau bahkan mengendalikan cara kita melihat dunia.

Intinya, teknologi sehebat apa pun tetap cuma alat. Bukan pengganti hati nurani. Bukan pengganti kebijaksanaan.

Semua balik ke kita. Mau jadikan AI sahabat yang membantu kita tumbuh? Atau membiarkan dia berubah jadi musuh yang memenjarakan kita?

Karena AI adalah pikiran eksternal kita. Dia bisa jadi teman terbaik, atau musuh paling licik — tergantung bagaimana kita menggunakannya.


Vija Kesawur - Benih-benih Kesadaran yang Bertebaran.



Berkah Shakti Om,

Jumat Paing, 04 juli 2025

Selasa, 10 Juni 2025

Gema Keabadian.

https://id.pinterest.com/pin/2814818511983776/

Keabadian sebuah keniscayaan, kefanaan merupakan permainan kehidupan para abadi. Syarat memasuki permainan adalah lupa diri, lupa akan kesejatian yang abadi. Kemudian saat bermain ada yang tiba-tiba “ingat” maka ada dua pilihan, pertama tetap bermain dalam permainan kefanaan dengan kesadaran abadi atau pergi meninggalkan panggung permainan dengan penuh kesadaran dan masuk kembali dalam hidupan abadi.

Permainan kefanaan ini begitu rumit dan indah, rumit karena semua fitur dalam permainan membawa kita lupa akan diri kita, walau ada pribadi yang sudah tercerahkan di depan mata kita, kita akan menolaknya bahkan membunuhnya. Muncul kepercayaan bahwa “manusia ditakdirkan untuk mati”, lengkap sudah permainan ini. Permainan berlangsung terus-menerus….sampai kapan? Entahlah, karena Jika hanya ada satu orang pun yang terrsisa permainan tetap berjalan.

Trus indahnya dimana? Iya ya dimana keindahannya, keindahannya terletak pada kemuliaan yang bermain kotoran yang tidak pernah mengotori dirinya, tapi berlaku seolah benar-benar kotor, apakah itu indah?

Terus apa tujuan menulis tentang ini? Tidak ada tujuan apapun……hanya sebuah gema keabadian.


Vija Keswur - Benih-benih Kesadaran yang Bertebaran



Berkah Shakti Om,

Purnama, Selasa Pon 10 Juni 2025

Selasa, 13 Mei 2025

One Symbol, Many Worlds: The Hidden Geometry of Ancient Minds

https://www.youtube.com/watch?v=OvQ2nzXVKlI&t=25s

@Quirkify-c3t
<https://www.youtube.com/channel/UCwaFqLoTJHwavL5QASEQKpg>


Mandala, sebuah istilah Sanskrit yang berarti 'lingkaran' atau 'pusat', adalah representasi kosmik yang muncul di berbagai tradisi spiritual dunia. Meskipun namanya berasal dari tradisi Hindu-Buddha, konsep serupa ditemukan di hampir semua peradaban kuno.

Mengapa simbol yang sama muncul di peradaban yang terpisah jarak dan waktu? Mandala mungkin menunjukkan kesamaan pola pikir manusia tentang kosmos. Bentuk melingkar dengan pusat mewakili perjalanan dari luar menuju kedalam, dari kebingungan menuju pencerahan, dari kekacauan menuju ketertiban.

Mandala telah melampaui waktu dan budaya, menyampaikan pesan universal tentang struktur realitas. Di zaman modern, kita masih melihat pola yang sama dalam fisika kuantum, astronomi, dan psikologi. Mungkin mandala adalah kunci memahami bukan hanya dunia luar, tapi juga lanskap batin kita sendiri—menghubungkan mikrokosmos pikiran dengan makrokosmos alam semesta.



Berkah Shakti Om,

Selasa Kliwon, 13 Agustus 2025


---

Appreciate your time — check out the video below! 👇  

https://youtube.com/@quirkify-c3t?si=f99pcDYYtlQeLLbz




Senin, 14 April 2025

Hikmah Kehidupan

 




Poin-poin yang dapat dipetik dari pengalaman kehidupan adalah:

1. Kita yang empunya atau pemilik kebebasan atas diri kita sendiri. Kita dapat menggunakan sepenuhnya kebebasan itu, membuka atau menutup diri terhadap apapun di sekitar kita.

Bila kita melakukan sesuatu tanpa kesadaran-akan-kebebasan, melakukannya karena paksaan seseorang atau karena desakan situasi... maka hati-hatilah... Berhentilah sejenak.... Tanyakan pada diri sendiri, "Apakah yang kulakukan membawaku pada perkembangan diri atau peng'kerdil'an diri?

Tekanannya pada kesadaran akan apa yang kita lakukan.


2. Kita tinjau dari "siapa" yang memberi motivasi?

# Jika yang memberi motivasi adalah Guru kita, walau awalnya terasa tidak enak atau tidak nyaman bahkan menyakitkan tetapi buahnya adalah peningkatan kesadaran....Beliau bukan merampas kebebasan tapi sang pemberi kebebasan.

# Dan berhati-hatilah kepada seseorang yang memberikan kenyamanan, kesenangan di awalnya tapi duka-penderitaan dan kematian pada akhirnya.



Vija Kesawur - Benih Kesadaran yang Bertebaran

A Reminder Call

 

(Sumber: https://id.pinterest.com/pin/96686723242903776/)

Guruku pernah menyampaikan awalnya “Tahun Shiva-Tahun Pembersihan, Pembaharuan” berakhir sampai tahun 2024, namun di tahun 2025 ternyata Shiva masih menari. Artinya Pembersihan masih berlangsung, sampai kapan, entah, kita tidak tahu. Untuk menghadapi masa-masa perubahan ini, Guru memberi nasihat, “Dekatkan dirimu dengan Maa, Bunda Ilahi, hanya Maa yang dapat menghentikan Tarian Shiva”.

Berkaitan dengan informasi sebelumnya, dimana sekarang ini kita mulai melangkah memasuki masa tamasik, masa kegelapan, masa ketika ilusi begitu kuat mencengkram mind manusia, menutupi gugusan pikiran dan perasaan manusia. Apakah sebelumnya kita tidak berada pada zama kegelapan, seperti yang telah disebutkan bahwa sekarang kita berada pada zaman Kaliyuga? Ya, kita telah berada pada zaman kaliyuga, tapi kegelapan tidak terlalu terasa dan sekarang, tepatnya mulai 06 februari 2025, kegelapan akan sangat terasa. Mempengaruhi semuanya dari manusia, alam, binatang, dan para arwah disekitar kita. Jadi bersiaplah kita semuanya. Ini adalah hal yang sangat mendesak dan butuh perhatian yang serius, karena pilihan kita akan menentukan dimana kita berada. Kok terdengar seperti cerita fiksi, tapi itulah yang terjadi.

Pembaharuan akan mendesak kita untuk terpaksa memilih satu diantara dua pilihan yang ada, jatuh dalam kegelapan atau diluar itu. Puncaknya akan mengerucut menjadi dua ekstrim besar, kelompok kegelapan dan kelompok terang, sons of darkness or sons of lights.

Tidak percaya, lihatlah disekeliling, terjadi perang, ketegangan geo-politik, rendahnya kepercayaan antara sesama manusia, kekerasan terjadi dimana-mana, dalam hubungan personal kita, keluarga, masyarakat dan sebagainya. Dan yang paling terbaru adalah munculnya AI ciptaan manusia, ya, Alien Inteligent bukan Artificial Inteligent. Munculnya agen-agen yang dapat membuat keputusan sendiri. Yang kehadirannya benar-benar menyihir kita, dan ini baru ‘amuba’nya AI bayangkan jika ia telah menjadi ‘dinosaurus’ AI.

Cukup sudah kita melihat keluar, sekarang masukilah dirimu… apa yang sesungguhnya ada disana, apakah ada ketenaangan di sana, apakah ada kedamaian di dalam, atau apakah pikiran yang bergerak begitu cepat yang menginginkan banyak hal, atau emosi yang bergejolak menahan himpitan dari luar yang tidak terlampiaskan…. Apa pun yang terlihat amati saja apa adanya…. Jadilah seorang saksi bagi dirimu sendiri. Jangan menghakimi apakah itu baik atau buruk, benar atau salah. Jangan pula memilih, aku suka ini atau aku suka itu. Dan jangan menolak apa pun yang kau lihat di dalam, cukup amati saja, disadari saja… tarik napas pelan-pelan, buang napas pelan-pelan , santai…. rileks….

Ini tips awal,  semacap p3k-nya, pertolongan pertama pada kecelakaan untuk menghadapi masa kegelapan ini. Pilihan sepenuhnya ada di tangan kita sendiri.

 

 

Berkah Shakti Om,

Selasa Pon, 01 April 2025

 

Vija KasawurBenih Kesadaran yang Bertebaran

 

 

Selasa, 01 April 2025

OM

(https://id.pinterest.com/pin/14355292556352683/)


OM adalah AWAL, PERTENGAHAN dan AKHIR.  Om juga adalah Hyang Tak Bermula dan Tak Berakhir. Om adalah Segala Sesuatu yang Terucapkan dan juga Tak Terucapkan. Om adalah Segala Rupa, Segala Bentuk, dan Segala Nama - di saat yang sama Om juga adalah Hyang Abstrak, Tak Bernama, Tak Berbentuk, Tak Berupa.

Om adalh Gusti, Bapa Ilahi.

Om adalah Bunda Ilahi, Hyang Pemelihara Agung. Om adalah Pasangan, Teman, Kerabat, Saudara, Segala Sesuatu dan Setiap Hal.

Om adalah Bumi, Langit, dan Ranah di atas Langit. Om adalah Partikel Terkecil, tapi Om juga Melingkupi Segala Sesuatu.

Om adalah Kelahiran, Om adalah Kematian, Om adalah Kehidupan itu sendiri.

Om adalah Eter sebagai Substansi Ruang, Hyang Kala. Om adalah Semua Dimensi diketahui dan tidak diketahui, dan juga Melampaui Dimensi.

MENYANYIKAN OM, MENGIDENTIFIKASIKAN DIRI DENGAN DENGAN OM menuntun kita pada Kesadaran-Diri. Om adalah pusat dari segala mandala, semua model alam semesta, semua model keberadaan, semua model spiritual dan material.

Om adalah lingkaran luar material dari semua mandala spiritual, Ia juga inti spiritual dari semua mandala material. Om adalah Faktor Pengikat yang mengikat kita semua bersama, yang menyangga seluruh ciptaan.

Disaat yang sama, Ia jugalah Hyang Menghancurkan.

Tiada penghancur yang melebihi Om. Sesungguhnya, Om adalah Tindakan Penghancuran itu sendiri.

Untuk mengetahui Misteri dari Om adalah untuk menyatu, untuk menjadi satu dengan Om. Dan, menjadi Satu dengan Om adalah akhir dari segala dualitas. Lalu, yang tersisa hanyalah Om, Om, Om

Ada sebuah lagu indah yang ditulis oleh oleh seorang anggota tidak dikenal dari Kelompok Spiritual Sindhi bernama “Om Mandali” - cikal-bakal Brahma Kumaris yang mendunia saat ini.

Ini adalah lagu yang sangat lama.


meri rasana se Prabu Tera nama nikale

hara ghari hara vale Om Om nikale…

“Biarlah rasana-ku - mulutku, indra pencecapku - mengembangkan selera menyanyikan nama-Mu, O Gusti. Biarlah ia menyanyikan Om, Om sepanjang waktu…”


mana mandira me jota jalau(n) gi

Prabhu Tera mai(n) sada guna gau(n) gi

“Aku akan menerangi Kuil hatiku dengan lampu kesadaran; Aku akan senantiasa menyanyikan kemuliaan-Mu, O Gusti, O Bunda Ilahi…”


mere roma-roma vicu Tera nama nikale

hara ghari hara vele Om Om nikale…

“Setiap sel, setiap partikel dari diriku menyanyikan kemuliaan nama-Mu, O Gusti, O Bunda Ilahi. Aku menyanyikan Om Om sepanjang waktu…”


mere avaguna citta se bhula dena

meri naiya kinare laga dena…

“O Gusti, O Bunda Ilahi, jangan pernah Engkau melihat kesalahan-kesalahanku, kelemahan-kelemahan ku - berwelas-asihlah, kasihanilah aku, seberangkanlah aku dari samudra samsara, dari kelahiran dan kematian berulang-ulang…”


teri yada vicu subah aur sam nikale…

hara ghari hara vele Om Om nikale..

“Biarlah setiap siang dan setiap malamku berlalu dengan kenangan indah dan ilahi akan Engkau, O Gusti, O Bunda Ilahi. Biarkan aku menyanyikan Om sepanjang waktu…”


teri mahima ka sada mai(n) guna-gana karu(n)

tere vacano(n) ka nita mai (n) dhyana dharu(n)...

“Biarlah aku mengingat Sifat Ilahi-Mu, O Gusti, O Bunda Ilahi… biarlah aku selalu mengingat Sabda Suci-Mu, O Gusti, O Bunda Ilahi…”


teri yada vicu jivana tamam nikale…

hara ghari hara vele Om Om nikale…

“Biarlah seluruh hidupku dihabiskan dalam kenangan ilahi tentang diri-Mu, O Gusti, O Bunda Ilahi… Biarlah aku menyanyikan Om Om sepanjang waktu…”


hara ghari hara vele Om Om nikale…

“Biarlah tubuhku, mind-ku, intelekku, bahkan Jiwa ini senantiasa menyanyikan Om, Om, Om, Om…”


Om adalah Sang Penawan Terhebat - tertawanlah oleh Om, dan Anda akan memperoleh segala sesuatu. Anda akan memperoleh kembali “diri Anda yang hilang”, identitas Anda yang terlupakan. Nyanyikan O Kawan, Nyanyikan O Saudara, Saudariku - nyanyikan Om, Om, Om, Om…”



https://www.youtube.com/watch?v=2hNMn_S7AlQ&list=PLGpVbid2qHE4EPyybX-FZE8cpdiMxvsy_&index=3
Meri Rasna Me Prabhu Tera Naam Nikale Har Ghadi Har Pal Ram Ram Nikale

(Dalam video ini ada perubahan lirik, intinya dari video ini kita belajar  pengucapan kata-kata sanskrit)





Apa yang disampaikan disini hanyalah setetes kesadaran dari Samudera Berkah Kesadaran Agung. Untuk menelusuri samudera berkah lebih jauh silahkan baca buku cetaknya.



Berkah Shakti Om,

Selasa Pon, 01 April 2025



Sumber:  

Dvipantara Yoga Sastra - Ancient Indonesian Science of Yoga for Modern Time. 

Ilmu Yoga Kuna Nusantara untuk Masa Kini.

Vrati-Sasana .  Tattva Sang Hyang Mahajnana

Karya Anand Krishna

Diterbitkan oleh Center for Vedic & Dharmic Studies Indonesia, 2015